Tak Pernah Ada Cinta

Tak Pernah Ada Cinta
BAB 12


__ADS_3

makanan yang mereka pesan sudah siap dan Putri sedang menghidangkan di meja mereka.


satu persatu piring di letakkan di hadapan mereka baru minuman putri letakkan juga sesuai yang mereka pesan.


"sudah semua ya tuan dan silahkan di nikmati jika ada tambahan tinggal panggil kami."ujar putri


lalu putri pun mengangkat cangkir kopi yang sudah habis mereka minum.


putri pun berlalu dari hadapan meja mereka dan membawa cangkir kosong masuk kedalam.


"apa mereka sangat baik atau menjengkelkan? tanya Dinda


"ngga kok hanya saja banyak pertanyaan tapi itu sudah biasakan? jadi kita harus kuat jika mereka komplain."sahut putri.


"aku pikir mereka itu sangat ribet karena tiba-tiba minta kamu yang melayani nya."ujar Dinda


putri hanya tersenyum saja dan menyimpan cangkir kotor di tempat pencuci gelas.


"ayo kerja lagi karena satu jam lagi kita akan pulang."ajak putri.


Dinda pun mengikuti putri dari belakang mereka kembali berdiri di samping meja kasir.


"Ren, tolong meja 10 ya!! teriak senior mereka.


"baik kak!! seru Reni


"semangat."seru putri sambil tersenyum.


Reni pun mengangkat jempol tangan kanannya saja sambil tersenyum.


"putri..table 7 ada tambahan."teriak salah satu rekan putri.


putri pun langsung mengambil daftar menu dan bergegas berjalan ke arah meja 7.

__ADS_1


"iya tuan mau ada tambahan apa? tanya putri yang sudah siap dengan catatannya.


"kopi susu satu dan kopi hitam dua."sahut Adams


"ada lagi tuan? tanya putri kembali


"tidak ada ."jawab adams dingin.


"baik mohon di tunggu."jawab putri sambil mengangkat bekas piring dan gelas yang sudah kosong.


putri pun berlalu dari hadapan mereka karena sebentar lagi putri akan pulang jadi yang akan membawa pesanan adalah rekan kerja yang baru masuk.


"ini pesanan tambahan meja tujuh ya!! aku sudah jam pulang karena aku harus kuliah."ujar putri dengan tergesa-gesa.


"iya put.. sudah telat ya? tanya rekan kerja putri.


"iya nih tapi masih kekejar kok karena aku naik ojeg saja."jawab putri sambil mengganti pakaiannya.


putri langsung naik ojeg menuju kampusnya karena hari ini akan ada kuis.


Adams sedikit heran karena yang membawakan pesanan kopinya bukan putri melainkan waiters lain.


"kenapa kau yang membawakan nya? sinis Adams


"maaf tuan jam kerja shift pertama sudah habis dan putri sudah jam pulang karena dia harus kuliah.dan ini saya letakkan ya tuan."jawab rekan putri takut-takut.


"oh jadi gadis itu bernama putri? apa kau tau nama panjangnya?tanya Eril karena benar-benar mirip dengan sepupunya.


sudah hampir 23 tahun eril tidak bertemu dengan putri karena Eril harus ikut orang tuanya ke Luar negeri sejak saat itu komunikasi antar keluarga terputus.


"Rahmania putri nama lengkap nya tuan."seru rekan kerja putri.


"mirip dengan anak Tante ku dan aku sudah tidak tahu mereka tinggal di mana?gumam Eril.

__ADS_1


"kalau begitu saya permisi tuan-tuan."ucap pelayan tersebut.


"apa kau tidak menghubungi nya? tanya Leo


"aku kehilangan kontak mereka karena papa ku ada selisih paham dengan Tante ku itu."sahut Eril.


"kau bisa kesini lagi besok untuk bertanya dengan gadis itu."ujar Leo.


Adams hanya mendengarkan percakapan sahabat nya itu.


kenapa orang semua begitu menyukai gadis itu dan apa istimewanya,dalam hati Adams bertanya seperti itu.


entah hanya Adams yang tidak menyukai putri karena Adams berpikir putri hanya ingin memanfaatkan keadaan saja.


padahal Adams jelas lihat putri tidak seperti itu bahkan surat perjanjian belum di buat saja putri sudah melakukan apa yang Adams pinta.


"aku dengar kau akan di jodohkan? tanya Leo


"heeem iya."sahut Adams


"apa kau menerima nya? terus hubungan mu dengan Alexa? timpal Eril


"aku akan membuat kontrak dengan gadis itu dan dengan Alexa aku masih tetap sama."jawab adams


"kalau kau tidak menyukai nya sebaiknya jangan di lanjutin pernikahan tersebut."saran Leo


"kau tahu orang tua ku seperti apa? dan Alexa tidak mempermasalahkan ini bahkan dia mendukungnya sampai aku dan Alexa akan menikah baru gadis itu aku ceraikan."terang Adams.


"sebaiknya kau pikirkan karena aku takut kau akan jatuh cinta dengan gadis itu."timpal Eril


"hahhaha jatuh cinta itu tidak akan pernah."sarkas Adams.


"kita lihat saja nanti.."kekeh Leo.

__ADS_1


__ADS_2