
Setelah sampai di gerbang depan kerajaan mereka segera di sambut oleh para pengawal yang menjaga gerbang depan.
Kereta kuda berhenti di depan pintu utama dimana nenek sudah menunggu mereka.
“Akhirnya kalian sudah pulang juga” seru nenek tersenyum.
Audrey dan kedua pangeran beserta putri Laras segera turun dari kereta kuda dan menghampiri nenek.
“Iya nek” saut Audrey membalas senyuman nenek.
“Bagaimana apakah menyenangkan?” tanya nenek.
“Iya nek sangat menyenangkan, nenek tau tidak ternyata pangeran Xelo tidak bisa memancing” kata Audrey terkekeh sembari menatap pangeran Xelo yang menatapnya datar.
“Wah benarkah, nenek kira Xelo bisa memancing karena dia suka yang berbau tentang alam luar” saut nenek ikut terkekeh.
Pangeran Cleo juga tersenyum, sepertinya dia sedang menertawakan adiknya secara elegant, hehe.
Pangeran Xelo yang melihatnya bersedekap dada, dan memalingkan mukanya. Sedangkan putri Laras hanya diam saja, mendengarkan.
“Oh apakah dapat ikannya?” tanya nenek lagi.
“Sangat banyak nek” jawab Audrey sembari menunjukan ikan yang di bawanya.
“Wah banyak sekali, siapa yang memancingnya?” ucap nenek sembari melihat ikan di sebuah wadah yang cukup besar.
“Audrey nek, dia sangat pandai memancing” saut pangeran Cleo tersenyum.
“Ah pangeran Cleo mah bisa aja, tapi bener ko hehe” ucap Audrey terkekeh dan memukul pelan pundak pangeran Cleo.
Pangeran Cleo menanggapinya dengan senyum khasnya
“Ya sudah, kalian segera lah membersihkan diri” ucap sang nenek.
“Biar ikan nya di bersihkan oleh pelayan. Pelayan kemarilah, ambil ikan ini dan bersihkan” lanjut nenek sembari menitah salah satu pelayan.
“Baik ibunda ratu” saut pelayan tersebut dan mengambil alih wadah tersebut dari tangan Audrey.
“Hmm bolehkah setelah di cuci jangan di masak, karena akan ku bakar, nanti kita akan membuat ikan bakar” ucap Audrey.
“Baiklah” serunya.
“Terimakasih” ucap Audrey tersenyum.
__ADS_1
Pelayan tersebut membalas senyuman Audrey lalu pamit untuk pergi.
“Kalau begitu saya permisi, mari” ucapnya dan menunduk hormat lalu pergi.
“Audrey tadi kau bilang akan membuat ikan bakar?” tanya nenek.
“Iya nek, apakah nenek akan ikut, nanti malam kita akan membuat pesta ikan bakar, nenek mengizinkannya kan?” saut Audrey harap-harap cemas tak di kasih izin oleh nenek.
Nenek melihat Audrey lalu melihat ke arah cucu-cucu nya.
“Baiklah, nenek akan ikut, tapi untuk izin, sebenarnya nenek mengizinkan, tapi tidak tau dengan Laksamana” ucap nenek.
Dan itu membuat Audrey merasa sedih, “Hmm kalau tak boleh pun tak apa, lain kali saja kita akan membuatnya” ucap Audrey sendu.
Padahal dia ingin sekali membuat pesta ikan bakar ini, karena dia pikir disini mana mungkin akan membuat acara seperti itu.
“Audrey kau tak perlu khawatir, nanti biar aku yang akan bicara ke ayah” ucap pangeran Cleo tersenyum.
Audrey membalas senyuman pangeran Cleo, sedangkan pangeran Xelo mendengus kesal.
“Huh kau mana mungkin bisa” ucap pangeran Xelo meremehkan.
“Aku bisa, emang kau... tak bisa, hah” saut pangeran Cleo.
Kedua pangeran saling menatap tajam, “Aku bisa kau lihat saja nanti” ucap pangeran Xelo bersedekap dada.
“Baiklah akan ku lihat” pangeran Cleo tau bagaimana sifat adiknya, dia pasti tak akan bisa merengek ke ayah nya hanya karena hal sepele seperti ini, mustahil pikirnya.
“Hey sudah lah, kenapa malah berantem, kalau kalian tak bisa biar nenek dan Audrey yang akan berbicara pada Laksamana” ucap nenek melerai kedua pangeran.
“Sayang sudah yu mending kita pergi saja, aku sudah lelah” ucap putri Laras pada pangeran Xelo.
