
Pagi setelah sarapan, Putri menghubungi Eril untuk datang ketempat yang sudah Putri kirim alamatnya via chat.
Putri pun langsung mandi dan berganti pakaian, dia juga membantu ibu nya Reni membuka warung.
Reni hari ini off kerja jadi bisa menemaniku Putri di rumah.
terdengar suara mobil parkir di halaman depan rumah Reni.
Putri melihat dari kaca jendela kamar Reni, dan yang turun ternyata Eril sepupunya.
Putri langsung keluar dan menyambut sepupunya itu dengan pelukan.
"kenapa kau bisa ada di sini? apa yang di lakukan Adams hah? pertanyaan Eril membuat putri terkekeh.
"kau ini bukan tanya kabar ku!! malah bertanya banyak sekali."jawab putri.
"ayo masuk!! aku kenalkan dengan sahabat baik ku."ajak putri.
"Reni.."teriak putri.
"iya ada apa Put? tanya Reni.
"ini kenalin Kakak sepupu ku kak Eril nama nya dan kak Eril ini Reni sahabat baik ku."terang Putri sambil menatap Eril dan Reni bergantian.
"aku sudah kenal."jawab Eril dan Reni bersamaan.
"hahahaha kalian ini seperti sepasang kekasih yang belum selesai masalah."ledek putri.
"ini loh yang aku ceritakan pada mu ."kesal Reni.
"oh oh oh..ini dia orang nya, kalau ini bisa aku jelaskan masalah nya juga."sahut putri.
"sudahlah dan sudah ngga penting lagi!! kan sekarang kita sudah punya kehidupan masing-masing."terang reni.
"maaf karena ada masalah keluarga dan aku ngga mungkin menolah orang tua ku untuk tidak ikut dengan mereka."ungkap Eril.
"sudahlah itu kan hanya masa lalu dan tidak perlu kita bahas lagi."jawab Reni.
"ayo duduk dan mau minum apa? tawar Reni.
"apa saja dan terima kasih."sahut Eril.
putri hanya menatap kedua orang tersebut dan putri yakin mereka saling menyukai.
"kau sering kesini put? tanya eril.
"iya jika aku off di cafe pasti aku akan kesini."sahut putri.
"apa yang ingin aku bantu untuk mu? tanya eril.
"aku ingin pergi kak dan aku tidak ingin tinggal satu rumah lagi dengan Adams."ucap putri
__ADS_1
"kenapa? apa dia menyakitimu? tanya eril.
"sudah waktunya perjanjian kontrak nikah aku dan dia berhenti sampai di sini saja kak!! sebelum salah satu dari kita merasa di rugikan."ungkap putri.
Eril seolah paham karena Eril tahu mantan Adams ada di sini dan kemarin seharian mereka menghabiskan waktu bersama.
Adams pernah mengatakan jika dirinya mulai menyukai putri..
tapi sepertinya putri mengetahui Adams karena jika putri tidak tahu, tidak mungkin adik nya ini ingin pergi.
"aku tahu perasaan mu dan akan aku siapkan tempat tinggal sementara waktu untuk mu."
"penjagaan nya juga ketat dan aku yakin tidak akan mudah orang menemukan dirimu."ujar Adams
"baiklah kak karena aku tidak akan pernah bisa untuk tinggal satu atap lagi."seru putri
Eril meminta anak buah papa nya untuk menyiapkan apartemen untuk putri.
Dan Eril pun memberitahu kan rencana ini ke pak Budi juga, agar tidak akan ada salah paham.
Mama intan pun menyesalkan kenapa bisa terjadi, dan dia meminta maid yang bernama Tuti untuk menemani putri di sana.
"aku sudah meminta ijin dengan om Budi dan juga Tante lintang.
"Tuti yang bekerja di sana akan menemani mu."terang Eril.
"baiklah lah kak dan terimakasih."ucap putri.
"apa kalian sudah saling jatuh cinta? selidik Eril
"apa kau yakin itu."tanya eril
"aku yakin itu kak."sahut putri.
"baiklah aku tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa mendukung yang menurut mu terbaik."ucap eril.
Reni hanya bisa mendengarkan saja tanpa ikut menimpali obrolan Eril dan putri.
"apa kau mau jalan sekarang? biar kau bisa bereskan tempat sesuai selera mu saja."ajak eril.
"boleh kak."sahut putri.
"ayo Reni, ikut dengan ku!! biar kau tahu di mana aku tinggal."ajak putri.
"ya sudah aku ijin ibu dahulu ya."sahut Reni yang langsung berdiri dan berjalan menuju keluar untuk ke warung ibu nya.
putri masuk kedalam kamar Reni untuk mengambil tas nya.
putri dan eril pun berpamitan juga dengan ibu nya Reni.
lalu mereka bertiga berangkat menuju apartemen yang akan putri tinggali.
__ADS_1
putri sudah memantapkan hati nya karena dia tidak ingin terluka terlalu dalam.
lebih baik dari sekarang mereka berpisah dan selama ini putri selalu mengikuti apa yang Adams perintahkan.
Adams yang memberikan harapan banyak bahkan putri merasa sedang di atas awan.
Lalu dengan cepat nya Adams sendiri yang menghempas kan.
apa Adams sedang mempermainkan perasaan diri nya.
itu yang sedang putri pikirkan, dan juga lebih baik berpisah dari sekarang.
Sementara Adams turun ke bawah dan keruangan di mana putri meneruskan pekerjaan nya.
Adams masuk nampak gelap dan sepi, dia menyalakan lampu ruangan tersebut.
ada beberapa design kemeja dan jas, ada juga yang sudah selesai di jahit.
ukuran nya adalah ukuran badan Adams, senyum mengembang di wajah Adams.
karena baju tersebut sangat bagus bahkan sangat unik menurut nya.
Adams terus melihat-lihat hasil pekerjaan istrinya itu, dan baru sadar kalau ternyata istrinya tidak pulang semalam.
"apa dia menginap di rumah Tante Susan ya."gumam Adams
"Tapi apa mungkin ya "
"loh kamu ngapain masuk ruang kerja mama."tanya lintang.
"hmm hanya mau lihat pesanan ku saja mah!! apa sudah jadi atau belum."sahut Adams salah tingkah.
"belum lah!! mana bisa jadi kalau yang bikin saja ngga akan pulang."cebik lintang
setelah mengambil apa yang dia cari , lintang dengan cepat meninggalkan Adams.
"maksudnya apa ya."Adams sedikit bingung.
lalu dia mencari maid yang biasa membantu istrinya dan ternyata maid tersebut sudah tidak bekerja lagi .
"kemana istri ku ya? lirih Adams
ingin bertanya dengan mama nya tapi Adams urungkan karena mama nya sedang ada tamu.
Adam kembali kekamar nya, dia sampai lupa pulang malam tidak melihat apa istrinya ada atau tidak.
Adams mengecek barang-barang milik istri nya dan ternyata sudah tidak ada sama sekali.
panik Yang Adams rasakan,dia langsung mandi dan berganti pakaian.
dia pun turun dengan tergesa-gesa membuat pak Budi memicingkan mata nya.
__ADS_1
pak Budi seolah enggan bertanya karena dia sudah tahu pasti anaknya baru menyadari jika putri memilih mundur menjadi istrinya.
pak Budi tidak bisa menahan putri karena sikap Adams yang tidak tegas.