Teleportasi Kedunia Kerajaan

Teleportasi Kedunia Kerajaan
Bab 18 : terungkap...?


__ADS_3

“Kau... Kemanakan gelangmu?” tanya pangeran Xelo menunjuk tepat di wajah pelayan tersebut.


Pelayan tersebut yang di ketahui namanya adalah Liu menunduk takut.


“G-gelangku... A-ada pangeran” ucapnya gugup.


“Kalau ada kenapa kau tidak memakainya, bukankah peraturannya selama kau kerja di kerajaan, gelang itu tidak boleh di lepas” ucap pangeran Xelo metap datar wajah pelayan Liu yang terus menunduk.


“M-maaf p-pangeran” sautnya.


“Sekarang pakailah gelangmu” ucap pangeran Xelo lagi.


Pelayan Liu terlihat panik, wajahnya sudah pucat pasi, “Mmm i-itu... Pangeran gelangnya saya simpan di kamar” ucapnya gugup.


Pangeran Xelo menatap pelayan Liu dalam, sedangkan yang di tatap semakin menundukan kepalanya.


Pangeran Xelo mengangkuk lalu segera mundur beberapa langkah dan pergi.


Pelayan Liu bernapas lega tapi, sedetik kemuadian dia di buat panik lagi.


“Kau pembohong” tunjuk pangeran Xelo membalikan badannya berhadapan kembali dengan pelayan Liu.


Semua orang di buat bingung lagi oleh pangeran Xelo.


“Xelo apa maksudmu?” tanya nenek.


“Dia telah berbohong, di berbohong bahwa gelangnya ada dikamar, lantas ini gelang milik siapa? Sedangkan pelayan yang lain memakai gelang miliknya sendiri” jelas pangeran Xelo menunjukan gelang kepada semua orang.


Pelayan Liu melihatnya kaget, semua orang juga begitu tapi tidak dengan raja Laksamana.


“Bukankah ini milikmu?” tanya nya menatap wajan pelayan Liu.


“I-itu...” ucapannya terpotong.


“Aku tau kau pasti bertanya-tanya kan kenapa aku bisa mendapatkan gelang milikmu” ucap pangeran Xelo tersenyum miring.


“Kau tak perlu tau dari mana aku tau ini adalah gelang milikmu, sekarang kau jujur apakah benar ini gelang milikmu?” tanyanya menatap tajam pelayan Liu.


Pelayan Liu terdiam sesaat, “Ayo jujurlah,sebelum ka-” ucapan pangeran Xelo terpotong oleh pelayan Liu.


“I-iya... I-itu m-milik-ku” ucapnya cepat dan mengangguk pelan, semua orang dibuat kaget oleh pengakuannya, dan pangeran Xelo yang melihatnya tersenyum senang.


“Berarti kau juga yang mengambil kalung dan cincin milik putri dan menyimpannya di kamar Audrey?” tanya lagi pangeran Xelo.


Semua orang di buat diam, oleh pertanyaan pangeran Xelo.


Pelayan Liu semakin di buat panik, mukanya sudah pucat dan keringat dingin mulai bercucuran.


“Jujur atau kau-” ucapan pangeran Xelo terpotong.


“Xelo bagaimana kau tau kalau dia yang telah melakukannya?” tanya nenek menatap cucu keduanya.

__ADS_1


“Nek biar Xelo jelaskan, Xelo gak akan menuduh orang sembarangan tanpa bukti yang jelas, yang pertama Xelo melihat dia di tempat pemandian satu hari setelah Audrey di penjara dan nenek tau apa yang dia lakukan? Dia seperti sedang mencari sesuatu, dan yang kedua dia juga mencari di jendela belakang kamar Audrey, di mana Xelo menemukan gelang ini tergantung di sela-sela jendela, pertanyaannya kenapa dia mencari gelang ini hanya di dua tempat, di mana tempat tersebut tempat putri kehilangan perhiasannya dan tempat masuk ke kamar Audrey tanpa lewat pintu depan yaitu lewat jendela, kenapa dia tidak mencari di tempat biasa dia bekerja? Coba nenek pikirkan secara logika” jelas pangeran Xelo menatap tajam pelayan Liu.


Pelayan Liu dibuat kaget bukan main, termasuk semua orang juga di buat kaget oleh penjelasan pangeran Xelo.


“Apakah tebakan ku benar bahwa kau pelaku sebenarnya?” tanyanya tersenyum smirik.


“JUJUR, SEBELUM AKU BERTINDAK LEBIH PADAMU!!” bentak pangeran Xelo, dia sudah habis akan kesabarannya.


Pelayan Liu tambah menunduk takut, isak tangisnya mulai terdengar.


“M-maaf” ucapnya lirih.


“Ayah bukankah tebakanku tidak pernah melesat? Ayah kau telah salah memenjarakan orang yang tidak bersalah” ucap pangeran Xelo menatap ayahnya yang terdiam.


Nenek berjalan menghampiri pelayan Liu, “Apakah yang di katakan Xelo benar, Liu?” tanya nenek.


Pelayan Liu tidak menjawab melainkan bersimpuh di kaki nenek dan menangis.


“Nek m-maafkan aku, hiks... A-aku salah” ucapnya terisak.


