Tak Pernah Ada Cinta

Tak Pernah Ada Cinta
BAB 38


__ADS_3

Hari ini putri dan yang lain nya pun kembali ke Jakarta dan putri akan mulai sibuk dengan kerjaan yang dia tinggal kan tapi skripsi nya sudah selesai dan tinggal di serahkan ke dosen pembimbing saja.


putri sedang ada di balkon kamar Adams, dia sedang sibuk membuat design baju-baju untuk butik nya.


dia tidak menyadari Adams pulang karena saking fokus dengan gambar.


"apa ini kelakuan asli mu!! pergi dan pulang sesuka hati mu dan kau pikir aku siapa? bentak Adams


yang langsung membuyarkan konsentrasi menggambar putri.


"kau ini kenapa? hah..salah makan apa otak mu sudah bergeser?"tanya putri.


"kau sendiri yang meminta jangan ikut campur dan kita bebas kemana pun kita mau tanpa harus saling mengekang satu dan yang lain nya."putri mengingatkan apa yang sudah Adams katakan dulu.


"tapi kita tinggal di rumah orang tua ku dan mereka pasti aka curiga!! kau dengan hai? apa kau ini tidak bisa dengar."sarkas Adams.


"kau pikir aku tuli hah?? dari tadi aku juga dengar!? Kau yang seharusnya ke dokter THT atau ke dokter ahli kejiwaan!! mungkin perlu psikiater juga."gerutu putri


"dia pikir aku takut!? ngga lah lagian dia sendiri yang bilang jangan pernah jatuh cinta atau berharap lebih jadi sekarang aku mau dekat dengan siapa pun itu. sah-sah saja kok."gerutu putri yang masih di dengar Adams.


Adams pun mengepal tangan nya sampai buku-buku telapak tangan nya memutih.


"kau bilang apa? hah.."teriak Adams


"ngga ada tuh!? aku ngga bilang apa-apa!! dan bisa ngga kalau bicara ngga usah teriak!!


"yang ada gendang telinga ku bisa pecah."kesal putri


langsung membereskan barang-barang nya dan berjalan menuju pintu keluar.


"Arrahmania putri!! aku belum selesai bicara."teriak Adams.


"tapi sayang nya aku sudah tuan Adams."ledek Putri sambil menjulurkan lidahnya dan berlari keluar dari kamar Adams.


putri berpapasan dengan deasy saat akan turun dari tangga.


"loh Kak putri kenapa? tanya deasy


"ada gorila lagi ngamuk jadi lebih baik kita bersembunyi saja."bisik Putri tanpa menoleh kebelakang lagi.


"siapa yang kau bilang gorila."suara bariton Adams mengagetkan putri.


putri pun berjingkat kaget, dan mengelus dada nya.


"astaga aku pikir kau hantu yang bisa muncul kapan saja."sahut putri.

__ADS_1


"sekali lagi kau menggerutu di belakang ku!! lihat saja."ancam Adams.


putri pun mengulangi kata-kata Adams sambil mencebikkan bibirnya.


deasy yang melihat kelakuan putri hanya tertawa terbahak-bahak bahkan dia mengacungkan dua jempol tangannya.


"kak apa kak Dave itu tampan? hmmm."ledek deasy.


"yeah dia sangat ramah bahkan dia sangat baik sekali kalau tampan dia sangat tampan,hahhaaha."sahut putri yang ternyata Adams mendengar percakapan putri dan deasy.


"kata mama nanti kakak akan sering bertemu dengan kak Dave ya? deasy menggandeng lengan putri.


"tentu dong!! aku baru merasakan bagaimana dapat perhatian lebih dari pria tampan."canda putri.


deasy memancing pembimbing tersebut ingin melihat reaksi kakak nya itu.


dan benar saja wajah Adams sudah memerah menahan kesal.


deasy pun sekarang tahu kalau kakak nya sudah menyukai putri.


sebenarnya putri juga hanya ingin tahu saja, apa Adams cemburu atau tidak dan ternyata pria dingin itu mulai cemburu.


putri tetap tidak ingin menaruh rasa lebih karena takut kecewa.


