Teleportasi Kedunia Kerajaan

Teleportasi Kedunia Kerajaan
Bab 20 : di sengaja?!


__ADS_3

“Pangeran.... Jalankan dengan perlahan, aku takut” ucap Audrey sedikit berteriak dan memejamkan matanya.


Pangeran Cleo melihat kearah Audrey, dia tersenyum tapi tak mendengarkan perkataan Audrey, pangeran Cleo malah semakin melajukan kecepatan kudanya.


“Pangerannnn.... Hentikan kudanya” teriak Audrey kesal.


Pangeran Cleo terkekeh, “Kenapa, bukankah kau adalah Audrey si pemberani?” tanya pangeran Cleo jahil.


“Ishh lah pangeran kau ini, menyebalkan” sautnya semakin di buat kesal.


“Tapi-” belum sempat pangeran Cleo berbicara dia sudah di kagetkan oleh kuda hitam sedang melaju di sampingnya.


Pangeran Cleo dan Audrey menoleh ke arah samping dan mendapati pangeran Xelo yang ternyata menunggangi kuda hitam tersebut.


Ya memang sedari tadi pangeran Xelo hanya melihat keasikan mereka berdua, karena sudah tak tahan untuk mendekati mereka akhirnya pangeran Xelo mengambil kuda juga dan menungganginya.


“Pangeran Xelo” saru Audrey melambaikan tangan pada pangeran Xelo.


Pangeran Xelo menoleh sekilas lalu fokus lagi ke arah depan.


“Pangeran lihatlah aku juga sedang belajar naik kuda” saut Audrey sedikit berteriak.


“Ya, aku tau” serunya.


“Kalau kau bisa, cobalah sendiri, jangan berdua” ucap pangeran Xelo menoleh dan menatap pangeran Cleo datar.


Pangeran Cleo hanya acuh saja, dia malah semakin melajukan kudanya dan kuda pangeran Xelo tertinggal di belakangnya.


“Pangeran jangan kencang-kencang bawa kudanya, nanti kalau jatuh bagaimana” ucap Audrey memperingati pangeran Cleo.


“Tidak akan kau tenang sa-”


“Aaaaaa”


BRAKK


Belum sempat pangeran Cleo selesai berbicara ternyata kudanya sudah jatuh terlebih dahulu.


Tanpa melihat ke depan tepatnya ke arah bawah, ternyata terdapat seutas tali yang sepertinya di pasangkan dari satu pohon ke pohon di sebrangnya.


“Audreyyy” pangeran Xelo segera menghentikan kudanya dan turun lalu segera menghampiri Audrey.


Pangeran Xelo segera membantu Audrey bangun dari atas tubuh kakanya, pangeran Cleo.


Ya memang posisi jatuhnya Audrey menindih tubuh pangeran Cleo, dan kudanya terjatuh lalu segera bangkit lagi.


“Audrey kau tak apa?” tanya pangeran Xelo cemas, terlihat dari raut wajahnya yang terlihat cemas.

__ADS_1


“Iya pangeran... Aku tak apa, tapi pangeran Cleo...” ucap Audrey sembari membantu membangunkan pangeran Cleo.


“Aku tak apa” saut pangeran Cleo sembari membersihkan dirinya.


“Audrey aku minta maaf, karena tak mendengarkan ucapanmu tadi” ucap pangeran Cleo merasa bersalah.


“Iya tak apa, ini juga namanya musibah kita gak ada yang tau, ucapanku tadi hanya sebagai pengingat saja” saut Audrey tersenyum mencoba menenangkan pangeran Cleo.


“Kalau kau tak bisa membawa kuda, jangan bawa kuda apalagi seperti tadi dengan sangat cepat kau bisa saja membahayakan dirimu dan juga orang lain di sekitarmu” ucap pangeran Xelo bersedekap dada dan mendengus kesal dengan sikap kakanya.


“Aku bisa, hanya saja tadi-” ucapan pangeran Cleo keburu di potong cepat oleh Audrey.


“Sudah nanti permasalahnnya semakin panjang” saut Audrey melerai mereka.


Dari balik pohon ternyata putri Laras terus memperhatikan mereka, “Ihhh kesel...” gumamnya semabari menghentak hentakan kakinya.


KREKK


Tak sengaja putri Laras menginjak ranting pohon hingga menimbulkan suara.


Kedua pangeran dan juga Audrey menoleh ke arah sumber suara, mereka mendapati putri Laras yang sedang mematung karena tertangkap basah.