Nenek menggelangkan kepalanya ternyata pelayan sendiri telah mengkhianati janji kerajaan, pangeran Cleo dan raja Laksamana juga tak percaya.


“Yang mulia raja, aku minta maaf hiks... Maaf aku telah melanggar janji kerajaan.... Ku mohon maaf kan aku hiks...” ucapnya menunduk.


“Pengawal bawa wanita ini, penjarakan dia, dia harus mendapatkan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya” ucapnya menitah pengawal untuk membawa pelayan Liu.


Para pengawal segera membawa pelayan Liu pergi, dan para pelayan yang lain menatap pelayan Liu yang di bawa oleh para pengawal. Ada yang mentapnya iba tapi ada juga yang menatapnya tak percaya.


‘Sial ketangkap segala, dasar pelayan tak berguna sama sekali’ batin seseorang mengumpat kesal.


Raja Agung segera menghampiri raja Laksamana, “Sahabatku, maaf aku telah menuduh gadis itu tanpa ada bukti dan sekarang pelaku sebenarnya sudah tertangkap” ucapnya menepuk pundak raja Laksamana pelan.


Raja Laksamana tersenyum, “Ya tak apa” jawabnya.


Pangeran Xelo menatap pangeran Cleo dengan tatapan meremehkan, karena pangeran Cleo tak menemukan buktinya sedangkan dirinya menemukan buktinya.


Pangeran Cleo yang di tatap seperti itu oleh adiknya hanya menatap adiknya datar, dan melengos pergi.


Nenek hanya diam saja, sebenarnya nenek tidak marah pada pelayan Liu, tapi dia kecewa atas perbuatan pelayan Liu yang telah mengkhianati janji kerajaan, setelah itu nenek segera pergi.


***


Audrey mendongak karena mendengar suara kunci terbuka, dia melihat pengawal membukakan kunci pintu jeruji besi.


Dan Audrey juga melihat beberapa pengawal membawa seorang wanita yang sedang menangis, dan di belakang nya ada nenek, pangeran Cleo dan juga pangeran Xelo.


Audrey berdiri dan menatap bingung, “Ada apa ini?” tanya Audrey.


“Nona Audrey, silahkan anda keluar” ucapnya mempersilahkan Audrey untuk keluar.


Audrey di buat semakin bingung, “Maksud anda apa?” tanya Audrey lagi.

__ADS_1


“Audrey kau tidak bersalah, dan wanita ini yang bersalah” jelas nenek sembari menunjuk pelayan Liu yang menunduk.


“Maksud nenek, dia yang telah mengambil perhiasan milik putri Laras lalu memasukannya pada kantong milik Audrey” ucap Audrey.


“Iya Audrey” saut pangeran Cleo tersenyum.


Audrey menatap pelayan Liu, “Kenapa kau lakukan itu padaku?” tanya Audrey.


Perlahan-lahan pelayan Liu menatap mata Audrey lalu segera memeluk Audrey. Audrey kaget tapi dia juga membalas pelukannya.


“Maaf kan aku nona, aku terpaksa melakukan nya, maafkan aku dan tolong aku nona, tolong selamatkan keluargaku, ku mohon” ucapnya lirih lalu melepaskan pelukannya dan menatap Audrey sendu penuh permohonan.


Audrey menatap mata pelayan Liu dia melihat ketakukan dan kesedihan yang terpancar dari sorot matanya.


Belum sempat Audrey bertanya lebih lanjut, pengawal sudah memasukan pelyan Liu ke penjara dan menguncinya.


Audrey terdiam dia masih memikirkan perkataan pelayan Liu tadi padanya, ‘Apa maksudnya, kenapa dia meminta tolong padaku?’ batinnya meliahat pelayan Liu yang sedang terduduk nangis.


“Audrey” Panggil pangeran Cleo.


“Eh iya, pangeran” ucap Audrey sedikit terkejut.


“Kau kenapa, kenapa mukamu tampak sedih, apa yang kau pikirkan?” tanya pangeran Cleo.


“Tidak... Tidak ada” ucapnya tersenyum mencoba menyembunyikannya.


“Bener tidak ada masalah?” tanya nenek.


“Tidak nek, Audrey seneng banget akhirnya terungkap juga kalau Audrey tidak bersalah” ucapnya tersenyum senang.


Nenek, pangeran Cleo dan juga pangeran Xelo juga tersenyum senang.


“Apakah kau tau siapa yang memecahkan masalah ini?” tanya nenek memegang tangan Audrey.


Audrey menggeleng, “Tidak, emang siapa nek?” tanya Audrey.


“Pangeran Xelo yang telah memecahkannya” ucap nenek tersenyum sembari menatap pangeran Xelo yang tersenyum bangga atas dirinya, sedangkan pangeran Cleo mendengus kesal.


“Wah... Makasih pangeran” ucap Audrey tersenyum.


“Ekhem... Ya” sautnya dengan gaya coolnya.


Pangeran Cleo di buat geli dengan sikap adiknya, “Ihh lebay” gumam pangeran Cleo pelan.


“Haha sudah, biarkan Audrey membersihkan dirinya lalu beristirahat” ucap nenek terkekeh pelan, dan mereka menangangguk patuh.


**To Be Continue....


***


Terimakasih sudah membaca dan selamat membaca di bab selanjutnya ya... Bye-bye**...

__ADS_1


__ADS_2