
Setelah kejadian tadi nenek dan pangeran Xelo tidak terlihat sama sekali, dan sekarang Audrey sedang mencari keberadaan mereka berdua.
“Dimana nenek dan pangeran Xelo, kenapa mereka tidak ada, padahalkan sekarang lagi makan-makan” gumam Audrey pelan sembari melirik kesana-kesini mencari keberadaan nenek dan pangeran Xelo.
Ya setelah kejadian tadi raja Laksamana menyuruh Yongi untuk meminta apa saja kepadanya, dan Yongi meminta jangan memenjarakan anggotanya, dan dia meminta makan enak bareng dengan para anggotanya. Raja Laksamana pun menuruti keinginannya, karena merasa dia tidak pernah memberikan sesuatu kepada anaknya yang pertama.
Audrey pun sebenarnya sangat kaget ketika mengetahuinya, tapi dia juga senang karena satu masalah lagi sudah terselesaikan, tinggal beberapa masalah lagi agar dia bisa kembali ke dunia aslinya.
‘Semoga saja bisa’ batin Audrey bersemangat.
“Pangeran Cleo, bolehkah aku bertanya sesuatu padamu?” tanya Audrey kepada pangeran Cleo.
Pangeran Cleo menengok ke arah Audrey dan mengangguk sebagai jawaban.
“Hmmm, apa kau tau di mana nenek dan pangeran Xelo berada?” tanya Audrey.
“Tidak, aku tidak tau” jawab pangeran Cleo datar.
Audrey sebenarnya bingung dengan perubahan sikap pangeran Cleo, ‘Kenapa dengan pangera Cleo? Apa aku berbuat salah kepadanya? Atau aku salah bertanya? Ko aku bingung sendiri’ batin Audrey bingung menatap pangeran Cleo.
“Ohhh, ya sudah tidak papa, makasih ya” saut Audrey lalu menatap ke arah lain.
Tapi Audrey curi-curi pandang kepada pangeran Cleo yang hanya menatap datar ke arah depan.
“Pangeran” panggil Audrey.
“Hmmm” pangeran Cleo hanya berdehem saja sebagai jawaban.
“Hmmm apa kau senang mendapatkan saudara baru lagi?” tanya Audrey.
“Iya” jawabnya singkat.
Audrey mengangguk, “Apa kau kaget? Apa kau kecewa? Apa kau marah?” tanya Audrey bertubi-tubi.
”Ya” lagi dan lagi hanya di balas singkat.
Karena kesal Audrey bertanya lagi kepada pangeran Cleo yang membuat pangeran Cleo menatap Audrey.
“Pangeran, sebenarnya kau kenapa sih? Kenapa dari tadi kau hanya jawab, iya, ya, hmm, kau kenapa pangeran? Kau punya masalah? Kau bisa cerita kepadaku” ucap Audrey panjang.
Pangeran Cleo hanya menatap Audrey lalu menghela nafas pelan, “Tidak ada apa-apa, aku hanya malas saja” jawabnya.
“Tapi kau beda, sikap mu beda pangeran” ucap Audrey menatap pangeran Cleo.
__ADS_1
‘Sikapku beda karenamu, Audrey’ batin pangeran Cleo yang juga menatap Audrey.
Pandangan mereka satu sama lain saling menatap cukup lama, hingga suara seseorang membuat mereka sadar.
“Ekhemm” deheman seseorang dari hadapan mereka.
Mereka berdua melihat ke arah orang tersebut, dan ternyata dia adalah Yongi.
“E-eh, a-ada apa?” tanya gugup pangeran Cleo.
“Aku hanya ingin meminta maaf saja kepada kalian, terutama kepada dia” tunjuk Yongi kepada Audrey.
Audrey yang kaget segera menunjuk dirinya sendiri, “Hmmm, maksudnya aku?” tanya Audrey.
“Iya” jawabnya.
“Maaf tadi aku sudah melakukan hal yang tak senonoh terhadapmu” ucap Yongi meminta maaf kepada Audrey.
“Iya tak apa, mungkin kau khilaf, wajar namanya juga manusia” ucap Audrey tersenyum.
“Kau memang baik, pantas di jadikan putri kerajaan” ucap Yongi ikut tersenyum.
“E-eh, t-tidak, hehe” saut Audrey tersenyum kikuk sembari menggaruk kepalanya yang tak gatal.
***
Kini Audrey sedang mencari keberadaan pangeran Xelo, “Di mana dia?” gumamnya bertanya pada dirinya.
”Ishh lah, kemana sih ni anak satu, gak di cari ada, di cari gak ada” gumam Audrey kesal.
”Ehh, itu bukankah pangeran Xelo?” gumam Audrey ketika tak sengaja melihat pangeran Xelo di belakang kerajaan sedang melempar batu ke arah danau.
Audrey menghampiri pangeran Xelo, dan menepuk pelan pundaknya.
“Pangeran” panggil Audrey.
Pangeran Xelo tidak menoleh karena tau siapa yang memanggilnya.
“Ada apa?” tanyanya dingin sembari terus melempar batu.
“Kau kenapa?” tanya Audrey to the point.
“Tidak kenapa-napa” jawabnya.
__ADS_1
“Pangeran kalau kau mau cerita kepadaku cerita saja” ucap Audrey berdiri di sebelah pangeran Xelo.
“Aku tau kau pasti sedang kecewa, sedih, dan marah, dan perasaan itu campur aduk di dalam hatimu” lanjutnya menatap ke arah pangeran Xelo yang hanya diam saja.
“Hmm” pangeran Xelo hanya membalas dengan deheman saja.
Audrey menghela nafas, “Kau harus menerimanya pangeran, ini sudah takdir. Kau tidak boleh egois dengan membenci ayahmu, bagaimana pun dia tetap menjadi ayahmu” ucap Audrey.
“Aku tahu” sautnya.
Setelah itu hening, tidak ada yang bicara satu sama lain.
“Pangeran” panggil Audrey.
“Hmmm” jawabnya.
“Jika aku pergi dan kembali ke duniaku, apa yang akan kau lakukan?” tanya Audrey menoleh ke arah pangeran Xelo.
***
Sedangkan di sisi lain kerajaan di waktu yang bersamaan....
“ARGHHH... TIDAK MEREKA SEMUA SUDAH KETANGKAP” teriak seseorang sembari melemparkan semua barang yang ada di atas mejanya.
“Aku harus bagaimana ini?”
“Pasti mereka sudah tau” gumamnya mengepalkan lengannya.
“ARGHHH.... TIDAKKK... INI SEMUA GARA-GARA GADIS ITU” teriaknya sembari menggebrak meja.
BRAKK
“AWAS SAJA KAU GADIS KECIL” teriaknya menatap tajam ke arah depan.
“LARASSS... KEMARI KAU” teriaknya memanggil nama 'Laras'.
**TO BE CONTINUE....
***
HAI... UP LAGI NIH, MAAF MALAM-MALAM, TAPI GAK PAPAKAN HEHE. MUNGKIN SUDAH KETEBAK SIAPA DALANGNYA, KIRA-KIRA SIAPA YA?
JANGAN LUPA DI LIKE DAN COMEN YA, TERIMAKASIH SUDAH MAMPIR DAN SELAMAT MEMBACA DI BAB SELANJUTNYA, BYE-BYE**....
__ADS_1