Teleportasi Kedunia Kerajaan

Teleportasi Kedunia Kerajaan
Bab 31 : hidroponik


__ADS_3

“Maksudnya kami”


Semua orang menoleh ke orang tersebut, pangeran Xelo dan Audrey mendekati mereka semua.


Pangeran Xelo menatap ketiga pengawalnya yang di seret oleh para warga, dia menghela nafas pelan.


“Kalian... Kalian pasti dari kerajaan kan, kau pasti pangeran” ucap salah satu warga menunjuk pangeran Xelo.


“Jujur saja” lanjutnya.


Lalu orang tersebut mendekati pangeran Xelo dan menarik kaca mata dan tempelannya lalu mengambil air dan menyiramnya ke wajah pangeran Xelo.


BYURR


Semuanya kaget termasuk Audrey, Audrey menutup mulutnya tak percaya, sedangkan pangeran Xelo memejamkan matanya dan tangannya sudah terkepal.


“Nah lihatkan dia itu pangeran Xelo yang menyamar” ucapnya menunjuk pangeran Xelo.


Semua orang kaget termasuk paman Li dan Tian.


“Guan Tian kau lihatkan” lanjutnya menatap paman Li.


“Apakah ini benar?” tanya paman Li menatap pangeran Xelo dan Audrey bergantian.


“Iya ini semua benar” jawab pangeran Xelo tegas.


Pangeran Xelo menatap pengawal John yang hanya menunduk, “John, kenapa ini terjadi?” tanya pangeran Xelo.


“Maafkan saya pangeran, ini karena kecerobohan saya sendiri” jawab pengawal Jhon.


“Dan kami ketauan karena kami mendapat surat dari kerajaan untuk anda” lanjutnya lalu melepas dirinya dan mendekat ke arah pangeran Xelo.


“Nih pangeran” pengawal Jhon memberikan surat tersebut kepada pangeran Xelo.


Pangeran Xelo menerima surat dan membukanya, semuanya menatap pangeran Xelo.


Pangeran Xelo menghela nafas pelan, lalu menyodorkan ke surat tersebut kepada Audrey.


“Baca” titah pangeran Xelo, Audrey bingung tapi juga tetap menerimanya dan membacanya.


Setelah membacanya Audrey menatap para warga yang hanya menatapnya.


“Semuanya, kami dari kerajaan meminta maaf sebesar-besarnya kepada kalian semua, kami menyamar karena kami juga mau merasakan seperti kalian dan kami pun punya tujuan lain, mangka dari itu saya Audrey Lestari mewakili kerajaan dan raja Laksamana untuk meminta maaf kepada kalian dari hati yang paling dalam” ucap Audrey lantang.


Pangeran Xelo menatap Audrey dia tersenyum simpul.


“Dan saya Xelo Zanxavier meminta maaf kepada kalian semua, saya atas nama kerajaan dan raja meminta maaf, sungguh kami tidak tau kalau kami sudah membuat kalian menderita, jadi saya akan menebus itu semua” pangeran Xelo ikut berbicara lantang dan tegas, lalu menunduk tanda maaf.


“Jhon beritahu orang kerajaan, kirim bahan pangan dan juga kebutuhan lainnya, bawa ke sini” titah pangeran Xelo.


“Baik pangeran” sautnya.


“Tunggu” salah satu pria menghentikan pengawal Jhon.


“Tidak perlu, lagian kami sudah mendapat bahan pangan yang cukup dari kerajaan Vansicion, jadi kau tak perlu repot-repot” ujarnya.


Pangeran Xelo kaget, dan juga bingung, ‘Kerajaan Vansicion bukankah itu kerajaan raja Agung’ batin pangeran Xelo.


“Kerajaan Vansicion?” tanya Audrey.


“Iya, jadi kalian tak perlu repot-repot memikirkan kami lagi, karena kami sudah mendapatkan raja dan kerajaan yang lebih baik” jawabnya ketus.


“Mungkin bagi kalian baik, bagaimana jika sebenarnya tidak baik?” tanya pangeran Xelo.

