
Malam ini sesuai janji nya pak Budi dan tante lintang menjemput putri di rumah nya.
wajah bu Dwi sangat tidak suka di tambah lagi putri memakai dress yang sangat cantik.
"ayo kita berangkat sekarang saja karena takut kemalaman..
kalau begitu pak Rahman dan bu Dwi kami permisi dulu."pamit pak Budi.
pak Rahman mengantarkan mereka sampai depan pintu masuk.
"titip putri ya pak Budi dan Bu lintang."ucap pak Rahman seolah memberi kode kepada pak Budi.
"pasti sesuai janji saya ke anda pak Rahman karena putri seperti anak kami sendiri tidak ada yang akan kami bedakan."sindir pak Budi dan Bu Dwi hanya diam saja.
sedangkan pak Rahman paham apa yang di maksud dengan ucapan nya itu.
pak Rahman sengaja menjodohkan putri dengan Adams karena dia takut harta peninggalan istri nya akan habis dan putri sama sekali tidak menikmati nya.
biarlah dia bersandiwara membenci putri bahkan pura-pura mengikuti apa yang Bu Dwi ingin kan.
putri serta Tante lintang masuk kedalam mobil begitu pun dengan pak Budi.
mereka sudah menuju restoran yang sudah di booking oleh Eril.
"put sebelum nya aku akan beritahukan kalau kita akan bertemu dengan sepupu dari bunda mu!! ujar Tante lintang.
"maksud Tante bunda itu siapa ? tanya putri penasaran.
__ADS_1
"ibu kandung mu adalah Linda dan Dwi itu bukan ibu kandung mu."timpal pak Budi.
"ja..jadi maksudnya selama ini aku di bohongi ibu."putri langsung termenung dan meneteskan air mata.
"aku sering bermimpi seorang wanita cantik setiap malam dia selalu datang dan dia meminta aku memanggil nya bunda. menurut mbok Ningsih itu bunda kandungku tapi mbok belum cerita karena berjanji malam ini untuk bercerita."ungkap putri.
lintang langsung memeluk anak sahabatnya itu dan membelai rambutnya dengan lembut.
"ayo hapus air mata mu .. kau akan bertemu dengan sepupu yang sangat merindukan mu."pinta pak Budi
lalu putri pun menghapus air matanya dan kembali memeluk Tante lintang.
"sudah..sudah sekarang saatnya kau bahagia sudah bertemu dengan kami dan akan kami bantu untuk mengambil semua hak mu."terang Tante lintang.
putri pun menuruti apa yang di ucapkan Tante lintang dan dia mulai tersenyum.
putri pun turun di ikuti oleh Tante lintang sedangkan pak Budi sudah menunggu di luar mobil.
Eril sudah menunggu tidak sabar karena dia benar-benar kangen dengan sepupu kecilnya itu.
"malam Eril maaf menunggu lama? sapa pak Budi.
"putri ini kakak sepupu mu, Eril dia sangat merindukan dirimu sampai meminta kami untuk mengatur bisa bertemu dengan mu."terang pak Budi.
Eril langsung memeluk putri dan menangis, putri pun tak kuasa menahan tangisnya yang akhirnya pecah juga.
"kakak apa kabar mu,maaf aku sampai tak mengenal mu waktu di cafe."ucap putri
__ADS_1
Eril pun mengurai pelukannya dan menatap wajah putri dia mengusap air mata putri.
"apa kau baik-baik saja? hmmm bocah kecil? tanya eril
"hahahaha kakak aku ingat sekarang..kau kak Er!? seru putri
Eril menganggukkan kepalanya dan putri kembali menangis diperlukan kakak nya itu.
"kak apa benar dia bukan ibu ku? lalu ibu ku di mana kak? apa kau bisa membawa ku bertemu dengan ibu ku..hiks..hiks.."putri terus saja mengoceh di pelukan Eril.
Eril memeluk putri sangat erat sekali.
"sudah..sudah ayo duduk sekarang saatnya bahagia, berhentilah menangis karena kau harus kuat."terang Tante lintang.
Eril pun meminta putri duduk di sebelahnya, sesekali Eril membelai rambut panjang putri.
pak Budi pun memesan makan malam dan mereka mengikuti apa yang pak Budi pesan.
"besok kita sama-sama kemakam bunda mu? apa kau jadi resign besok? tanya Tante lintang.
"oh jadi Tan, ya sudah kalau begitu besok pagi aku jemput kamu di rumah."sahut lintang.
makanan pun datang mereka langsung memakan makanan tersebut.
ternyata di restoran tersebut ada Adams dan juga Alexa yang sedang bertemu dengan teman-temannya.
ada rasa cemburu ketika melihat Eril memeluk putri tapi semua itu di tepis oleh Adams.
__ADS_1
"apa yang sedang mereka rencanakan? gumam Adams
dia terus memperhatikan ke arah meja orang tuanya.