
Kini mereka sudah sampai di kerajaan, Audrey segera di obati oleh tabib, sedangkan para Anggota komunitas Bulan Sabit menghadap kepada raja Laksamana, termasuk Tian, paman Li dan Soo Yun pun sudah di jemput dan sekarang sudah ada di kerajaan.
Raja Laksamana menatap mereka semua dengan tatapan datar, “Apa kalian semua pelakunya?” tanyanya dingin.
Mereka hanya diam saja tidak menjawab, “Jawab, kenapa diam saja. Bukankah kalian para anggota yang di takuti para warga di desa” ucap pangeran Xelo sinis.
“Iya” jawab si pria yang hampir mau mel3cehk4n Audrey, dia sebagai ketua yang menjawabnya dan sebut saja namanya Yongi.
“Kenapa kalian melakukan itu?” tanya raja Laksamana sesantai mungkin.
“Bukan urusanmu” jawabnya ketus.
Raja Laksamana mencoba bersabar karena dia baru saja sembuh dan belum sembuh total.
Raja Laksamana menghela nafas pelan, “Siapa yang menyuruhmu?” tanyanya lagi.
“Kubilang itu bukan urusanmu!!” jawabnya menekan setiap kata dan menatap tajam kepada raja Laksamana.
PLAKK
Pangeran Xelo yang marah segera menampar Yongi keras hingga sudut b1b1rnya berd4rah.
“Berani sekali kau bersikap tak sopan kepada raja” ucap pangeran Xelo yang sangat marah.
Sedangkan yang di tampar hanya terkekeh pelan saja dan menatap pangeran Xelo dingin tak kalah dingin dengan pangeran Xelo yang juga menatapnya dingin.
“Aku harus bersikap sopan kepada seorang raja yang dianya sendiri pun tidak tau sopan santun!!” ucapnya yang juga sangat marah.
“Apa maksudmu hah?!” tanya pangeran Xelo mencengkram kerah baju Yongi.
Sedangkan yang lain sudah mencegat pangeran Xelo tapi pangeran Xelo tetap keras kepala.
“Apa yang kau bilang tadi hah?!” ucapnya lagi berteriak di depan wajah Yongi.
“Yang aku ucapkan memang benar, ayahmu tidak punya sopan santun sama sekali” ucapnya menekan kata-kata terakhir.
“Dasar kau” pangeran Xelo ingin menghajar wajah pria yang di depannya tapi dirinya di tarik oleh pangeran Cleo.
“Lepaskan aku, aku ingin menghajar wajah b4jin9an itu” ucapnya memberontak.
“Xelo tenanglah, kita bicarakan baik-baik” ucap pangeran Cleo tetap menarik tubuh adiknya.
Pangeran Xelo tidak memberontak lagi, tapi nafasnya naik turun, matanya dan wajahnya memerah dan menatap tajam Yongi.
“Jelaskan apa maksudmu” saut raja Laksaman.
“Benarkah, apakah aku harus menjelaskan semuanya di depan bawahanmu, wahai raja” jawabnya sinis dan menatap meremehkan.
“Ya, apa pun jelaskan semuanya agar jelas” sautnya mengangguk.
“Baiklah, karena itu keinginanmu akan ku bongkar rahasia terbesarmu, wahai raja Laksaman” ucapnya sinis.
“Apakah kau ingat dengan seseorang yang bernama Myun Gii?” tanyanya menatap sinis raja Laksamana.
Raja Laksamana yang mendengarnya seketika terdiam, wajahnya sudah pucat pasi, dan itu membuat yang lain semakin penasaran.
__ADS_1
“Apa kah kau masih ingat raja? Kekasihmu yang kau tinggalkan dalam keadaan HAMIL” lanjutnya menakan kata terakhir.
Yang lain semakin kaget dan raja Laksamana hanya diam membisu.
“APA KAU MASIH INGAT HAH?! JAWAB AKU APA KAU MASIH INGAT, DIA ADALAH KEKASIHMU DULU, KAU MENINGGALKAN NYA DALAM KEADAAN DIA YANG SEDANG MENGAMDUNG ANAKMU, WAHAI RAJA LAKSAMAN YANG TERHORMAT” bentaknya meluapkan semuanya.
“APA KAU TAU SIAPA WANITA ITU, WANITA ITU ADALAH IBUKU, IBUKU DAN SEKARANG DIA SUDAH MENINGGAL, DAN ITU KARENA MU” ucapnya menatap tajam raja Laksamana.