“Putri... Sedang apa kau di bawah pohon?” tanya pangeran Cleo.


Putri Laras segera keluar dari balik pohon dan menghampiri mereka.


“A-aku tidak sedang apa-apa” sautnya gugup.


Putri Laras membulatkan matanya sempurna, “T-tidak, s-sayang apa maksudamu?” tanya putri Laras gugup.


“Iyakan, jujur lah saja” pangeran Xelo terus saja memojokan putri Laras agar jujur.


“Putri apa bener?” tanya pangeran Cleo yang tak terlalu percaya dan di angguki oleh Audrey.


Putri Laras semakin gugup, akhirnya aksinya ketahuan sudah.


“I-iya, k-karena aku tak suka saja melihat kalian yang begitu akrab” serunya mengeluarkan tujuan awalnya kenapa dia bisa melakukan hal seperti itu.


Audrey tersenyum, “Putri... Tapi caramu salah jika ingin mengambil perhatian pangeran” saut Audrey yang paham akan maksud putri Laras.


Putri Laras menatap Audrey, “Tau apa kau tentang mengambil perhatian pangeran hah, lagian kau tak perlu ikut campur” ucapnya yang merasa kesal.


Pangeran Cleo menggelengkan kepalanya dan menghela nafas pelan, “Sudahlah Audrey, kalau kau meladeninya tak akan pernah selesai, ayo kita pergi saja” pangeran Cleo segera menarik tangan Audrey pergi dari tempat itu, tapi sebelum benar-benar pergi pangeran memperintahkan pengawal yang berada tak jauh dari lapang untuk membereskan kuda-kudanya terlebih dahulu.


Putri Laras dan juga pangeran Xelo menatap kepergian mereka berdua.


“Kenapa kau datang...? Gagal rencanaku” ucap pangeran Xelo menatap putri Laras kesal lalu segera pergi.

__ADS_1


“Gagal, maksudnya apa ya?” gumam putri Laras.


“Sayang... Tunggu aku, apa maksudmu tadi... Sayang...” teriak putri Laras dan segera menyusul pangeran Xelo.


***


Sedari tadi pangeran Cleo hanya diam saja, Audrey pun tidak tau kenapa.


“Hmmm pangeran, aku ingin bertanya padamu” ucap Audrey mencoba mencairkan suasana.


“Tanya apa?” sautnya menatap wajah Audrey.


“Hmmm kalau boleh tau bagaimana pangeran Xelo bisa mendapatkan buktinya dan aku terbebas?” tanya Audrey menatap balik pangeran Cleo.


Pangeran Cleo menghela nafas pelan, “Kau ingin tau?” ucap pangeran Cleo menatap ke arah depan.


Audrey mengangguk, lalu pangeran Cleo menceritakan semuanya yang dia ketahui.


“Ohhhh... Seperti itu” Audrey mengangguk paham.


“Iya, emang kenapa?” tanya pangeran Cleo menatap lagi Audrey.


“Tidak ada... Hanya ingin tau aja” sautnya tersenyum, pangeran Cleo memangut-mangutkan kepalanya.


“Ya sudah kau istirahatlah aku masih ada urusan yang lain” ucap pangeran Cleo dan bengkit dari duduk nya.


“Kau mau kemana pangeran?” tanya Audrey yang ikut berdiri juga.


“Aku mau ke desa, aku harus mencari tau lebih dalam lagi” sautnya.


“Kenapa emang?” tanya pangeran Cleo menatap Audrey.


Audrey terdiam, dia memikirkan sesuatu, lantas Audrey memangut-mangutkan kepalanya. Pangeran Cleo yang melihat itu merasa aneh pada Audrey.


“Audrey... Heyy” seru pangeran Cleo melambai-lambaikan tangannya tepat di depan wajah Audrey.


“Eh iya pangeran, bagaimana?” sautnya tersenyum yang menampilkan deretan gigi putih nya.


Pangeran Cleo menggelengkan kepala melihat tingkah Audrey, “Tidak ada, ya sudah aku mau ke desa dulu” ucapnya dan akan segera pergi, tapi segera di tahan oleh Audrey.


“Pangeran tunggu” sautnya menahan tangan pangeran Cleo.


Pangeran Cleo menoleh ke Audrey, “Ada apa?” tanyanya mentap Audrey.


“Aku....”


**To Be Continue....

__ADS_1


***


Terimakasih sudah membaca dan selamat membaca di bab selanjutnya... Bye-bye**...


__ADS_2