Teleportasi Kedunia Kerajaan

Teleportasi Kedunia Kerajaan
Bab 7 : Putri Laras


__ADS_3

Sudah ada seminggu Audrey berada di kerajaan, dia sudah lebih akrab dengan lingkungan sekitar dan juga lebih dekat dengan pangeran.


Seperti sekarang Audrey terus saja membujuk pangeran Xelo agar ikut ke kebun, untuk memetik buah dan sayuran.


“Pangeran ayolah, ikut lah dengan kami, ayolah pangeran, hanya sebentar saja” ucap Audrey menarik tangan pangeran Xelo.


Sedangkan sang pangeran hanya diam saja tak menghiraukan Audrey yang sedari tadi terus membujuknya.


“Pangeran ayolah, ku mohon kali ini saja...


Kau sangat jahat pangeran, pangeran ayolah” Audrey terus saja membujuk pangeran agar dia mau ikut bersamanya.


Pangeran Xelo yang sudah mulai risih menatap tajam Audrey, Audrey yang di tatap tajam segera menunduk dan perlahan mulai melepas tarikan tangannya.


Nenek yang sedari tadi diam memperhatikan mereka, sekarang angkat bicara.


“Xelo jangan lah menatap tajam Audrey” ucap sang nenek, nenek tau Audrey paling takut jika di tatap seperti tadi, dia masih takut walau pun di dunia yang berbeda.


Pangeran Xelo yang sadar langsung menghela nafas pelan, “Baiklah” ucap pangeran Xelo dan segera bangkit dari duduknya.


Audrey yang melihat itu tersenyum senang, “Yes... Akhirnya pangeran mau juga, ayo pangeran aku sudah tak sabar” ucap Audrey dan menarik tangan pangeran Xelo.


Nenek hanya tersenyum sedangkan pangeran Cleo, dia tersenyum simpul, dan segera mengikuti mereka berdua yang lebih mendahulukan mereka.


***


Sesampainya di kebun mereka langsung saja memetik buah dan sayuran yang sudah matang.


Audrey yang melihat pangeran Xelo diam saja segera menghampirinya.


“Pangeran kenapa kau diam saja?” ucap Audrey.


“Hmm aku tak tau” sautnya dingin.


“Biar ku ajarkan” ucapnya.


“Kalau sudah warna merah seperti ini, tandanya sudah boleh di petik” ucap Audrey dan memetik buah tomat.


Pangeran Xelo mengangguk, “Ayo cobalah kau memetik” ucap Audrey.


Pangeran Xelo memetik salah satu buah tomat, “Apakah yang ini sudah boleh di petik?” tanya pangeran Xelo.


“Iya, yang itu sudah boleh di petik” jawab Audrey.


Dari kejauhan nenek dan pangeran Cleo terus saja memperhatikan mereka berdua.


“Mereka sangat akrab, ternyata pangeran Xelo bisa luluh juga, biasanya dia tak suka jika diajak ke kebun dan tidak suka di keramaian, sekarang ketika ada Audrey dia mulai sedikit berubah ya walau pun sikap dingin nya masih saja ada” ucap nenek tersenyum, pangeran Cleo pun tersenyum simpul.


Setelah selesai, mereka segera pergi kedapur untuk membuat makanan, dan kali ini Audrey yang akan memasaknya.


Awalnya pangeran Cleo dan para pelayan ingin membantu Audrey, tapi Audrey melarangnya biar dia saja yang memasak, dan mereka duduk saja menunggu.


Pangeran Cleo menatap Audrey yang sedang fokus memasak, tanpa sadar dia tersenyum tipis.


“Audrey sangat fokus memasaknya” ucap nenek.


“Iya nek” saut pangeran Cleo, dan deheman dari pangeran Xelo.


“Audrey semangat nak” ucap nenek menyemangati Audrey.


Audrey tersenyum, “Iya nek” saut Audrey.


“Audrey hati-hati dalam memotong nanti tangan mu bisa terluka” peringat pangeran Cleo, pangeran Xelo langsung menatap pangeran Cleo datar.


“Siap pangeran” ucap Audrey tersenyum.


Audrey sangat senang, biasanya ketika dia memasak di rumahnya tidak ada yang memperhatikannya, bahkan ketika tangannya terluka pun tak ada yang perduli.


Setelah benerapa menit Audrey memasak kini sudah ada beberapa hidangan makanan di atas meja.


“Ayo cobalah, ini makanan yang biasaku masak di rumah” ucapnya.


Nenek mengambil sendok dan mencicipi salah satu makanan tersebut.

__ADS_1


“Hmm ini enak, apa namanya nak?” ucap nenek.


“Yang nenek makan namanya capcai, dan yang ini kangkung, yang ini kentang rebus balado” ucap Audrey memberitahu satu persatu nama makanan tersebut.