“Kalau kau lelah pulang lah, aku pun lelah dengan mu” ucap pangeran Xelo dingin dan membuat putri Laras kesal.
Putri Laras yang kesal, dia pamit pada nenek untuk pergi, “Nenek aku permisi, pangeran Xelo huh aku kesal padamu” ucap nya lalu segera pergi.
Nenek yang melihat putri Laras pergi menggelengkan kepalanya, “Xelo jangan lah seperti itu pada putri Laras bagaimanpun dia adalah tunanganmu” ucap nenek mengingatkan.
“Bukankah nenek tak suka padanya, kenapa nenek membela dia” saut pangeran Xelo bingung dengan sikap neneknya.
“Nenek tak membelanya, walaupun nenek tak suka, dia tetap anak sahabat ayah mu, kalau dia masih menghormati kita, kita hormatilah balik, apakah kau ingat, apa yang kita tanam itu yang kita tuai” ucap nenek menasehati.
“Iya nek” saut pangeran Xelo.
__ADS_1
“Ya sudah kalian istirahat lah dan bersihkan diri kalian” nenek memerintahkan, dan di angguki oleh mereka bertiga dan segera menjalankan perintah dari nenek.
Sedari tadi Laksamana melihat dan mendengarkan percakapan mereka, dia menghela nafas pelan lalu segera berlalu pergi.
***
Setelah selesai bersih-bersih Audrey istirahat, dia merebahkan tubuhnya di kasur.
“Huh, bagaimana kabar ibu dan kaka ya, apa mereka baik-baik saja” ucap Audrey menatap langit-langit kamar dan tiba-tiba kepikiran oleh keluarganya di dunia masa depan.
Sejahat-jahat ibu tirinya dan kaka tirinya, bagaimanapun mereka tetap keluarganya.
“Apakah mereka menghkawatirkanku juga” Audrey menghela nafas.
“Oh ya teman sekolahku juga bagaimana ya, ah mungkin mereka tak perduli” ucap Audrey tak terasa air matanya mengalir.
“Ayah, Audrey kangen” ucap Audrey sebelum dia ketiduran karena lelah.
***
Di dunia masa depan, tepatnya di SMAN Garuda 2.
“Hey kemana si beban itu, udah ada seminggu lebih dia gak masuk sekolah” ucap salah satu gadis berambut pendek.
“Entahlah gue gakk tau, dan gak mau tau, dan juga gak perduli” ucap teman si gadis berambut pendek.
“Lo kan kaka tirinya masa Lo gak tau” ucap gadis berambut pendek.
“Lisa sahabat gue yang cantik dengerin gue ya, gue tuh gak pernah anggep dia itu adik gue, sekalipun itu adik tiri gue, ihh sudi banget sodaraan sama tuh anak, sebenernya ya, gue tuh gak setuju ibu gue nikah sama ayah nya si beban, tapi karena ayahnya itu punya usaha yang cukup maju mangkanya gue setuju aja, eh tapi malah bangkrut usahanya, untung ibu gue yang pintar dia selingkuh sama yang lebih kaya, dan gak lama dari itu gue denger ayah tiri gue itu hilang jadi ibu gue dan gue bebas deh, dan tinggal anaknya, huh dia gak guna banget bego nya minta ampun gak bisa di andelin, pantas aja ayah nya bangkrut orang anaknya aja bego, jadi gagal kaya kan mereka miskin lagi tapi gue dan ibu gue gak gagal miskin, dan sekarang dia hilang gue seneng, dan gue gak perduli haha” ucapnya tertawa puas.
“Ya deh terserah lo aja Rin” ucap Lisa si gadis rambut pendek.
“Eh tapi, kalau gak ada si Audrey sekolah kita aman tuh gak ada yang berisik buat bully dia, tapi gue kangen bully dia haha” ucap Lisa ketawa.
“Iya lo benar, hmmm mungkin dia sekarang lagi luntang lantung di jalanan, udah gembel malah tambah gembel, hahaha” ucap Karin temen nya Lisa yang di ketahui adalah kaka tirinya Audrey.
Mereka berdua tertawa bersama, “Udah ah kenapa malah ngomongin tuh gembel sih, ayo masuk udah bel” ucap Lisa lalu masuk ke kelas di susul Karin di belakangnya.
**To Be Continue....
***
Terimakasih banyak sudah membaca, dan selamat membaca di bab selanjutnya, tunggu kelanjutan kisah Audrey ya, bye-bye**.....
__ADS_1