
Sudah beberapa hari ini setelah Audrey bebas dia selalu memikirkan perkataan pelayan Liu tempo hari lalu.
‘Aku harus bagaimana ini, apakah aku harus bilang pada pangeran atau raja... Atau mungkin pada nenek?’ batin Audrey bingung.
Dia sekarang sedang berada di taman seorang diri. Duduk di bangku taman melamun memikirkan yang harus nya dia tidak perlu pikirkan, tapi bukan Audrey namanya jika tidak memikirkan masalah orang lain yang butuh pertolongannya.
Pangeran Cleo melihat Audrey yang sedang malamun dari kejauhan dia segera menghampiri Audrey.
“Audrey... Apa yang kau lakukan di sini sendiri?” tanya pangeran Cleo dan duduk di samping Audrey.
Audrey menoleh pada pangeran Cleo, “Aku hanya mencari angin saja pangeran, sudah lama aku tidak menghirup udara segar” jawabnya tersenyum.
Pangeran Cleo mengangguk, “Terus apa yang sedang kau pikirkan?” tanya pangeran Cleo menatap Audrey.
Audrey kaget dia gugup harus menjawab apa, ‘Bagaimana ini, kenapa pangeran bisa tau kalau aku sedang memikirkan sesuatu, apa aku harua jujur saja?’ batin Audrey bertanya-tanya, dia bingung apakah harus jujur atau tidak.
“Audrey kenapa kau melamun?” tanya pangeran Cleo membuyarkan lamunan Audrey.
“E-eh ti-tidak ada pangeran” sautnya gugup, tapi dia mencoba bersikap biasa saja.
Pangeran tau ada yang di sembunyikan oleh Audrey tapi, dia tidak mau memaksanya untuk bercerita kepadanya.
“Baiklah... Kalau kau mau cerita sesuatu padaku cerita saja, mungkin aku bisa mendengarkanmu dan bisa menolongmu” ucap pangeran Cleo tersenyum.
“Iya pangeran, maaf” Audrey menunduk, dia masih bingung tapi jika dia menceritakan semuanya dia takut pangeran tidak akan percaya padanya.
“Emm bagaimana kalau aku mengajarimu menunggangi kuda, apa kau mau?” ucap pangeran Cleo yang membuat Audrey mendongak menatap pangeran Cleo dengan tatapan berbinar.
“Mauuuu” seru Audrey tersenyum senang.
Pangeran juga tersenyum senang, “Kalau begitu ayo” ajak pangeran Cleo menarik tangan Audrey pergi.
***
“Pilihlah kuda yang mau kau tumpaki” ucap pangeran Cleo ketika meraka sudah sampai di kandang kuda.
Audrey melihat ada beberapa kuda, dari yang besar hingga yang kecil, dan warnanya pun berbeda-beda.
__ADS_1
“Emmm... Aaa aku mau yang itu” tunjuk Audrey pada kuda yang ukurannya cukup besar dan warna putih keabu-abuan.
“Benar, kau mau yang itu?” tanya pangeran Cleo meyakinkan.
“Iya, bolehkan pangeran” Audrey menatap pangeran Cleo dengan mata memelas.
“Baiklah” sautnya, lalu pangeran Cleo menghampiri kuda tersebut.
Audrey mengelus kuda tersebut dengan gembira, “Ihh kuda nya comel” seru Audrey tersenyum gembira.
Pangeran yang melihatnya juga tersenyum sembari melepas ikatan kudanya.
“Ayo” pangeran Cleo menggiring kuda menuju lapangan yang di sediakan untuk berlatih berkuda, Audrey mengikuti pangeran Cleo dari belakang.
Sesampainya di lapang, pangeran Cleo menyuruh Audrey naik ke kuda.
“Audrey kau naiklah” ucapnya melihat Audrey.
“Bagaimana aku naiknya pangeran?” tanya Audrey bingung.
“Gampang, kau naikalah ke sini terus pegang talinya” ucap pangeran Cleo membantu Audrey naik.
Audrey mencoba naik, dia agak kesusahan tapi karana bantuan dari pangeran Cleo akhirnya dia bisa juga.
“Yeay... Pangeran aku sudah naik, terus apa yang harus ku lakukan?” tanya Audrey melihat pangeran Cleo yang ada di bawah. (Maksudnya gak naik ke atas kuda ya guys)
“Terus jalan” ucapnya santai.
Audrey menatap datar pangeran Cleo, “Ihhh pangeran... Kau ini bagaimana kan aku tidak bisa, baru juga mau belajar” ucapnya sedikit kesal.
Pangeran Cleo terkekeh pelan, “Iya... Iya maaf” sautnya dengan senyum khasnya.
“Pangeran kau naiklah” ucap Audrey, sebenarnya dia sedikit takut apalagi takut tiba-tiba kudanya lari, terus dia jatuh gimana?.
“Kenapa, kau menyuruhku naik, apa kau takut?” pangeran Cleo menatap Audrey dengan tatapan jahilnya.
“T-tidak... Aku tidak takut, aku kan Audrey si pemberani” ucapnya mengelak.
__ADS_1
Pangeran tersenyum jahil, “Baiklah, pemberani Audrey” ucapnya mentap Audrey yang terlihat tegang.
Audrey sudah was-was dengan senyuman pangeran yang tidak biasanya.
***
“Aaaa.... Pangeran hentikan... Hentikan kudanya” teriak Audrey lantaran pangeran Cleo menjalankan kudanya, walaupun hanya berjalan pelan tapi tetap saja Audrey sangat takut, dia takut terjatuh.
Pangeran Cleo terkekeh melihat Audrey yang ketakutan, “Bilang dulu padaku, bahwa kau takut” ucap pangeran Cleo.
“Iya... Iya aku takut, pangeran hentikan kudanya” serunya sembari memegang tali kuda dengan erat.
Pangeran tersenyum menang lalu dia segara menghentikan kudanya.
Audrey bisa bernafas lega, “Akhirnya berhenti juga” gumamnya memegang dadanya.
“Pangeran kau ini membuatku hampir mati saja, katanya mau mengajariku tapi malah membuatku ketakutan” ucapnya kesal bersedekap dada dan mengerucutkan bibirnya.
Pangeran Cleo yang melihatnya merasa gemas, ingin sekali dia mencubit pipi gembul Audrey.
“Iya... Iya aku minta maaf nona Audrey, sudah dong jangan ngambek” ucapnya sembari mencubit pipi Audrey.
“Aww... Pangeran sakit tau” sautnya sembari memegang pipinya yang panas akibat cubitan pangeran Cleo.
Pangeran Cleo terkekeh pelan, “Iya maaf, ya sudah kali ini aku benar akan mengajarimu belajar” sautnya tersenyum manis.
“Kalau gitu naiklah pangeran” ucap Audrey tersenyum.
“Hmmm baiklah” pangeran Cleo lalu segera naik dan berada di belakang Audrey.
“Apakah kau siap nona?” tanya pangeran Cleo sembari memegang tali kudanya dan melihat ke wajah Audrey.
“Yaa... Aku siapp” serunya tersenyum gembira.
**To Be Continue....
***
__ADS_1
Terimakasih sudah membaca dan selamat membaca di bab selanjutnya... Bye-bye**...