“SETELAH KAU MELAKUKANNYA PADA IBUKU KAU MENINGGALKANNYA BEGITU SAJA, PADAHAL KAU TAU IBUKU SEDANG MENGANDUNG ANAKMU DAN DIA SANGAT MENCINTAIMU HINGGA DIA RELA MEMBERIKAN KEHORMATANYA UNTUK LELAKI TAK BERTANGJUNG JAWAB SEPERTIMU, TAPI KAU MENINGGALKANNYA DAN MENIKAH DENGAN DEWI XIAN, SEPUPUNYA IBUKU” teriaknya frustasi dan menangis.
“DAN SEKARANG ANAK YANG KAU TINGGALKAN ADA DI HADAPANMU, AKU... AKU ANAK YANG KAU TINGGALKAN BERSAMA KEKASIH LAMA MU!!”
“Sekarang ibuku sudah meninggal, dia mengalami sakit parah, TAPI KAU TAK MEMPERDULIKANNYA, DIA DAN AKU HIDUP SUSAH SEDANGKAN KAU DAN KELUARGAMU HIDUP SENANG, DI MANA HATIMU, HAH DIMANA, JAWAB AKU, KENAPA KAU HANYA DIAM SAJA?!!” Yongi terus saja mengeluarkan sesuatu yang mengganjal di hatinya dan air matanya terus berderai membasahi wajah manisnya.
Sudah pasti yang hadir di sana begitu kaget mendengarnya, sedangkan raja Laksamana hanya diam saja tanpa mengucapkan satu katapun dan menatap kosong kedepan.
“Aku sudah di tinggalkan oleh ibuku sejak usiaku 5 tahun, sejak saat itu aku hanya bergelantung dengan orang lain, aku mengetahui bahwa aku adalah anakmu dari ibuku sebelum dia meninggalkanku untuk selamanya” ucapnya menunduk sembari terisak.
“Setelah aku beranjak dewasa aku mencoba mendaftar menjadi seorang prajurit di kerajaanmu, agar aku bisa dekat denganmu” lanjutnya.
“Tapi kau menolakku secara mentah-mentah” Yongi menatap tajam raja Laksamana.
“Sejak saat itu aku mulai membencimu dan dendam terhadapmu, aku ingin membalaskan dendamku dan dendam ibuku”
“Dan kau tau apa? Aku membuat komunitas yang anggotanya sama sepertiku yang di tolak oleh dirimu sebagai seorang prajurit, dan selain itu Tuhan juga berpihak padaku, Tuhan mengirimkanku seseorang yang mau membantuku untuk membalaskan dendamku padamu” Yongi terus saja bercerita.
Semua orang juga terdiam mereka tidak menyangka ternyata raja Laksamana memilik kisah masa lalu yang kelam.
“Jadi bagaimana apakah sudah jelas?” tanya Yongi menatap raja Laksamana tajam dengan mata yang sudah merah akibat menangis.
“Laksamana apakah yang di ucapkanya benar?” tanya nenek menatap raja Laksamana kecewa.
Sedangkan raja Laksamana hanya diam saja tidak menjawab dan pandangannya kosong kedepan.
“LAKSAMAN JAWAB IBU” teriak nenek yang sudah meneteskan air matanya.
Raja Laksamana menatap sang ibu lalu menunduk, “Maafkan Laksamana bu” jawabnya.
Nenek menggelengkan kepalanya pelan, ”Ibu kecewa padamu, Laksamana” ucap nenek lalu pergi dengan pelayan di belakanngnya.
Raja Laksaman menatap kepergian sang ibu, pangeran Xelo juga menatap ayahnya kecewa, “Ayah aku pun kecewa pada ayah, beruntung ibu belum sadar jika saja ibu sudah sadar pasti sangat hancur hatinya, aku sangat kecewa pada ayah” ucap pangeran Xelo lalu pergi menyusul nenek.
Audrey yang baru sadar bingung ketika melihat keributan, dan melihat pangeran Xelo yang pergi dengan mata dan wajah yang merah.
Audrey menatap raja Laksaman yang hanya menunduk dan pangeran Cleo yang menggepalkan tanggannya.
Audrey ingin bertanya kepada salah satu pelayan tapi dia mengurungkannya lantaran melihat pangeran Cleo yang menghampiri ayahnya.
“Ayah, semuanya bisa di perbaiki, seburuk-buruknya masa lalumu pasti bisa di perbaiki” ucap pangeran Cleo mengusap pundak ayahnya dan tersenyum tipis.
Raja Laksamana berdiri dari tempat kebesarannya, lalu menghampiri Yongi. Raja Laksaman berdiri di depan Yongi setelah itu dia terduduk di depannya dan langsung memeluknya.
