Tak Pernah Ada Cinta

Tak Pernah Ada Cinta
BAB 30


__ADS_3

Putri tengah fokus dengan dress yang akan dia jahit dan segera dia sulam.


Tuti sangat senang membantu putri,bahkan jadi ringan pekerjaan putri karena Tuti sedikit paham soal menjahit.


"apa setelah ini nona langsung menyulam nya? tanya Tuti.


"iya Tuti karena waktu ku sudah tak ada lagi, dress kemarin yang aku sulam ada yang merusaknya."ungkap putri.


"aku akan melihat nona menyulam apakah sama cara nya dengan aku."terang putri.


"ayo belajarlah ngga perlu takut dengan ku karena aku akan sangat senang mengajarkan dirimu."ajak putri.


"benarkan nona akan mengajarkan ku? Tuti seakan tidak percaya dengan perkataan putri.


"dengar Tuti!? aku tidak akan membedakan orang untuk mau belajar dengan ku."jelas putri.


"terima kasih nona."ucap Tuti.


"apa kalian sudah selesai!? tiba-tiba Susan masuk kedalam.


"dress hampir selesai Tante."jawab putri.


"semangat ya?!! dan jangan di paksakan jika lelah istirahatlah."ucap Susan.


"jika belum selesai aku sangat penasaran Tante!? bagaimana hasilnya."terang putri.


"baiklah tapi kau kan janji mau makan malam di rumah ku? pinta Susan.


"baiklah Tante sebentar lagi aku selesaikan dan kita bisa sama-sama kerumah Tante."ujar putri.


Susan pun menunggu putri sambil berbicara dengan Tuti yang sedang mencoba menyulam.


"sulaman mu bagus juga? apa kau sering menyulam!! tanya Susan ke Tuti.


"dulu nyonya,waktu ibu saya masih menjahit."jawab Tuti dengan sopan.


"kau bisa membantu putri kalau begitu."pinta Susan.


"tentu nona!! aku akan membantu nona Putri sambil saya belajar lagi."tutur Tuti.


"oke selesai.."seru putri


"ayo siap-siap kita kerumah Tante karena om mu sangat merindukan dirimu."terang Susan.


"baiklah,,apa boleh aku ganti baju sebentar? tanya putri.


"baiklah cepat sana ganti baju mu dan aku tunggu di ruang tamu."perintah susan.


"oh iya Tuti!? aku akan lanjutkan setelah pulang makan malam!? ujar putri.


"baik nona dan saya akan membantu nona."jawab Tuti.


putri mengganti baju nya dan langsung turun menyusul Tante Susan.


"mama lintang kemana? Tan? Tanya putri


"dia akan menyusul kita dengan yang lain."jawab Susan.

__ADS_1


"ayo kita berangkat sekarang karena aku yakin om mu pasti sudah gelisah menunggu kau datang."ujar Susan sambil terkekeh.


"apa kita akan belanja bahan makanan? tanya putri pas masuk kedalam mobil.


"aku rasa tidak perlu dan jarak rumah ku dengan supermarket sangat dekat jadi jika kurang tinggal pakai motor saja kita belanja nya."ungkap Susan.


mobil pun berjalan menuju kediaman Susan dan di dalam mobil banyak yang mereka bicarakan.


"apa kau bahagia dengan pernikahan mu!! tanya Susan.


putri pun terdiam dan enggan menjawab pertanyaan itu.


"baiklah ngga perlu kau jawab!! aku tahu jawabannya!! dan maaf aku bertanya soal itu."ucap Susan.


"tidak apa-apa Tante!! aku ngga masalah kok!! jawab putri sambil tersenyum.


pas sampai di depan rumah Susan benar saja Harry sudah menunggu bahkan yang membukakan pintu pagar rumah itu Harry sendiri.


"kalian lama sekali aku sampai tidak sabar menunggu."ujar Harry sambil mencium pipi istrinya.


"apa kabar om? sapa putri yang memeluk Harry sebentar.


"tentu aku baik dan sangat tidak sabar ingin menyantap makanan buatan mu."seru harry.


"sebaiknya kita masuk kedalam biar cepat selesai."ajak Susan.


putri langsung masuk ke dalam dapur,ini hoby putri memasak jadi apa pun masakannya pasti kalau putri yang olah akan enak.