__ADS_1


“Kau bicara apa? Jangan menuduh yang tidak-tidak” ucapnya.


“Berarti kau pun tak boleh menuduh kerajaan Magixion dan raja Laksamana yang tidak-tidak dong” saut Audrey sinis.


“Kalau kau bicara saring dengan baik” lanjutnya.


“Pengawal se-” ucapan pangeran Xelo terpotong.


“Tidak usah, dia benar, kau tidak perlu repot-repot, lebih baik kalian kembali ke kerajaan dan tidak usah kembali lagi ke desa kami” teriak yang lain.


“Iya, pergilah dari desa kami” teriaknya lagi.


“UUUUU PERGI” para warga terus saja berteriak agar pangeran Xelo dan Audrey beserta pengawalnya untuk kembali lagi ke kerajaan.


Pangeran Xelo dan Audrey saling menatap satu sama lain.


“Hey... Kalian tenanglah, kita bisa bicarakan ini dengan baik-baik, bicaralah dengan kepala dingin” saut paman Li menengahi.


“Li Guan kau membela mereka?” tanya salah satunya.


“Aku tidak membela siapapun di sini, bagiku semuanya salah tidak ada yang benar” jawab paman Li.


“Maksud kau apa Li Guan?” tanyanya lagi.


“Maksud kau kami juga yang salah? Iya?” tanya yang lain.


“Tidak, maksudku tidak seperti itu” jawab paman Li.


“Lalu apa?!” tanyanya.


“Kalian salah kerajaan juga salah, di sini tidak ada yang benar, kesalahan kalian adalah marah-marah tanpa tau alasan dan bukti yang jelas, sedangkan kesalahan kerajaan yang tidak bisa mengontrol rakyatnya sendiri” jelas paman Li panjang lebar.


Semuanya terdiam, apa yang paman Li ucapkan barusan memang ada benarnya juga.


Semua warga saling pandang dan membicarakan, entah mereka membicarakan apa, pangeran Xelo dan Audrey pun tak tau.


Pangeran Xelo berharap bahwa masih ada kesempatan untuk kerajaan Magixion dan sang ayah.


“Apapun itu kami masih tak terima” teriak seorang pria.


Paman Li mengusap wajahnya kasar, sedangkan pangeran Xelo menghela nafas kasar.


“Semuanya saya minta perhatian kalian” teriak Audrey yang membuat perhatian para warga terfokus kan pada Audrey.


“Saya di sini hanya ingin memperjelas saja, bahwa apa yang di katakan paman Li memang benar, jadi saya berharap lebih pada kalian untuk kasih kami kesempatan untuk memperbaiki semuanya” ucap Audrey.


“Kami dari pihak kerajaan tau kesalahan kami, kesalahan kami yaitu membuat kalian kelaparan dan membuat kalian kecewa. Tapi, asal kalian tau kesalahan itu semua tidak sengaja kami lakukan, dan untuk bahan pangan sebenarnya sudah kami kirim ke desa tapi karena ada seseorang yang tidak memiliki perasaan sama sekali, dia membawa kabur bahan pangan yang kerajaan kirim kan untuk kalian” pangeran Xelo ikut menyahuti dan menjelaskan.


Ketika pangeran Xelo berbicara seperti itu ternyata ada yang mengepalkan tangannya kesal tanpa sepengetahuan siapa pun.


“Dan kami pun tidak tau seseorang itu siapa, jika kalian tidak percaya kalian bisa langsung tanya ke tiga pengawal yang tadi kalian seret” lanjutnya.


Para warga menatap tiga pengawal, “Yang di katakan pangeran Xelo benar, saya pribadi pun meminta maaf kepada kalian karena saya yang waktu itu di tugaskan untuk mengirim bahan pangannya” ucap pengawal John menunduk meminta maaf.


Semua warga terdiam, mereka memikirkan dengan pikiran masing-masing.


