Teleportasi Kedunia Kerajaan

Teleportasi Kedunia Kerajaan
Bab 46 : akhir dari semuanya


__ADS_3

Kini Audrey ingin menghilangkan rasa penasarannya tentang ruang bawah tanah dan orang yang ada di balik tembok waktu itu, karena sekarang Audrey sudah ada di bawah ruang bawah tanah lebih tepatnya di depan pintu sel baja.


Salah satu pengawal membuka kuncinya dan membuka pintunya, Audrey maju satu langkah untuk lebih jelas melihatnya.


Audrey hanya diam melihat orang tersebut yang sedang meringkuk di lantai, keadaanya sangat mengenaskan bagaimana tidak, baju yang sudah robek-robek, badan kurus kering, dan keadaan ruangan yang sangat kotor.


‘Aku seperti mengenalnya’ batin Audrey, entah kenapa dia sedih melihatnya ingin sekali dia memeluk pria yang ada di hadapannya saat ini.


Pria tersebut yang sadar dengan keberadaan orang pun menoleh ke orang-orang tersebut, dan netra matanya menangkap wajah cantik sangat cantik.


DEG


Tiba-tiba Audrey meneteskan air mata ketika melihatnya, perlahan dia mendekatinya dengan linangan air mata.


Setelah berada di depannya dia berjongkok dan menangkup wajah pria tersebut, “Ayah...” panggilnya dan air matanya semakin deras menetes membasahi wajahnya.


“A-aud-rey...” panggilnya juga dengan terbata-bata.


“Apakah itu kau nak?” tanyanya lagi dan di balas anggukkan oleh Audrey, pria tersebut membalas pelukan Audrey tak kalah eratnya.


Semua orang sangat kaget dengan apa yang audrey ucapkan, “Ayah...” panggil Audrey lagi dan segera memeluk tubuh yang sangat ia rindukan, tubuh yang selalu memberikannya kehangatan kini sudah kurus kering tapi Audrey tak memperdulikannya dan semakin mempererat pelukannya.


“Ayah aku merindukanmu” ucap Audrey terisak.


“Aku merindukanmu... Hisk... Aku merindukanmu Ayah” Audrey terus saja memeluk ayahnya, sangat erat.


“A-ayah pun me-rindukan-mu, sa-ngat. M-maafkan ayah nak, k-krena mening-galkan-mu sendiri” sautnya meneteskan air matanya juga.


“Ayah...” Audrey tak kembali melanjutkan ucapannya dia tidak bisa, isakannya semakin keras dan pelukannya pun semakin erat.


“Raja... bolehkah aku meminta satu pemintaanku yang terakhir” ucap Audrey menatap raja Laksamana dengan tatapan sendu, dan di angguki oleh raja Laksamana.


“Aku ingin kau membebaskan ayahku dan kembalikan kami kedunia asli kami” lanjutnya dan menatap sang ayah yang juga menatapnya.


***


“Audrey apa kau yakin?” tanya nenek menatap sedih Audrey.


Audrey tersenyum dan mengangguk yakin, “Aku yakin nek, karena saat ini aku tidak akan sendiri lagi, sudah ada ayah yang menemaniku” jawab Audrey dan tersenyum ke arah ayahnya yang juga tersenyum ke arahnya.


“Baiklah jika itu keinginanmu, kami tidak bisa menahanmu di sini untuk selamanya mungkin itu yang terbaik untukmu” saut raja Laksamana.


“Terimakasih raja” ucap Audrey menunduk.


“Raja, permaisuri, dan yang lainnya aku benar-benar minta maaf pada kalian, aku terpaksa melakukannya karena di suruh oleh raja Agung” saut Ayahnya Audrey yang juga menunduk.


Semua orang yang mendengarnya kaget terutama ketika mendengar nama raja Agung yang di sebut.


“Kau bilang Agung?” tanya raja Laksamana meyakinkan bahwa memang pendengarannya baik-baik saja.


“Iya, raja Agung, maaf aku baru kasih tau anda sekarang karena dulu aku sangat takut untuk memberitahumu” jawabnya mengangguk.


Semuanya menghela nafas pelan, “Mungkin perbuatanmu tidak akanku maafkan jika tidak ada anakmu disini” ucap raja Laksamana yang membuat semuanya terkekeh dengan pengakuannya yang sangat gengsi.


“Audrey pakailah kalung yang nenek berikan kepadamu agar kau bisa kembali ke duniamu” saut nenek.


Audrey lalu mengeluarkan kalungnya dan memakainya, lalu nenek memberikan secarik kertas kepadanya.


“Bacalah itu agar kau bisa kembali dan jika kau ingin kembali kesini lagi kau baca juga” ucap nenek dan Audrey mengangguk paham.