Mereka semua mengangguk kompak.


“Ayo cobalah lagi” ucap Audrey.


Nenek, pangeran Cleo, dan pangeran Xelo mencicipi lagi.


“Bagaimana apakah enak?” tanya Audrey.


“Hmmm ini sangat enak, kau pandai memasak” ucap pangeran Cleo.


“Benarkah?”


“Iya nak ini sangat enak” saut nenek membenarkan.


Sedangkan pangeran Xelo hanya diam saja tak bereaksi sedikitpun.


“Pangeran menurutmu bagaimana?” tanya Audrey pada pangeran Xelo.


“Hmm” pangeran Xelo mengangguk, Audrey tersenyum.


“Mmm ayah kemarilah, cobalah makanan buatan Audrey” ucap pangeran Cleo pada raja yang melewati mereka.


Raja melihat mereka yang sedang asik menyantap makanan buatan Audrey.


Audrey tersenyum, “Iya Laksamana, kemarilah, cobalah ini sangat enak” ucap nenek yang juga menyahuti raja.


“Aku tak mau, pasti makanan itu sudah ada racunnya” ucap raja ketus.


Audrey yang mendengarnya sedih, “Tidak ada ayah, buktinya aku sudah makan banyak tapi tak terjadi apa-apa dengan ku, yak kan nek?” kata pangeren Cleo.


“Iya”


Sang raja menghampiri mereka, dan melihat makanan tersebut.


“Tetap saja aku tak akan pernah memakan makanan mu” ucapnya sinis dan segera pergi bersama pengawalnya.


“Hey jangan dengarkan ayah, dia hanya gengsi untuk memakannya, ini sangat enak aku menyukainya lain kali kau masak lah yang banyak untuk ku” ucap pangeran Cleo tersenyum dan melahap makanan yang tersisa.


Audrey yang melihat itu tersenyum, “Baiklah, lain kali aku akan memasakannya lagi” ucap Audrey.


Pangeran Cleo pun tersenyum, dan nenek yang melihat itu juga ikut tersenyum, sadangkan pangeran Xelo hanya diam saja dengan muka datarnya.


“ PANGERAN XELOO!” teriak seseorang melengking di semua sudut kerajaan.


Pangeran Xelo, pangeran Cleo, dan nenek yang tau teriakan dari siapa mereka acuh tak acuh saja.


“Hey teriakan siapa itu?” tanya Audrey bingung.


Belum sempat pertanyaan Audrey di jawab orang yang berteriak tadi langsung memeluk pangeran Xelo.


Audrey kaget, Audrey yang tak tau apa-apa langsung melepas pelukan gadis aneh ini dari pangeran Xelo.


“Ihhh kau siapa main peluk pangeran Xelo, kau tak boleh memeluk pangeran sembarangan, lepaskan” ucap Audrey mencoba melepaskan gadis tersebut dari pangeran Xelo.


Gadis tersebut langsung mendorong Audrey kuat hingga dia hampir terjatuh, untung saja pangeran Cleo menangkapnya jika tidak mungkin Audrey akan terjatuh.


“Seharusnya aku yang bertanya pada mu, kau siapa mengapa ada di Kerajaan Magixion, dan kau tak seharusnya melarangku memeluk calon tunanganku” ucapnya tajam.


Audrey kaget ketika dia bilang calon tunangan, maksudnya pangeran Xelo akan segera bertunangan?


“Sayang, kenapa ada gadis seperti ini di kerajaan, siapa dia?” tanya nya manja pada pangeran Xelo.


Sedangkan yang di tanya hanya diam saja, “Ihh... Sayang jawab lah, kenapa diam saja” ucapnya lagi.


“Dia Audrey, orang yang nenek panggil, karena dia adalah orang pilihan” jawab nenek yang sedari tadi diam.


“Orang pilihan? Kenapa nenek memanggilnya, kenapa tidak memanggilku saja” ucapnya sedikit kesal.


“Emang siapa kau yang bisa memperintahkanku” ucap nenek sinis.

__ADS_1


Gadis itu kesal, “Xelo lihat lah nenek seperti itu pada ku” adunya manja pada pangeran Xelo, tapi lagi dan lagi hanya di kacangin saja oleh pangeran Xelo.


Audrey dan pangeran Cleo yang sedari tadi melihatnya menahan tawanya, gadis itu yang melihatnya semakin di buat kesal.


“Apa yang kalian tertawakan, tidak ada yang lucu” ucapnya pada pangeran Cleo dan Audrey.


“Tidak ada yang kami tertawakan putri” jawab pangeran Cleo.


Gadis tersebut mendengus kesal, dan langsung menarik pangeran Xelo pergi.


