Teleportasi Kedunia Kerajaan

Teleportasi Kedunia Kerajaan
Bab 40 : ku mohon...


__ADS_3

“Dewi Xian, maafkan ibu” ucap nenek melihat Dewi Xian yang masih tertidur pulas.


“Maafkan ibu, karena tidak bisa menjaga anak ibu sendiri, maaf ibu tidak bisa mendidik dia dengan baik, kau pasti kecewa” ucap nenek sedih sembari mengusap air matanya yang mengalir.


“Xian, bagunlah” gumam nenek pelan.


Setelah itu nenek segera keluar dari ruangan tersebut, dan dia melihat pangeran Cleo yang sedang berbincang dengan Yongi dan ada juga raka Laksamana di sampingnya.


Nenek perlahan menghampiri mereka, nenek berdiri di samping raja Laksamana.


“Laksamana” panggil nenek membuat semuanya menoleh ke arah nenek.


“Ibu” raja Laksamana segera berdiri menghadap sang ibunda.


Nenek menatap sang anak dengan mata berkaca-kaca, setelah itu dia segera memeluk raja Laksamana dengan air mata yang berderai, raja Laksamana membalas pelukan sang ibunda.


“Maafkan ibu nak” ucap nenek masih dalam pelukan sang anak.


“Tidak ibu, seharusnya aku yang meminta maaf kepadamu. Maaf aku telah membuatmu kecewa dengan sikapku, maaf aku belum bisa menjadi anak yang di harapkan ibu” ucap raja Laksamana mempererat pelukannya.


“Maafkan aku bu” gumamnya pelan.


Pangeran Cleo dan pangeran Yongi yang melihatnya terharu, pangeran Cleo tersenyum tipis.


Nenek melepas pelukannya dan beralih menatap pangeran Yongi, tanpa di duga nenek memeluknya erat.


Pangeran Yongi kaget tapi dia pun membalas pelukan nenek tak kalah eratnya.


“Maafkan nenek nak, nenek masih belum percaya dan menerima keadaan. Tapi nenek akan mencobanya, kau adalah cucu nenek juga” ucap nenek dan menatap pangeran Cleo yang hanya tersenyum.


Nenek yang masih dalam pelukan pangeran Yongi meregangkan tangannya untuk meminta pangeran Cleo memeluknya juga, pangeran Cleo langsung saja memeluk nenek dan sodaranya itu.


“Nenek sayang kalian” ucap nenek mengelus pundak kedua cucunya.


Pangeran Cleo tersenyum, dan matanya tak sengaja melihat pangeran Xelo yang sedang memperhatika mereka berdua, dan ada Audrey juga di sampingnya yang tersenyum ke arahnya saat ini.


‘Semoga kau busa mengerti, Xelo’ batin pangeran Cleo terus memperhatikan Xelo hingga dia pergi yang di susul Audrey di belakangnya.


***


“Pangeran, kau mau kemana?” tanya Audrey terus saja mengikuti pangeran Xelo.


“Pangeran jalannya jangan cepat-cepat” ucap Audrey sedikit berteriak.


Tapi pangeran Xelo terus saja berjalan tanpa menghiraukan Audrey yang di belakangnya.


“Ish lah pangeran ka-” Audrey tak melanjutkan ucapannya.


Dan pangeran tak mendengar lagi ocehan dari gadis tersebut.


“PANGERAN, TOLONG DIA MAU MEMBAWA PERGI PERMAISURI”


“PANGERAN....”


Suara teriakan Audrey membuat pangeran Xelo kaget dan pangeran Xelo segera menghampiri Audrey beserta para pengawal yang ada di sana.


“Pangeran, cepat tolong aku” ucap Audrey sembari terus menarik lengan seseorang yang mau kabur lewat jendela.


Sedangkan orang itu yang melihat pangeran Xelo dan beberapa pengawal segera memukul Audrey menggunakan tongkat kayu yang terdapat di situ.


BUGH


“Awshh...” ringis Audrey melepaskan tarikannya dan memegang pundaknya yang sakit akibat terkena pukulan.


“Audrey” pangeran Xelo menghampiri Audrey dan orang tersebut segera berlari.


“Kenapa kalian diam saja, kejar wanita itu” teriak pangeran Xelo kepada beberapa pengawal, dan mereka pun segera mengejar wanita tersebut dengan beberapa orang bersamanya.