“Tunggu sebentar” saut permaisuri Xian lalu masuk kedalam kerajaan dan tak lama kemudian datang lagi dengan sebuah tas kecil di tangannya.


“Ini, aku berikan untukmu, sebagai tanda terimakasihku padamu” ucapnya memberikan tas kecil itu.


“Apa ini?” tanya Audrey menerima tas kecil itu.


“Buka saja” sautnya.


Dan Audrey membuka tas kecilnya dan dia kaget ketika melihat isinya, “P-permisuri i-ini” jawab Audrey gugup menatap permaisuri Xian.


“Itu untuk bekal kau kedepannya sampai kapanpun barang itu jika di jual tetap akan mahal harganya, apalagi dari masa kemasa pasti akan sangat mahal, karena akan langka suatu saat nanti” ucapnya tersenyum.


Audrey mengeluarkan isinya yang membuat semua orang tersenyum, “Terimalah Audrey” saut nenek juga tersenyum.


“T-tapi i-ini...” lagi-lagi Audrey menggantung ucapannya.

__ADS_1


“Berlian itu aku kasih padamu, ambilah” saut raja Laksamana yang membuat Audrey berkaca-kaca matanya.


“Terimakasih, dengan cara kau membebaskan ayahku dan mengirimku kembali kedunia asliku itu sudah membuatku sangat bersyukur dan senag” ucap Audrey terharu.


“Tidak papa terima saja” saut pangeran Cleo tersenyum dan Audrey mengangguk pelan.


“Audrey” panggil nenek meregangkan tangannya.


Audrey yang paham pun mendekati nenek dan memeluknya, “Sayang nenek” ucap Audrey.


“Nenek juga sanyang Audrey, jangan lupakan kami ya nak” ucap nenek mengelus Audrey lembut.


“Iya nek, Audrey tidak akan pernah melupakan kalian” saut Audrey dan melepas pelukannya.


Lalu Audrey beralih memeluk permaisuri Xian, “Terimakasih Audrey” ucap permaisuri Xian.


“Aku pun terimaksih permaisuri” ucap Audrey juga.


Setelah memeluk permaisuri Xian Audrey menatap raja Laksamana yang hanya diam saja, “Raja apa kau tidak ingin memeluk diriku?” tanya Audrey dan semuanya terkekeh mendengarnya.


Raja Laksamana hanya melirik sekilas Audrey tapi tak urung dia juga memeluk Audrey seperti seoang ayah yang memeluk putrinya.


“Maafkan saya Audrey, kembalilah jika kau merindukan kami dan membutuhkan kami, kami akan selalu menerimamu kapanpun itu” ucapnya.


Audrey tersenyum, “Terimaksih raja, aku pasti akan merindukan kalian semua” saut Audrey dan melepas pelukannya.


Pangeran Cleo melihat Audrey dan langsung memeluk Audrey erat, semua orang yang melihatnya keget tapi juga tesenyum, “Audrey cepat sekali kau pergi, nanti tidak akan ada lagi yang mengajariku tantang banyak hal” ucapnya memeluk erat Audrey.


Audrey membalas pelukannya, “Aku pun sama, tidak akan ada lagi kata-kata motivasi yang membuatku semangat” saut Audrey dan mereka berdua terkekeh bareng seiring pangeran Cleo melepas pelukannya.


Audrey menatap pangeran Xelo yang hanya diam saja dan bersedekap dada dengan wajah yang sangat datar, Audrey menghampirinya tapi putri Laras memeluknya terlebuh dahulu.


“Audrey, tak banyak kata yang aku ucapkan padamu hanya kata maaf dan terimakasih yang bisa aku ucapkan, karena aku tidak bisa merangkai kata-kata yang bisa mencurahkan isi hatiku” ucapnya dan meneteskan air matanya.


Audrey membalas pelukannya dan meneteskan air mata juga merasakan apa yang putri Laras rasakan.


“Aku paham” sautnya dan melepas pelukannya lalu tersenyum.


“Xelo kau mau kemana?” tanya pangeran Cleo ketika pangeran Xelo pergi begitu saja, Audrey melihat pangeran Xelo.


Audrey melihat pangeran Xelo yang hanya memandangi langit, lalu dia menghampirinya dan berdiri di sebelahnya.


“Langitnya indah ya?” tanya Audrey.


Tapi tidak ada balasan dari pangeran Xelo, Audrey menoleh memandangi wajah tampan pangeran Xelo.


“Pangeran aku akan kembali, terimakasih ya untuk semuanya” ucapnya tanpa sadar air matanya menetes dan Audrey segera memalingkan wajahnya lalu menghapusnya.


“Kalau begitu aku pergi dulu, ayah sudah menungguku” ucapnya lalu berbalik badan untuk pergi tapi pangeran Xelo menariknya dan mendekap tubuhnya erat.


“Jika aku egois, aku tidak akan membiarkanmu untuk pergi dariku Audrey” ucapnya dan mencium pucuk kepala Audrey.


