Teleportasi Kedunia Kerajaan

Teleportasi Kedunia Kerajaan
Bab 45 : sudah sadar


__ADS_3

“Xian kau sudah sadar nak?” tanya nenek ketika melihat permaisuri yang mengerjap-ngerjapkan matanya.


Dewi Xian membuka matanya sempurna dan dia melihat sekeliling yang begitu banyak orang-orang yang mengelilinginya dan juga Audrey, dewi Xian juga menatap Audrey yang mengerjap-ngerjapkan matanya.


“Akhirnya kau sudah sadar juga sayang, aku sangat merindukanmu” ucap raja Laksamana memeluk Dewi Xian erat seperti tidak ingin melepaskannya sama sekali.


“Aku sangat bahagia” lanjutnya semakin mempererat pelukannya.


Perlahan Dewi Xian membalas pelukannya walaupun dia sangat lemas sekali saat ini, “Aku pun” sautnya lemas.


Perlahan raja Laksaman melepas pelukannya dan menatap istri tercintanya, “Kau ingin apa?” tanyanya.


“Minum” jawabnya.


“Pelayan segera ambilkan minum” titah raja Laksamana lalu salah satu pelayan mengambilkan air dan memberikannya kepada raja Laksamana.


“Ayo di minum sayang, hati-hati” ucapnya dan membantu Dewi Xian untuk minum.


Setelah minum Dewi Xian menatap kedua putranya dan tersenyum tipis, kedua pangeran segera meghampiri ibundanya dan langsung memeluknya erat dan di balas hangat oleh Dewi Xian.


Nenek yang melihatnya meneteskan air matanya, perlahan Dewi Xian melepas pelukannya dan langsung memeluk nenek, “Ibu maafkan Xian” ucap Dewi Xian lemas dan meneteskan ai matanya.


“Kenapa kau minta maaf?” tanya nenek mengusap lembut surai panjang Dewi Xian.


Tapi tidak di balas oleh Dewi Xian dan malah mempererat pelukannya, nenek tak kalah erat memeluknya.


“Audrey kau juga udah sadar?” tanya pangeran Xelo dan menghampiri Audrey.


Audrey tersenyum saja, tanpa menghiraukan semua orang pangeran Xelo tiba-tiba memeluk Audrey.


“Aku senang, terimakasih” bisiknya di dalam pelukan Audrey dan di balas pula oleh Audrey.


‘Mungkin ini yang di maksud dengan perkataan pangeran Cleo ketika aku melihat lukisannya’ batin Audey yang sudah mengerti dengan kata-kata pangeran Cleo waktu itu.


“Ekhemm...” deheman dari raja Laksamana menyadarkan pangeran Xelo.


Pangeran Xelo segera melepaskan pelukannya dan semuanya terkekeh melihatnya, Audrey menunduk malu.


“Audrey terimakasih” saut Dewi Xian tersenyum dan di balas senyuman dan anggukan oleh Audrey.


“Audrey, akupun minta maaf dan terimakasih. Dan sebagai permintaan maaf dan terimakasih aku padamu kau ingin apapun akan ku turuti” saut raja Laksamana juga dan tersenyum tipis.


Audrey juga tersenyum, baru kali ini raja Laksamana tesenyum hangat padanya, “Iya, hmmm bolehkah aku melihat raja Agung dan Yongi?” tanya Audrey yang membuat semua orang kaget.


“Audrey yang bener kau ingin itu? Apa kau tidak ingin yang lain?” tanya pangeran Cleo menatap Audrey.


“Heem, aku ingin itu hmmm mungkin nanti juga masih ada hehe, tapi untuk saat ini aku menginginkan itu” jawab Audrey terkekeh pelan.


Raja Laksamana menghela nafas pelan, lalu melihat Audrey, “Baiklah jika itu maumu”ucapnya.


“Pengawal antar dia ke tempat Agung dan juga Yongi” titah raja Laksamana.

__ADS_1


“Baik yang mulia” sautnya, lalu Audrey di bantu untuk bangun oleh para pelayan dan pangeran Xelo.


“Mari nona saya antar” ucapnya dan Audrey mengikutinya di belakang bersama pangeran Xelo yang ikut bersamanya.


Sesampai di tempat tujuannya Audrey berdiri di depan sel raja Agung terlebih dahulu. Dia melihat raja Agung yang hanya diam melamun.


“Permisi yang mulia” ucap Audrey menunduk, bagaimana pun raja Agung adalah raja.


Raja Agung menoleh ke sumber suara dan dia melihat beberapa pengawal, Audrey, dan juga pangeran Xelo.


“Mau apa kau kesini?” tanyanya sinis.


“Aku hanya ingin melihat keadaanmu saja” jawab Audrey tersenyum tipis.


“Tak perlu, aku baik-baik saja” sautnya memalingkan wajahnya.


“Bagus deh, kalau kau baik-baik saja yang mulia” ucap Audrey.


“Ayah” panggil putri Laras yang sudah ada di belakang Audrey.


Raja Agung melihat putrinya dengan tatapan yang sulit di artikan, Audrey yang melihatnya paham dan segera pergi meninggalkan mereka berdua untuk memberikannya waktu.


“Pangeran lebih baik kita pergi” saut Audrey dan di angguki oleh pangeran Xelo, lalu mereka pergi.


Lalu setelah mereka ke sel raja Laksamana, mereka pergi ke sel Yongi. Dan sesampainya di sana lagi-lagi dia melihat Yongi yang hanya diam melamun saja.