"mau masakan apa? Sunda mau? tanya putri.


"boleh aku sudah lama tidak makan makanan Sunda? ujar Harry


"aku suka sekali dengan masakan itu semua jadi bebas saja."ucap Susan sambil tersenyum dan mengeluarkan bahan-bahannya dari kulkas.


dengan santai putri memasak karena masakan Sunda tidak perlu banyak bahan.


ada dua sambal yang putri buat, ada sambal terasi dan sambel tomat serba mentah.


ikan goreng,ikan bakar, bahkan ada empal daging juga, pepes ayam dan pepes tahu.


"nak itu kau masak nasi tidak pakai rice cooker? tanya Susan


"kita masak nasi liwet ya!! seru putri


"mba apa boleh belikan aku Pete atau jengkol? oh sebentar apa Tante suka Pete atau jengkol? teriak putri.


"Pete saja putt!! kalau Pete aku dan om masih suka."jawab Susan.


"mama lintang suka jengkol goreng tapi ya sudah kita beli Pete saja, "ujar putri.


"mba ini aku titip Pete dan lalapan tapi kalau ada tempe beli juga ya!! ucap putri.


"baik nona, apa ada lagi yang mau di beli? tanya maid yang bekerja di rumah Susan.


"tidak ada karena untuk bahan cake dan pusing masih lengkap."jawab putri.


putri pun beralih ke cake dia membuat cake buah dan mentega serta dia membuat cemilan pastel.

__ADS_1


dan om Harry membantu putri membuat isi pastel nya.


mereka berdua sangat kompak sekali seperti anak dan ayah.


"yang kau buat ini kesukaan ku dan sudah lama Tante mu tidak membuat pastel."ungkap Harry.


"wah kebetulan dong!! aku akan buat yang banyak jadi bisa di simpan di kulkas."Jawab putri.


"apa om suka kue onde-onde? tanya putri.


"suka Tapi om tidak terlalu karena onde-onde sangat manis. Tante mu yang sangat suka."terang Harry.


"ini banyak sekali kau membuat pastel daging? hmmm."seru Susan.


"om Harry menyukai nya jadi aku buatkan untuk stok."sahut putri sambil mengangkat cake buah yang sudah matang.


harus menyeruak di seluruh ruangan membuat susan langsung mencicipinya.


"ini sangat enak sekali dan aku suka karena manis dari buah dan Harry pasti akan suka karena ini tidak terlalu manis."seru Susan.


"sini sayang aku mau mencicipi nya."pinta Harry.


Susan pun menyuapi Harry potongan cake dan benar saja Harry sangat menyukainya.


"kau sangat pintar dan anak seusia mu itu harus nya malas masak dan anti ke dapur."ujar Harry


"memasak itu sangat menyenangkan,apa lagi kita akan mencoba beberapa menu atau kue dan itu akan menghabiskan waktu.tapi aku sangat menyukai nya."ungkap putri.


"bermalamlah di sini dengan kami."pinta Susan


"aku sangat senang jika kau mau bermalam disini."timpal Harry.


"aku akan menelpon mama lintang untuk bawakan dress Yang akan aku sulam.biar aku bisa menginap di sini."sahut putri.


"biar aku saja yang menelpon adik ku."pinta Harry dan langsung menelepon lintang dari ponselnya.


awalnya lintang tidak setuju tapi Harry mengancamnya jadi lintang pun setuju.


dengan catatan dia minta pastel yang banyak serta onde-onde.


jam 7 malam semua sudah datang dan berkumpul di rumah Susan.


rumah terasa ramai dengan suara lintang yang berdebat dengan Harry.


juga suara protes deasy yang tidak mau putri bermalam di rumah Susan.


pak Budi hanya tertawa saja melihat mereka yang begitu menyayangi putri.


ada sebersit rasa ngilu ketika anak nya Adams menolak putri.


tapi pak Budi yakin putri mampu mengatasi itu semua.


"papa apa aku boleh menginap di sini.!!! seru deasy.


"tanya ke Tante Susan dan om Harry dahulu."pinta pak Budi.


"kau gadis kecil,,.tidurlah dengan kakak mu nanti malam!? aku sangat senang mempunyai dua putri."seru harry.

__ADS_1


mereka semua pun makan malam dengan tenang tidak ada yang di perebutkan lagi.


__ADS_2