Pangeran Xelo merasakan dadanya yang basah, dia tau pasti Audrey sedang menagis sekarang.


“Audrey bisakah kau di sini saja bersamaku, selamanya” lanjutnya yang membuat isak Audrey semakin keras.


“Maaf pangeran aku tidak bisa, kita beda dimensi. Aku tau kau mencintaiku dan kau tau aku pun sama, tapi kita tidak bisa melawan takdir” ucapnya terisak.


Pangeran Xelo memperat pelukannya tidak ingin melepaskan seseorang yang sudah mampu merebut hatinya.


“Ikhlaskan aku pangeran, aku akan selalu mengingatmu dan merindukanmu” ucap Audrey yang juga tambah mempererat pelukannya.


“Tapi aku tidak bisa” sautnya tanpa berniat melepaskan pelukannya.


Audrey melepas pelukannya dan menatap pangeran Xelo lekat dia tersenyum manis.


“Kalau kau mengikhlaskanku, aku akan bahagia tapi jika kau tidak bisa mengikhlaskanku maka aku akan membencimu” ucap Audrey mengelus rahang kokoh pangeran Xelo lembut.


“Ingat, cinta itu tidak harus di miliki. Jika kau mencintaiku maka lepaskan aku, tapi jika kau tidak mencintaiku maka kau akan mengekangku dan itu tandanya obsesi bukan cinta” lanjutnya tersenyum manis.


Pangeran Xelo membalas senyumannya dan mengusap lembut kepala Audrey, “Justru karena aku mencintaimu aku tidak ingin melepaskanmu, karena hanya kau yang bisa membuatku mengenal soal cinta” ucapnya.


Audrey menggelengkan kepalanya, “Maaf tapi aku tetap tidak bisa, aku sudah bilang padamu kita ini beda dimensi, pangeran” ucap Audey meneteskan air matanya.


Pangeran Xelo mengusap air mata Audrey lembut, “Audrey berjanjilah padaku, kau tidak akan melupakanku” ucapnya menunjukan jari kelingkinganya.

__ADS_1


Audrey tersenyum dan menautkan jari kelingkingnya juga, “Aku berjanji” sautnya.


“Ya sudah kalau begitu, ayah sudah menungguku” Audrey lalu menjauhkan dirinya dari pangeran Xelo.


“Biarku antar” lalu mereka kembali ketempat di mana yang lain sudah pada menunggu.


Sesampainya di sana, Audrey menghampiri ayahnya, “Apakah kalian akan pergi sekarang?” tanya ibunya putri Laras.


“Iya, kami akan pergi sekarang” jawab Audrey tersenyum.


“Audrey” panggil pangeran Xelo.


Audrey menoleh ke arah pangeran Xelo, lalu pangeran Xelo memberikan sebuah buku kepada Audrey, “Buku apa ini pangeran?” tanya Audrey bingung.


“Nanti kau juga akan tau” jawabnya lalu kembali menjauh dari Audrey.


Audrey mengangguk, “Terimakasih untuk semuanya, Audrey tidak akan pernah melupakan kalian sampai kapanpun, kalian tetap akan ada di dalam hati Audrey” ucap Audrey tersenyum.


“Kami pun sama Audrey” saut pangeran Xelo.


Audrey lalu tersenyum dan mulai membaca mantra yang nenek kasih kepadanya, sebelum benar-benar pergi Audrey tersenyum manis dan mengucapkan ‘Selamat Tinggal’.


Setelah cukup lama Audrey membuka matanya dan tangannya tetap menggenggam tangan Ayahnya. Audrey melihat sekeliling, beda sangat beda.


“Semuanya sudah sangat berbeda” ucap Audrey.


“Iya semuanya berubah” saut Ayah Audrey.


Lalu Audrey dan ayahnya mulai berjalan menelusuri jalanan yang rame, “Ayah aku ingin melihat sekolah lamaku” ucap Audrey.


“Baiklah” sautnya lalu mereka segera ke sekolah lama Audrey.


Sesampainya di sekolah lama Audrey, mereka kaget sangat kaget, bagaimana tidak gedung sekolahnya lebih besar dari sebelumnya.


Lalu Audrey bertanya kepada salah satu murid sekolahnya, mungkin. “Permisi, bolehkah aku bertanya sesuatu padamu?” tanya Audrey.


“Tentu saja boleh, kamu mau bertanya apa?” tanyanya balik.


“Benarkah ini sekolahan SMAN GARUDA II?” tanya Audrey.


“Iya, benar ka. Emang kenapa ya?” tanyanya lagi.


“Ohh tidak kenapa-napa, aku hanya ingin tau saja, hmmm kira-kira ini tahun berapa?” tanya Audrey lagi.


