Tak Pernah Ada Cinta

Tak Pernah Ada Cinta
BAB 50


__ADS_3

Apa ini akhir, belum ini belum akhir karena perjalanan seorang Rahmania Putri masih panjang dan masih butuh kesabaran.


Putri mulai merintis rumah makan kecilnya dia sebuah kota kecil.


Dimana itu kampung halaman Tuti, dia menutup meninggalkan Jakarta karena dia tidak ingin terus di hantui oleh istri ayah nya itu.


Kehidupan tenang yang dia cari, sedih ketika harus berpisah dengan Reni.


Tapi Reni janji akan mengunjungi putri jika ada waktu libur.


Eril pun sama dia akan mengunjungi adiknya itu jika tidak sibuk.


Adams semakin susah untuk mengejar putri karena terikat dengan hubungan yang Adams sendiri tidak mencintai pacar nya lagi.


dia menerima mantan nya itu hanya ingin menjauhi Alexa dari hidup nya.


justru bukan hanya Alexa yang pergi tapi putri pun ikut pergi meninggalkan dirinya.


"apa nona betah tinggal di sini.? tanya Tuti


"jangan panggil aku itu lagi!! aku bukan nona mu sekarang, aku ini Sahabat mu."protes putri.


"tapi kan nona yang menggaji ku jadi biarkan aku panggil nona."sahut Tuti.


"umur kita tidak beda jauh jadi panggil aku mba atau Kakak."pinta putri


dia paling tidak Suka di panggil seperti itu dan dia ingin membuang jauh sebutan itu.


"aku panggil kakak saja dan aku menjadi mempunyai kakak sekarang "seru Tuti dengan senang hati nya.


"ayo kita mulai buka karena takut pelanggan kabur."canda putri.


rumah makan pun di buka ada beberapa karyawan yang membantu dan masih belum banyak karena belum ada dua bulan putri membuka rumah makannya.


Seperti hari ini dia mendapatkan pesanan dan cukup banyak.


senang yang putri rasakan karena masakan nya bisa di terima oleh pelanggan nya.


setiap seminggu sekali putri juga masih mengirimkan hasil design nya ke butik.

__ADS_1


sedih yang Susan rasakan berharap putri melanjutkan usaha butik malah pergi meninggalkan dirinya.


tangis haru ketika berpisah dengan putri membuat Hary juga ikutan menangis.


karena dia tidak bisa melihat putri Jika sewaktu-waktu mereka kangen.


karena jarak yang jauh dan membutuhkan waktu delapan jam lebih untuk ketempat putri.


perpisahan yang membuat putri tertawa karena mereka punya uang dan tinggal naik pesawat saja sudah sampai kenapa harus di bikin Sedrama begitu.


Siang ini cukup ramai karena banyak pengunjung yang datang .


Semua sempat ke walahan tapi putri membantu nya dan agak sedikit ringan.


salah satu pelanggan ada yang terus memperhatikan putri bahkan dia sudah dua jam duduk di meja pojok dekat jendela.


Putri tidak menyadari jika Adams sedang memperhatikan dirinya.


putri sibuk dengan semua pesanan yang masuk dan juga bahan yang habis.


"uh akhirnya selesai juga."gumam putri.


putri melangkahkan kaki nya ke parkiran motor, dia menaiki motor matic nya dengan santai.


putri tidak menyadari jika Adams sedang mengikuti dirinya.


di rumah yang kecil tapi asri dan sejuk putri masuk dan memarkir kan motor nya.


putri masuk kedalam rumah dan langsung menguncinya.


Adams terus memperhatikan dari jarak jauh, sampai berpapasan dengan orang yang lewat Adams bertanya.


"oh itu rumah mbak putri,mas.!! dia dari Jakarta, orang nya sangat ramah dan baik..hmm biasa nya sebentar lagi dia mengajar les anak-anak disini."terang orang yang adams tanya.


benar saja putri sudah keluar dengan membawa papan tulis dan dia pasang karpet di teras rumah nya.


selang beberapa detik, banyak anak-anak yang datang membawa buku.


bahkan di dampingi ibu-ibu mereka, senyum putri mengembang ketika menyapa anak-anak yang datang.

__ADS_1


Adams sangat tertarik dan seolah enggan untuk pergi tapi Adams masih ada pekerjaan yang harus di selesaikan.


dia pun meninggalkan tempat tinggal putri dan berjanji akan datang lagi.


putri sangat senang membagi ilmu nya dan juga menawarkan ibu-ibu untuk membantu nya menjahit atau menyulam.


karena dia ingin membagi rejeki ke orang-orangnya yang memang belum berkecukupan.


apa lagi ekonomi di sini sangat minim dan kepala desa pun sangat menyambut positif karena membantu ekonomi di kampung tersebut.


putri menghubungi mama Susan untuk minta di kirimkan mesin jahit dan mesin obras juga beberapa peralatan menjahit.


putri menjelaskan jika dirinya akan membuka kecil-kecilan home industri dan meminta papa hary membantu memasarkan nya.


Putri tidak berpikir untung atau rugi yang jelas dia ingin mencoba dahulu.


karena jika bisa di terima masyarakat luas berarti bisa menguntungkan bagi warga di sini.


lahan di belakang rumah nya mulai di renovasi di jadi kan tempat menjahit atau di buat aula.


agar ibu-ibu yang mempunyai anak masih bisa melihat dan sambil menjaga anak mereka.


"kakak itu hati nya dari apa sih? sampai memikirkan nasib orang banyak juga."tanya Tuti


"aku kan pernah bilang ke kamu Tut!! aku pernah di posisi kalian jadi aku ingin berbagi."sahut putri sambil tersenyum.


"semoga semua maju ya kak."seru Tuti


"aamiin."sahut putri.


"ayo bantu aku merapihkan."pinta putri.


tuti pun membantu putri merapihkan barang-barang bekas tadi mengajar les.


putri hanya berharap anak-anak bisa membaca dan berhitung itu tujuan nya.


karena putri tahu untuk bersekolah TK mereka masih belum mampu.


jadi putri membuka les untuk anak-anak yang belum bisa baca dan menulis.

__ADS_1


__ADS_2