“Kalian sekarang sudah tau, apakah masih tidak mau memberi kami kesempatan, jika kalian memberi kami kesempatan kami berjanji akan menggunakan kesempatan itu sebaik mungkin untuk memperbaiki semuanya termasuk tanah dan juga air, dan kami pun akan membantu kalian agar bisa kembali bercocok tanam” ucap Audrey.


Pangeran Menoleh ke arah Audrey, “Ubah rencana, gunakan rencana B” ucap Audrey pelan kepada pangeran Xelo sembari tersenyum, pangeran mengangguk sebagai jawaban.


“Baiklah kami akan memberi kesempatan kepada kalian, tapi kami ingin kalian menepati janji” saut salah satu warga.


“Terimakasih kalian sudah mau memberikan kami kesempatan, kami berjanji akan menepati janji kami, sekali lagi saya mewakili kerajaan untuk meminta maaf kepada kalian” ucap Audrey tersenyum.

__ADS_1


“Saya pun meminta maaf” saut pangeran Xelo.


“Lalu bagaimana cara melakukannya agar kami bisa bercocok tanam lagi? Sedangkan tanah dan juga air sudah terkena wabah” tanya salah satu warga.


“Kita bisa menggunakan dengan cara hidroponik, selama kita menyuburkan kembali tanah dan membersihkan air, untuk sementara waktu kita gunakan dengan hidroponik” jawab Audrey tersenyum.


Pangeran Xelo dan juga para warga menatap Audrey bingung, sedangkan Audrey hanya tersenyum saja.


“Apa itu hidroponik?” tanya yang lain.


“Hidroponik adalah cara menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah, dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan hara nutrisi bagi tanaman. Kebutuhan air pada hidroponik lebih sedikit daripada kebutuhan air pada budidaya dengan tanah” jawab Audrey.


“Menggunakan air? Tapikan sumber air di kita sudah terkena wabah” tanyanya lagi.


“Kita hanya memerlukan sedikit air, kalau kalian minum, kalian mendapatkannya dari mana?” tanya balik Audrey.


“Kita mendapatkannya dari dalam goa, di dalam goa ada sumur yang jernih” jawab yang lain.


“Nah, kita ambil sedikit saja dari air itu” ucap Audrey.


“Lalu bagaimana cara menanamnya?” tanyanya.


“Sangat mudah” jawab Audrey tersenyum.


Pangeran Xelo menatap Audrey yang tersenyum, ‘Dia memiliki caranya sendiri’ batin pangeran Xelo kagum dengan Audrey.


***


Di tempat yang berbeda


“Apa kau bilang? Mereka sekarang sedang ada di desa?” tanya seseorang kepada bawahannya.


“Iya tuan, tapi tuan penyamaran mereka sudah ketahuan” jawabnya.


“Lantas kenapa mereka tidak di usir?” tanyanya lagi.


“Saya pun tidak tau tuan, tapi sepertinya gadis tersebut membuat sebuah rencana yang membuat para warga tidak jadi mengusirnya” jawabnya lagi.


“Gadis?”


“Iya tuan, gadis yang bersama pangeran Xelo” jawabnya.


“Gadis sialan itu... Pantau mereka terus jangan sampai lengah” titahnya lalu duduk di kursi kebesarannya.


“Baik tuan” sautnya lalu segera pergi.


“Gadis? Apakah itu Audrey?” gumamnya menatap keluar jendela.


“Lihat saja kau tidak akan ada celah untuk bisa mengambil hati warga lagi dan memulihkan kerajaanmu, Laksamana” ucapnya mengepalkan tangannya.


“Ternyata kau cukup pintar, Laksamana”


“AKU TIDAK AKAN MEMBIARKANNYA TERJADI, TIDAK AKAN, AKAN KU HANCURKAN RENCANA KALIAN!!!” teriaknya menggebrak meja kuat.


BRAKKK


Nafasnya memburu, tangannya terkepal, dan wajahnya merah padam, “Permainan kedua akan di mulai” ucapnya tersenyum devil.


**To Be Continue......


***


Terimakasih sudah mampir dan selamat membaca di bab selanjutnya, bye-bye**....

__ADS_1


__ADS_2