“Sayang ayolah kita pergi saja” ucapnya lalu segera melenggang pergi tak lupa menarik pangeran Xelo untuk ikut bersamanya.


“Siapa dia pangeran? Mengapa kau menyebutnya putri?” tanya Audrey melihat mereka berdua yang mulai menjauh.


“Dia putri Laras anak dari raja Agung dari Kerajaan Vansicion yaitu kerajaan sebelah, dan dia sudah di jodohkan oleh pangeran Xelo, awalnya dia akan di jodohkan dengan pangeran Cleo, karena pangeran Cleo adalah pengeran pertama, tapi dia tak mau dan memilih pangeran Xelo” jelas sang nenek.


Audrey mengangguk paham, “Kenapa dia lebih memilih pangeran Xelo ya, padahalkan pangeran Xelo sangat dingin, dan susah untuk di ajak mengobrol, berbeda dengan pangeran Cleo yang asik di ajak mengobrol” ucap Audrey.


Nenek dan pangeran Cleo tersenyum, “Tak tau biarkan saja, biarkan dia berbicara sendiri dengan pangeran Xelo” ucap nenek.


“Mmm nenek tadi seperti tak suka padanya, kenapa?” tanya Audrey hati-hati, takut dia salah berbicara.


“Iya nenek tak suka padanya, dia selalu memerintah ini dan itu, dia juga sangat sombong, dan dia juga sepertinya tak baik, nenek sebenarnya tak setuju jika cucu-cucu nenek di jodohkan dengannya” ucap nenek tak suka pada putri Laras.


“Tapi Laksamana tetap saja meneruskan perjodohannya, dia bilang agar tali persodaraan antara sahabatnya tak lepas” lanjut nenek.


“Ya sudahlah nek, mau bagaimana lagi ayah memang keras kepala, nenek tau itu kan” ucap pengeran Cleo.


“Iya, ayahmu sangat keras kepala” saut nenek.


“Mengapa dia tak baik nek?” ucap Audrey yang masih memikirkan kata-kata nenek tadi.


Nenek menghela nafas pelan, “Nenek merasa bahwa dia memiliki niat jahat pada kerajaan” ucap nenek.


“Maksud nenek?”


“Ya nenek merasa bahwa dia tak benar-benar baik, dia ingin menghancurkan kerajaan” jawab sang nenek.


Pangeran Cleo merangkul nenek, “Nek jangan lah berpikir yang negatif, berpikirlah yang positif, nenek sendiri bukan yang bilang pada Cleo bahwa tidak boleh berpikiran yang negatif berlebihan pada siapa pun, jaga-jaga boleh tapi tak boleh langsung mengatakan bahwa dia berniat jahat” jelas pangeran Cleo.


Nenek tersenyum, “Iya sayang kau memang cucu nenek yang paling baik” ucap nenek.


Audrey yang melihat kedekatan antara nenek dan cucu hatinya menghangat, dia tak pernah di sayang tulus oleh siapapun bahkan oleh neneknya sendiri, kecuali oleh ayahnya.


‘Ayah di mana kau, aku sangat merindukan mu, cepatlah pulang ayah’ Audrey membatin sendu.


Audrey merasa bahwa ayahnya masih hidup walau sudah lama tak bertemu, tapi Audrey yakin bahwa ayahnya masih ada dan akan segera kembali bersamanya, Audrey yakin itu.


‘Ayah cepatlah pulang’ batinnya lagi.


Matanya mulai berkaca-kaca dan tinggal di jatuhkan saja, tapi Audrey tak mau nenek dan pangeran Cleo melihatnya dia memalingkan wajahnya dan menghapus air matanya.


“Sudahlah nenek mau istirahat dulu, nenek sangat lelah” ucap nenek bangkit dari duduknya.


“Audrey kau dengan pangeran Cleo saja dulu ya”


“Iya nek, selamat beristirahat” ucap Audrey tersenyum.


Nenek juga tersenyum dan segera pergi ke kamarnya, tersisa pangeran Cleo dan juga Audrey.


“Mmm pangeran bolehkah engkau mengajarkan ku caranya memanah aku ingin sekali mencobanya” ucap Audrey pada pangeran Cleo.


“Aku tak terlalu pandai memanah, pangeran Xelo yang sangat pandai dalam hal memanah, tapi tak apa aku akan tetap mengajarkannya padamu” saut pangeran Cleo tersenyum.


“Baiklah, kalau begitu ayo” ucap Audrey semangat.


Pangeran tersenyum, dan mereka segera pergi ke tempat khusus untuk memanah.


To Be Continue....


***


**Maaf ya baru up, nanti akan ku usahakan up lebih sering deh... Eits tapi biar lebih semangat jangan lupa di like ya.

__ADS_1


Makasih banyak... Selamat membaca di bab selanjutnya... Bye... Bye**.


__ADS_2