
BRAKK
Suara pintu kamar Audrey di dobrak oleh para pengawal, Audrey yang sedang tertidur kaget dan langsung terbangun.
“Yang mulia raja, ada apa ini?” gumam Audrey lalu segera menghampiri raja Laksamana, dan beberapa orang. Ada nenek, kedua pangeran, putri Laras dan seorang lelaki paruh baya mungkin seumuran raja Laksamana, serta ada beberapa pengawal.
“Segera geledah” titah raja Laksamana pada bebera pengawal, dan para pengawal segera menggeledah kamar yang Audrey tempati.
Audrey menatap nenek, “Nek, ada apa ini, kenapa mereka menggeledah kamarku?” tanya Audrey pada nenek, tapi nenek tak menjawabnya.
Audrey melihat ke arah pangeran Xelo dan pangeran Cleo untuk mencari jawaban, pangeran Xelo memalingkan wajahnya, sedangkan pangeran Cleo menghela nafas pelan.
“Kau mau tau, kenapa kamarmu di geledah?” saut putri Laras.
“Iya, ada apa?” tanya Audrey.
“Karena kau telah mencuri kalung serta cincin milikku” ucap putri Laras.
“Tidak, aku tidak melakukannya” ucap Audrey tak percaya.
Bagaimana bisa dia mencuri barang milik orang lain apalagi milik seorang putri, dia tidak akan berani melakukannya.
“Aku tidak mencurinya” ucap Audrey lagi.
“Raja aku tidak mencurinya” Audrey menatap raja Laksamana.
“Kau diam!” raja Laksamana menatap tajam Audrey.
“Nek... Pangeran... Apa kalian percaya padaku, aku tidak mencurinya” Audrey mencoba menggenggam tangan nenek, tapi nenek segera menepisnya.
“Nek, Audrey beneran nek” ucap Audrey menatap sendu nenek, nenek juga menatap Audrey sendu.
“Maaf Audrey” ucap nenek memalingkan wajahnya.
Audrey menggeleng, “Pangeran kau percaya padaku kan?” Audrey menatap kedua pangeran.
“Audrey kau bener lakukan hal itu?” tanya pangeran Cleo.
“Tidak pangeran, putri Laras telah memfitnah ku, aku tak akan pernah lakukan hal semacam itu, percayalah padaku” ucap Audrey mencoba meyakinkan pangeran Cleo.
“Apa yang kau katakan, putriku mana mungkin memfitnahmu, dia seorang putri, dia tau mana yang salah dan mana yang benar” ucap lelaki yang di ketahui adalah ayahnya putri Laras, raja Agung.
__ADS_1
Putri Laras melihat raja Agung berbinar, dia tersenyum tipis.
“Yang mulia raja, saya menemukan ini di tas” ucap salah satu pengawal dan memberika sebuah kantong berukuran kecil
“Buka kantongnya” titah raja Laksamana.
Pengawal tersebut membuka kantongnya, dan mengeluarkan isi yang ada si dalamnya. Ternyata isi nya adalah kalung serta cincin.
“Itu milikku” ucap putri Laras sembari mengambil alih kalung dan cincin tersebut.
“Iya bener ini kalungku, benarkan ayah ini kalung dan cincin yang kau kasih untukku” ucapnya kepada ayahnya.
“Iya, ini kalung milikmu” saut raja Agung.
“Tidak, itu bohong, aku tak pernah mencuri, kantong itu memang milikku, tapi untuk kalung dan cincin aku tak tau apa-apa, kantong itu untuk aku menyimpan uang jajanku, dan aku yakin, kontong itu tidak ada isinya, karena uang jajanku telah habis, aku yakin dan sangat ingat, dan mana mungkin ada kalung dan cicin milikmu, putri” jelas Audrey mencoba meyakinkan lagi.
“Setelah kau mencurinya kau bisa saja memasukkannya pada kantong itu kan, sudah Audrey kau jujur saja” ucap putri Laras.
“Tidak, aku berani bersumpah” saut Audrey, jarinya membentuk huruf V.
“Sahabatku, lihatkan gadis ini telah mencuri, kenapa kau menyimpan orang jahat di kerajaan mu, wahai sahabatku” saut raja Agung menatap raja Laksamana.
“Aku, akan memenjarakann dia” saut raja Laksamana menatap tajam Audrey.
“Pengawal segera bawa gadis ini” titah raja Laksamana pada pengawal untuk membawa Audrey pergi.
“Tunggu ayah, jangan bawa Audery dulu” pangeran Cleo menghentikan pengawal yang akan membawa Audrey.
“Ada apa Cleo?” tanya raja Laksamana pada putranya yang pertaman.
“Belum ada bukiti jelas bahwa Audrey yang telah mencurinya” ucap pangeran Cleo.
“Kurang bukti apa lagi pangeran, sudah jelas kalung milikku ada padanya” ucap putri Laras.