“Audrey apa yang sakit?” tanya pangeran Xelo, telihat sekali raut wajahnya kalau pangeran Xelo sedang khawatir.


“Sabarlah, aku akan segera mengobatimu” lanjutnya mengangkat tubuh Audrey.

__ADS_1


“Pangeran, orang itu ingin membawa permaisuri pergi” ucap Audrey di dalam gendongan pangeran Xelo.


Pangeran Xelo hanya melihat Audrey saja dan kembali fokus membawa Audrey.


***


“Audrey apa kau baik-baik saja?” tanya nenek setelah Audrey selesai di perban bagian lengan kirinya.


“Iya nek aku baik-baik saja” jawab Audrey tesenyum.


“Syukurlah” nenek membalas senyumannya.


“Tadi kau bilang dia ingin membawa permaisuri” saut pangeran Cleo.


“Iya dia ingin membawa permaisuri pergi, mereka berjumlah empat orang, dan satunya adalah seorang wanita” jelas Audrey.


“Bagaimana kau tau, sedangkan para pengawal pun tidak tau dan pintu ruangan pun tertutup” ucap pangeran Cleo.


“Aku pun tidak tau, aku hanya mendengar suara seorang wanita yang meminta tolong saja” jelasnya lagi.


Semuanya bingung, dan terdiam mencerna ucapan Audrey.


“Coba jelaskan dengan jelas” saut raja Laksamana tanpa menatap Audrey.


Audrey menghela nafas pelan, lalu mulai menjelaskan.


• Flashback On •


“Ish lah pangeran ka-” Audrey tak melanjutkan ucapannya.


Dia menoleh ke arah pintu yang tertutup lantaran mendengar suara seseorang.


“Tolong aku, mereka mau membawaku pergi”


“Audrey tolong aku, aku di dalam ruangan yang di depanmu”


Audrey mendekati pintu yang tertutup dan masuk tanpa menghiraukan para pengawal yang terus memperhatikannya.


“Hey apa yang akan kalian lakukan?” Audrey menghampiri mereka.


Mereka menatap ke arah Audrey dan segera pergi sebelum mereka ketangkap. Tapi sayang salah satu dari mereka keburu Audrey tarik lengannya.


“Hah, kau mau kemana kau tak bisa lari” ucap Audrey yang terus saja menarik lengan si wanita.


Sedangkan rekannya sudah lebih dulu keluar dari jendela, mereka juga sama menarik lengan si wanita, dan terjadilah tarik menarik.


“Ihhh kau lepaskan lengannya dia harus bersamaku” ucap Audrey terus saja menarik sekuat tenaganya.


“PANGERAN, TOLONG DIA MAU MEMBAWA PERGI PERMAISURI”


“PANGERAN....”


Teriakan Audrey yang membuat rekan si wanita yang menarik lengannya segera melepaskan tarikannya dan pergi.


• Flashback Off •


“Seperti itu” ucap Audrey ketika selesai menceritakannya.


Semuanya memangut paham, dan mereka kembali terdiam.


“Permisi yang mulia” ucap salah satu pengawal menunduk hormat.


“Apa mereka sudah ketangkap?” tanya raja Laksamana.


“Iya raja, dan mereka berjumlah empat orang” jawabnya.


“Bawa mereka kesini” titah raja Laksamana.


“Baik raja” sautnya.


Lalu tak lama kemuadia empat orang yang di tahan oleh para pengawal menghampiri mereka.

__ADS_1


“Kalian mau membawa istriku pergi” ucap raja Laksamana menghampiri mereka.


Dan raja Laksamana membuka satu persatu penutup wajah mereka, tapi ketika akan membuka penutup wajah si wanita, si wanita memalingkan wajahnya.


Audrey yang melihatnya segera berdiri dan menatap si wanita, “Putri Laras” panggil Audrey yang membuat semuanya menatap si wanita.


Pamgeran Xelo segera mendekatinya dan menarik paksa penutup wajahnya, sedangkan si wanita langsung menundukan kepalanya.


“Putri” saut nenek dan pangeran Cleo kaget.


Ternyata memang benar wanita itu adalah putri Laras, sedangkan putri Laras menunduk karena sudah ketahuan.


“Kenapa kau melakukan itu putri?” tanya pangeran Cleo tak percaya.


“Maaf” lirihnya.


Putri Laras mulai terisak, “Hisk... Maafkan aku” isaknya pelan.