“Maafkan saya” ucap raja Laksaman menangis dalam pelukan Yongi yang juga sama menangis.
“Maaf, saya telah menelantarkan kalian berdua, mungkin permasalahan yang saya hadapi saat ini karena kesalahan saya di waktu dulu. Sekali lagi saya meminta maaf padamu, Yongi” ucap raja Laksamana tulus.
__ADS_1
Raja Laksamana melepas pelukannya dan menatap kedua bola mata Yongi yang sudah memerah.
“Maafkan Ayah nak” ucap raja Laksamana menatap sendu pria di hadapannya saat ini yang ternyata adalah anak pertamanya.
Yongi yang mendengar kata 'Ayah' meneteskan air matanya. Raja Laksamana yang melihatnya mengusap pelan air mata yang jatuh lalu memeluknya erat.
Semua orang yang melihatnya terharu, termasuk pangeran Cleo, walaupun dari hati kecilnya ada sedikit rasa sakit dan kecewa, tapi dia tidak memperdulikannya dan lebih baik menyingkirkan rasanya demi kebahagiaan seseorang.
Audrey pun yang melihatnya terharu dia menitikan air mata, walaupun dia tidak tau asal usulnya.
Sedangkan Yongi di dalam pelukan raja Laksamana semakin terisak keras dia ingin memeluknya tapi tangannya masih terikat, tapi itu tak menjadi masalah, hatinya berasa menghangat dia seperti mendapatkan pelukan kehangatan lagi setelah sekian lamanya tidak mendapatkannya.
Perlahan raja Laksamana melepas pukannya dan juga membuka ikatan pada tangan anaknya.
“Sekarang kau adalah bagian dari keluarga Zanxavier, Pangeran Yongi Zanxavier, dan kau sebagai anak pertama” ucap raja Laksamana membantu Yongi untuk berdiri.
Yongi tersenyum, “Tak usah, aku tak perlu menjadi salah satu anggota keluargamu, dengan pengakuanmu padaku sudah membuatku cukup” ucap Yongi.
“Tidak, sekarang kau adalah putra mahkota, aku angkat kau menjadi putra mahkota” ucap raja Laksamana memegang kedua bahu Yongi.
Yongi menatap pangeran Cleo yang tersenyum padanya dan mengangguk kecil, Yongi membalas senyumannya walau hanya tipis.
“Tapi ak-” ucapannya terpotong oleh pangeran Cleo.
“Kaka, kau adalah kaka ku” saut pangeran Cleo cepat.
Yongi menjadi terharu sebenarnya di dalam hatinya ada rasa bersalah dan bahagia. Semua orang menatapnya sendu.
“Jadi sebagai permintaan maafku padamu di masa lalu kau sekarang telah menjadi putra mahkota karena kau darah dagingku dan memiliki darah kerajaan” ucap raja Laksamana menatap Yongi.
Yongi menatap balik raja Laksamana tanpa minta izin dia memeluk, ayahnya.
Anak dan ayah saling berpelukan satu sama lain, menyalurkan rasa rindu yang tidak pernah terobati. Semua orang begitu terharu hingga ada yang menitikan air matanya.
Awalnya semua yang hadir begitu tak percaya dengan raja Laksaman, tapi setelah melihat ketulusan dari mata raja, mereka tau bahwa raja Laksamana telah menyesali perbuatannya dan akan memperbaikinya, dan mereka berharap semoga saja bisa terwujud.
Lalu pangeran Cleo menghampiri ayahnya dan sodara barunya, “Aku ingin bertanya sesuatu padamu” ucap pangeran Cleo.
“Ingin bertanya apa?” saut Yongi.
“Lalu siapakah yang sudah membantumu?” tanya pangeran Cleo yang masih penasaran dan raja Laksamana pun langsung menoleh ke arah Yongi.
Yongi menghela nafas pelan, “Baiklah akanku kasih tau” ucapnya.
Lalu Yongi menatap raja Laksamana dan pangeran Cleo secara bergantian, “Dia adalah orang terdekatmu, teman kecilmu” lanjutnya lagi menatap raja Laksamana dengan wajah serius.
**TO BE CONTINUE.....
***
TERIMAKASIH SUDAH MAMPIR DAN SELAMAT MEMBACA DI BAB SELANJUTNYA.
MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN YA, BAGI YANG MELAKSANAKANNYA.
MAAF BARU UP, SOALNYA SIBUK, TAPI MALASIH YA YANG UDAH NUNGGUIN AUTHOR UP, SAYANG DEH HEHE UDAH AH, SAMPAI JUMPA BESOK, BYE-BYE**...
__ADS_1