“Bukti kalau Audrey memang telah mencurinya, aku tau Audrey sedari tadi dia berada di kamarnya, kapan kalung dan cincin mu menghilang putri?” tanya pangeran Cleo menatap mata putri Laras.
“Kalung dan cincinku hilang tadi setelah kita selesai memancing, aku menyimpannya di dekat pemandian, aku melepasnya sebentar, pas aku ingin keluar untuk mengambil barang yang tertinggal, aku melihat Audrey yang sudah masuk, dan setelah dia keluar, kalung dan cincinku tidak ada, dan aku yakin dia yang mengambilnya karena dia terakhir masuk ke pemandian” jelas putri Laras dia tak berani menatap mata pangeran Cleo.
“Aku memang masuk ke pemandian untuk membersihkan tubuhku, dan aku juga memang melihatnya, tapi aku berani bersumpah aku tidak mengambilnya sama sekali” ucap Audrey menjelaskan juga.
“Lalu kalau kau tak mengambilnya kenapa kalung dan cincin milikku ada padamu?” tanya putri Laras.
__ADS_1
“I-tu aku juga-” ucapan Audrey terpotong oleh raja Laksamana.
”Sudahlah, cepat bawa dia” titahnya pada pengawal.
“Ayah tunggu, beri aku waktu untuk mencari bukti bahwa Audrey tidak bersalah, ayah tidak bisa langsung menyatakan bahwa Audrey bersalah, sebelum ada bukti yang jelas dan nyata yang lebih” ucap pangeran Cleo menatap sang ayah.
“Pangeran...” Audrey menatap sendu pangeran Cleo.
Raja Laksamana menghela nafas kasar, “Baikalah, ayah akan kasih waktu tiga hari untuk kau dapat kan bukti lebih, kalau sampai tiga hari kau tidak mendaptkannya, ayah akan menyatakan bahwa dia memang telah bersalah dan harus segera di penjara” ucapnya tegas menatap sang putra pertamanya.
“Baik ayah, Cleo akan mencari buktinya, Cleo janji 3 hari pasti sudah menemukannya, terimakasih ayah” ucap pangeran Cleo tersenyum.
“Dan untuk kau, jika Cleo tidak bisa mendapatkannya kau akan segera masuk penjara, selama tiga hari masa pencarian kau tidak boleh keluar dari kamarmu, kau tetap berada di dalam selama tiga hari pencarian, awas sampai aku dengar kau kabur atau melakukan hal yang lainnya, kau akan ku hukum” raja Laksamana menatap tajam Audrey.
“Baik raja, terimaksaih” ucap Audrey.
Raja Laksamana segera pergi di ikuti oleh raja Augung, putri Laras, nenek, pangeran Xelo, dan para pengawal.
“Gunakan waktu tiga hari itu sebaik mungkin” ucap nenek menepuk pundak sang cucu pertama sebelum benar-benar pergi.
“Iya nek” saut pangeran Cleo.
Sekarang tinggal Audrey dan pangeran Cleo, “Pangeran terimakasih kau telah mempercayaiku dan mau membantuku untuk mencari bukti lebih” Audrey tersenyum menatap pangeran Cleo.
Pangeran Cleo membalas senyuman Audrey, “Iya, aku yakin kau memang tidak mencurinya” saut pangeran Cleo.
“Terimaksih banyak pangeran, dan maaf aku telah merepotkanmu untuk mencari buktinya” Audrey menunduk sendu.
“Hey kau tak merpotkanku, aku sebagai pangeran harus berbuat adil kepada yang tidak bersalah, dan kau memang tak bersalah, aku tak bisa membiarkanmu mendapatkan hukuman karena perbutan yang tidak kau lakukan sama sekali” ucap pangeran Cleo mengangkat kepala Audrey dan menatapnya.
Audrey tersenyum, “Kau memang seorang pangeran yang baik dan bijaksana pangeran, aku salut padamu, terimaksih banyak” ucap Audrey tulus.
“Iya sama-sama” ucap nya tersenyum.
‘Bisa gagal rencanaku jika pangeran bisa menemukan buktinya, aku tak bisa membiarkan ini terjadi, aku harus membuat rencana yang lain, aku harus bisa menyingkirkan pangeran Cleo dan gadis tersebut, bisa-bisa dia menggagalkan rencanaku lagi, ini tidak bisa di biarkan, aku harus segera menyingkirkan mereka berdua’ batin sesorang yang sedari tadi terus memperhatikan Audrey dan pangeran Cleo.
‘Rencanaku kali ini tidak boleh gagal, aku harus lakukan sesuatu, pangeran lihat saja nanti kau tidak akan bisa mendapatkan buktinya’ batinnya licik dan tersenyum miring setelah itu dia segera pergi.
**To Be Continue...
***
__ADS_1
Aku tak akan berhenti mengucapkan terimaksaih banyak buat readers, makasih udah membaca, dan selamat membaca di bab selanjutnya.... Bye-bye**....