
"kau tahu kenapa aku ingin bicara dengan mu? tanya Adams
putri menatap sebentar lalu menggelengkan kepala nya.
"aku akan menikahi mu tapi kau jangan berbesar hati dulu.,karena aku tidak akan pernah menganggap mu sebagai istriku. aku sudah mempunyai kekasih yang sangat mencintai ku. anggap saja aku menolongmu dari keluarga mu itu."terang Adams.
"aku tahu harus seperti apa dan aku juga tidak pernah berharap kakak bisa menerima ku,karena aku hanya ingin menyelesaikan kuliahku dan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik."ungkap putri.
"baguslah kau ternyata tahu diri."sahut Adams sinis.
"karena aku tahu tempat kak dan tidak akan mengganggu pribadi kakak juga."jawab putri yang sudah sangat lelah selalu di perlakukan tidak baik.
"apa ada yang ingin kakak tanya kan lagi? tanya putri yang memberanikan diri menatap wajah Adams
"ngga ada nanti aku akan kirim surat perjanjian untuk kau tandatangani."terang Adams
"baiklah kalau begitu kakak tinggal kabari saja nanti aku akan langsung tanda tangan. dan aku permisi kalau sudah tidak ada yang ingin di bicarakan lagi."putri pun berdiri dan meninggalkan Adams begitu saja.
"dasar gadis aneh,kenapa dia malah cuek sedangkan gadis-gadis diluar sana tergila-gila kepadaku!! gumam Adams.
putri sengaja berjalan kaki karena ingin menikmati sore hari.
sambil berjalan putri sambil menggerutu.
"apa orang kaya selalu seperti itu ya? tidak mau dengan gadis miskin atau gadis tidak bergaya."gumam putri sambil menendang apa saja yang ada di depannya.
"hah..ngapain aku pikirkan yang aku pikirkan bagaimana aku bisa kuliah dan bekerja. dia mau dengan ku atau ngga bukan urusan ku, dia punya pacar atau ngga ya bukan urusan ku juga."ungkap putri.
__ADS_1
putri terus saja menggerutu dan tak terasa dia berjalan sudah sangat jauh sampai kaki nya terasa pegal.
"aku haus ternyata,,"lirih putri
dia pun mencari mini market untuk membeli air mineral.
putri duduk sebentar di depan mini market dan wajah nya menengadah ke atas langit.
"seperti mau turun hujan."lirih putri
dia pun melanjutkan perjalanan lagi sambil menunggu angkot yang lewat.
putri melihat para anak muda yang berkumpul bahkan tertawa lepas.
dengan gaya pakaian khas anak muda sekarang serta memakai ponsel yang sangat mahal, entah kapan dia bisa mempunyai ponsel.
sampai di depan rumah nya, putri langsung bergegas masuk melalui pintu belakang rumahnya.
dia langsung memasak untuk makan malam, dengan cepat dia memasak.
"kapan kau pulang hah? sarkas Bu dwi
"sudah dari tadi Bu dan makanan segera siap."jawab putri
"ya sudah hidangkan segera jangan pakai lama."bentak Bu Dwi
putri sudah biasa dengan perlakuan seperti itu jadi dia hanya diam saja tanpa menghiraukan nya.
__ADS_1
"non apa sudah makan? tadi mbok pisahkan di kamar mbok.. nanti kita makan di sana ya? ajak mbok Ningsih.
"biar buat mbok saja..aku masih kenyang dan aku hanya ingin teh manis saja."sahut putri.
entah kenapa sejak bicara dengan Adams tadi membuat putri malas melakukan apa pun karena dia merasa Adams sudah sangat keterlaluan.
"ya sudah kalau begitu nanti mbok buatkan ya? seru mbok ningsih.
"mbok selalu saja seperti ini nanti putri bisa buat sendiri kok!! ujar putri sambil terkekeh geli.
putri menghidangkan makanan di atas meja dengan sangat telaten.
dia hanya melirik ke arah cella dan putri ngga perduli dengan kelakuan adiknya itu.
putri tau cella di luaran sangat tidak baik bahkan pergaulan nya pun terbilang berani.
putri sudah pernah menegurnya tapi dengan cella malah di bentak.
sejak saat itu putri jadi enggan menasehati adiknya itu.
"apa kau sudah selesai membeli kebaya? tanya pak Rahman
"sudah ayah dan tadi Tante lintang yang pilihkan."jawab putri.
"ngapain masih berdiri di situ!! sana masuk."hardik Bu Dwi
"iya Bu ini mau pergi kok."sahut putri
__ADS_1
yang langsung meninggalkan ruang makan tersebut, kadang dada nya sakit jika Bu Dwi memaki-maki putri.