Gadis itu mengeriyitkan dahinya bingung, “Ya tentu ini sudah tahun 2026, kaka ini gimana sih masa gak tau” jawabnya sedikit heran dengan pertanyaan yang di lontarkan Audrey.


“O-oh, sudah tahun 2026 ya, hmm ya sudah terimaksih ya” ucap Audrey yang tak kalah kagetnya dengan ayahnya.


Mereka saling pandang dengan muka sama-sama kaget, “Sudah 3 tahun” ucap mereka bareng.


***


Sudah ada beberapa bulan setelah Audrey dan ayahnya kembali dari kerajaan kehidupan keduanya jauh lebih baik dari sebelumnya, bahkan orang yang dulu sering membully dirinya pun tidak membullynya lagi.


Kini Audrey sudah sukses berkat berlian yang di kasih dari permaisuri Xian, dia menjualnya sebagian, walaupun hanya sebagian itu sudah sangat bisa membuatnya sukses.


Kini Audrey dan ayahnya sudah menjadi pengusaha yang sukses, usahanya yang sangat maju membuatnya di kenal banyak kalangan dari berbagai kota di negaranya, ya walupun hanya baru beberapa kota tapi itu sudah membuat mereka sangat bersyukur.


Dan tentang ibu dan kaka tirinya, mereka sudah tak tau dimana keberadaanya dan mereka pun tak perduli, karena mereka berdua yang meninggalkan Audrey dan ayahnya terlebih dahulu.


Kini Audrey baru saja selesai makan siang dengan rekan bisnisnya, dia duduk di sebuah bangku cafe dia memandangi keluar jendela, lalu beralih mengambil buku yang waktu dulu pangeran Xelo berikan kepadanya.


Dia membuka bukunya lembar demi lembar dia baca, hingga dia selalu berhenti di salah satu lembar dan tersenyum ketika membacanya.


“AKU SUDAH MENEMUKAN CINTAKU YANG HILANG, DIA GADIS YANG CANTIK, MANIS, DAN PERIANG AKU SANGAT MENYUKAINYA. AKU BERHARAP KEPADA TUHAN AGAR BISA DI PERTEMUKAN LAGI DENGANNYA, UNTUKMU YANG SEDANG MEMBACA BUKU INI SEMOGA KAU BAHAGIA DI SANA AKU SANGAT MENCINTAIMU” –PANGERAN XELO ZANXAVIER.


Itulah kata-kata yang tertulis di buku tersebut, Audrey lalu membuka lembar selanjutnya yang masih kosong dan dia tersenyum lalu menulis sesuatu di lembar tersebut.


“AKU BELAJAR DARI MASA LAMPAU, BAHWA TIDAK SEMUA ORANG MEMILIKI SIFAT YANG SAMA, MEREKA BERBEDA-BEDA TAPI MEREKA HIDUP DI TEMPAT YANG SAMA. DAN SEMUA INI ADALAH TAKDIR TUHAN, APA YANG KITA LAKUKAN ITU SUDAH KEHENDAK TUHAN. DAN AKU JUGA BELAJAR MENJADI PRIBADI YANG LEBIH BAIK LAGI, AKU BELAJAR TENTANG RASA IKHLAS, SABAR DAN MENERIMA KENYATAAN PAHITNYA HIDUP, DAN AKU BERHARAP APA YANG TERJADI PADAKU DULU SEMOGA TIDAK TERJADI DI KEHIDUPAN SELANJUTNYA, BAHAGIA SELALU” –AUDREY LESTARI.


Audrey tersenyum setelah dia menuliskan kata terakhirnya lalu menutup bukunya, “Audrey mari nak kita pulang” saut ayahnya yang datang menghampiri Audrey.


...TAMAT....


PESAN TERAKHIR DARI AUTOHR, BELAJAR DARI KISAH AUDREY, BAHWA APA PUN DI DUNIA INI, ITU TIDAK HARUS KITA MILIKI. DAN KITA HARUS IKHLAS, SABAR, DAN TERIMA SEMUANYA, KARENA INI SEMUA ADALAH ANUGRAH DARI TUHAN. INI BUKAN HANYA UNTUK KALIAN, TAPI INI JUGA UNTUK AUTHOR SENDIRI, TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA SAMPAI AKHIR DAN TOLONG AMBIL MANFAAT DAN HIKMAHNYA DAN BUANG YANG TIDAK BERMANFAATNYA, DAN JIKA ADA ADEGAN YANG KURANG BAIK DAN KATA-KATA KASAR DI CERITA INI TOLONG JANGAN DI TIRU.

__ADS_1


DAN MAAF JUGA BILA ENDINGNYA TIDAK SESUIA DENGAN KEINGINAN KALIAN, TERIMAKASIH SAMPAI KETEMU DI CERITA AUTHOR SELANJUTNYA, BYE-BYE.....


__ADS_2