"loh kau mau kemana? bawa buku design? tanya lintang yang baru pulang dari butik.


"mau ke ruang kerja mama karena disana lebih bisa konsentrasi."sahut putri sambil tersenyum.


"apa sebanyak ini kau sudah mendesign nya.? lintang melihat semua hasil design putri.


"iya mah dan masih banyak di otak ku hanya saja ada ganguan teknis jadi aku mau pindah ruangan."sindir putri sambil melirik ke Adams.


"apa perlu mama buatkan kamar di ruang kerja? biar kamu lebih fokus."tanya lintang


"iya tuh mah biar kak putri bisa lebih konsentrasi lagi."timpal deasy.


"hahahah ngga usah berlebihan mah!! aku kan hanya menantu!? ingat ya mah menantu.."ledek putri sambil terkekeh geli.


putri pun berjalan menuju ruang kerja yang biasa lintang pakai dulu.


putri sudah di tunggu Tuti di depan pintu ruangan nya, Tuti sudah membawanya teh manis panas dan juga goreng pisang.


"kau ini seperti punya telepati saja,hahahha."seru putri.


"iya nona tadi saya melihat nona dan saya langsung siapkan saja."jawab Tuti.

__ADS_1


"ayo masuklah dan simpan saja di atas meja."pinta putri.


"baik nona."jawab Tuti.


"apa kau hari ini bisa membantuku? ada banyak hari ini kita membuat pola dan besok baru kita jahit."ujar putri.


"bisa nona akan saya bantu."jawab Tuti


"hmm aku akan meminta satu mesin jahit lagi dan satu mesin obras jadi kita bisa langsung melihat hasil semua nya."Gumam putri.


putri masih terus menggambar sedangkan Tuti membantu putri memilihkan bahan yang akan di gunakan untuk hasil design nya.


tuti sangat senang membantu putri karena putri banyak mengajari tuti banyak hal.


agar suatu saat nanti jika sudah tidak bekerja tuti bisa melanjutkan keahliannya dengan menjahit.


"nona waktunya makan malam!! seru Tuti mengingatkan putri untuk beristirahat dulu.


"oh iya aku sampai lupa!! Ayo bantu aku memasak untuk makan malam."ajak putri.


"baik nona."sahut tuti.


putri lebih dahulu keluar dari ruangan kerja lintang baru di ikuti Tuti.


mereka langsung belok ke arah dapur kotor karena putri ingin memasak rendang daging.


"nona mau masak apa malam ini? tanya maid lain


"aku kangen masakan Padang jadi aku mau masak masakan Padang."sahut putri yang sudah meracik bahan untuk rendang Padang serta tumisan kacang panjang di campur kol.


putri juga membuat ayam pop beserta sambal ijo tidak lupa kerupuk kulit.


"apa nona mau membuat ikan bakar nya juga."maid melihat ada beberapa potong ikan yang sudah di lumuri bumbu bakar Padang.


"iya apa bisa kau membantu ku untuk membakarnya."pinta putri


"tentu nona,saya sangat senang bisa membantu."sahut maid.


"oh iya nanti di tambahkan saja ikan nya untuk di bagikan karena takut nya rendah tidak cukup atau aku buatkan cincang saja ya."ujar putri.


"jadi nona memasak untuk kami juga!! nona nanti tuan marah loh."ucap maid dia merasa ketakutan jika Adams tahu pasti akan marah besar.


"siapa yang akan memarahiku? tunjuk putri ke wajahnya sendiri.


"sudahlah mau membantu ku tidak? atau aku akan nangis nih."canda putri dan para maid pun tersenyum dan semua ikut membantu putri.

__ADS_1


__ADS_2