Audrey menghampiri putri Laras, “Putri jujur saja kenapa kau ingin membawa pergi permaisuri” ucap Audrey menatap putri Laras.


Putri Laras tidak menjawab melainkan semakin terisak.


“Ayahmu, kau pasti di suruh oleh ayahmu” saut pangeran Yongi.


Putri Laras menatap Yongi kaget, “B-bagaimana kau tau?” tanyanya gugup.


“Aku tau, karena aku yang biasanya selalu di perintahkannya, dan sekarang aku sudah tidak lagi kau yang menjadi penggantinya” jelasnya.


Semua orang kaget terutama raja Laksamana yang sangat kaget dengan kenyataannya.


“Putri, apakah itu benar?” tanya raja Laksamana.


Putri Laras menatap raja Laksamana dengan tatapan sendu, lalu dia segera ambruk dan memeluk kaki raja Laksamana.


“Raja, ku mohon ampuni aku dan maafkan aku, aku terpaksa melakukannya” ucapnya terisak.


“Tolonglah selamatkan ibuku, ku mohon tolonglah aku. Tidak papa kau hukum saja aku, tapi ku mohon tolonglah ibuku, kasihan dia... Hisk” lanjutnya terisak yang membuat semua orang kaget dan juga bingung.


“Putri berdirilah, maksudmu apa? Jelaskan semuanya dengan jelas” ucap raja Laksamana menuntun putri Laras agar berdiri, karena bagaimana pun putri Laras adalah putri mahkota.


“Hisk... Aku melakukan ini karena ayah menyuruhku, jika aku berhasil ibu akan di bebaskan dan sekarang aku tidak berhasil, p-pasti... Hiks... Ibu di s1*s4 lagi oleh ayah, aku kasihan melihatnya setiap hari di s*k54, raja ku mohon padamu tolonglah aku” jelas putri Laras terisak.


Yang lain semakin kaget mendengarnya, ternyata ayahnya putri Laras, raja Agung sering meny*ks* istrinya sendiri.


“Ku mohon tolonglah aku... Hiks” lanjutnya.


“Tenagkan dirimu putri, kami pasti akan membantumu, tapi kenapa kau melakukan hal nekat seperti itu, coba saja kalau kau bilang pada kami dari awal pasti akan kami tolong” ucap pangeran Cleo menenangkan putri Laras.


“A-aku takut, ayah selalu mangancamku jika aku bilang pada siapa pun itu” jawab putri Laras.


“Sekarang di mana ayahmu, biar kami tolong ibumu” ucap raja Laksamana.


Putri Laras menatap raja Laksamana dengan tatapan berbinar, “Raja, aku benar-benar minta maaf, dan terimakasih sudah mau mebantuku” ucap putri Laras kembali bersimpuh di kaki raja Laksamana.


“Putri berdirilah, kau tak perlu seperti ini, bagaimana pun kau adalah seorang putri kerajaan, dan kami sebagai anggota kerajaan juga pasti akan membantumu” jelas raja Laksamana yang membuat putri Laras semakin terisak, dia meras bersalah.


“Terimakasih, maaf aku terlalu buruk untuk kalian sebut sebagai putri” ucapnya terisak.


“Sudahlah putri tidak usah menangis” saut nenek dan memeluk putri Laras.


Audrey yang melihatnya tersenyum tipis, dan dia menatap putri Laras sembari tersenyum, putri Laras membalas senyumannya.


“Siapakan pasukan, sekarang” titha raja Laksamana kepada para pengawal.


**TO BE CONTINUE...


***


OMG GUYS UDAH KETAHUAN TERNYATA SIAPA DALANGNYA, KALIAN GEDEK GAK NIH SAMA RAJA AGUNG? GEDEK YA SAMA AUOTHOR JUGA XIXI.


EH BTW ADA YANG MAU DI SAMPAIKAN UNTUK AUDREY ATAU PANGERAN YANG TAMPAN-TAMPAN, ATAU SIAPA AJA LAH, KALAU ADA SAMPAIKAN AJA JANGAN DI PENDAM GAK ENAK TAU DI PENDAM SENDIRI SAKIT, APA LAGI KE SI DIA AHAY...

__ADS_1


AHH SUDAH LUPAKAN, TERIMAKASIH SUDAH MAMPIR DAN SELAMAT MEMBACA DI BAB SELANJUTNYA, BYE-BYE**...


__ADS_2