“Yongi” panggil Audrey.


“Aku hanya ingin melihat keadaanmu saja” dan jawaban yang sama pula keluar dari mulut Audrey.


Terdengar helaan nafas dari sebrang sana, “Kenapa kau masih memperdulikanku?” tanyanya.


“Karena aku perduli padamu” jawab Audrey cepat yang membuat Yongi dan pangeran Xelo menoleh ke arah Audrey yang sedang tersenyum.


“Hahaha, perduli kau bilang?” tanyanya lagi, dan di angguki oleh Audrey.


“Tidak ada yang perduli padaku, kau hanya kasihan saja kepadaku” lanjutnya dan menunduk.


“Kata siapa? Buktinya aku perduli kepadamu” saut Audrey.


“Kasihan dan perduli itu beda, dan aku perduli padamu termasuk pangeran Xelo juga perduli padamu” lanjutnya tersenyum dan menatap pangeran Xelo yang sedang melotot ke arahnya.


“Hey yang benar saja?” tanya pangeran Xelo kaget.


“Iya, aku bisa merasakannya. Mungkin yang keluar dari mulutmu Tidak, tapi di dalam hatimu mengatakan Iya” jawabnya sembari menunjuk dada bidang pangeran Xelo dengan telunjuknya.


Pangeran Xelo segera memalingkan wajahnya yang membuat Audrey tekekeh, sedangkan Yongi yang melihatnya hanya tersenyum tipis.


“Kau lihatkan adikmu itu sangat gengsi untuk mengungkapkan isi hatinya, jika kita yang tidak duluan dia tidak akan berbicara” ucap Audrey beralih menatap Yongi.


“Adik?” tanya Yongi menatap pangeran Xelo.

__ADS_1


“Kau adikku, maaf aku tak bisa menjadi saudara dan kaka yang baik untukmu, walaupun kita keluar dari rahim yang berbeda tapi ayah kita sama. Maafkan aku, aku melakukan ini karena ada satu alasan yang tidak bisa aku ceritakan padamu” lanjutnya.


Sedangkan pangeran Xelo terus saja memalingkan wajahnya dan enggan untuk menatap balik Yongi.


“Dan aku pun meminta maaf padamu Audrey, dan sampaikan maafku pada yang lainnya juga, karena mungkin aku tak bisa langsung mengucapkannya” Yongi menatap Audrey dengan tatapan sendu.


“Kenapa kau bicara seperti itu?” tanya Audrey.


Yongi hanya tersenyum saja, “Audrey sudahlah ayo, keadaanmu masih lemas kau harus banyak istirahat” saut pangeran Xelo.


Audrey pun di bawa pergi oleh pangeran Xelo dan dia menoleh ke belakang melihat Yongi yang hanya tersenyum ke arahnya.


“Pangeran bisakah pelan saja” ucap Audrey ketika sudah jauh dari tempat tadi.


Pangeran Xelo pun berhenti, “Maaf” sautnya.


Audrey hanya menghela nafas pelan, dan tiba-tiba matanya melihat sebuah tangga yang menuju ke bawah dia penasaran dan mendekatinya.


“Audrey kau mau kemana?” tanya pangeran Xelo menahan lengan Audrey.


“Aku ingin kebawah” jawabnya dan melepas genggaman pangeran Xelo.


“Kau tidak boleh kesana” ucap pangran Xelo yang membuat langkah Audrey berhenti.


“Maksudmu?” tanya Audrey menatap pangeran Xelo.


“Karena tempat itu untuk orang yang sama sepertimu, tapi dia tidak punya hati” sautnya ketus dan bersedekap dada serta memalingkan wajahnya.


‘Orang dari duniaku, itu tandanya orang yang di ceritakan nenek padaku’ batin Audrey dan melihat ke arah bawah.


“Sudahlah ayo” pangeran Xelo menarik lengan Audrey pelan.


Audrey hanya pasrah saja walaupun dia sangat penasaran sekali, tapi mungkin nanti rasa penasarannya akan segera terbalaskan.


***


Audrey kini berada di kamarnya dia menatap ke luar jendela, “Aku sudah menyelesaikan semuanya, lantas apa lagi yang harus aku selesaikan” gumam Audrey pelan.


“Aku sangat merindukan ayah, ayah kau dimana aku rindu padamu” ucapnya meneteskan Air matanya.


Tiba-tiba pikian Audrey teringat dengan ruang bawah tanah, “Aku penasaran dengannya, aku ingin sekali melihatnya hatiku mengatakan untuk segera melihatnya” gumam Audrey.


“Nanti aku akan meminta kepada raja Laksamana” lanjutnya dan menjatuhkan tubuhnya ke kasur lalu memejamkan matanya.


**TO BE CONTINUE....


***


GUYS TAU GAK SIH DETIK-DETIK ENDING LHO... MAAF YA ADA YANG AUTHOR PERCEPAT NANTINYA, KARENA NANTI AUTHOR MAU UJIAN DAN HARUS FOKUS UNTUK UJIAN, TAPI NANTI TENANG AJA, DI SELA-SELA AUTHOR UJIAN AUTHOR AKAN MENYEMPATKAN UNTUK MEMBUAT CERITA YANG BARU, OKEY.


TERIMA KASIH SUDAH MAMPIR DAN SELAMAT MEMBACA DI BAB SELANJUTNYA, BYE-BYE**....

__ADS_1


__ADS_2