
“Bagaimana pangeran apa kau setuju dengan rancanaku?” tanya Audrey menatap pangeran Cleo harap-harap cemas.
“K-kalau kau tak setuju pun tak apa, aku hanya kasih saran saja” lanjut Audrey terus menatap pangeran Cleo.
Pangeran Cleo diam tak merespon sama sekali, “Kalau nenek setuju dengan rencanamu nak” ucap nenek tiba-tiba yang menyahut.
“Aku juga setuju” pangeran Xelo ikut menimpali.
“Kalau kami gimana baiknya saja” saut pengawal yang ikut menyahuti.
Semua mata kini beralih menatap pangeran Cleo, pangeran Cleo menghela nafas pelan.
“Baiklah, kalau begitu siapa yang akan menyamarnya?” pangeran Cleo akhirnya menyetujui juga.
“Aku saja” ucap Audrey menunjuk dirinya sendiri.
“Dan aku” pangeran Xelo juga ikut menunjuk dirinya.
Audrey menatap pangeran Xelo yang tersenyum simpul kearahnya.
“Iya biar mereka berdua dan pengawal saja yang akan menyamarnya, kau diam di sini temani nenek dan menjaga ayah serta kerajaan” ucap nenek menyetujui.
“Baiklah, aku akan mengikuti permainannya saja” ucap pangeran Cleo, semua tersenyum senang.
Ya Audrey mengusulkan ide untuk mencari tau semua masalah yang ada di desa, dari mulai rakyat yang kelaparan, tanah, sumber air dan juga masalah sekarang. Dengan cara mereka harus menyamar, karena sekarang kerajaan sedang di ambang kehancuran mungkin sekali musuh melangkah sudah hancur, dan sudah tidak mendapat kepercayaan lagi dari rakyat, mungkin dengan cara mereka menyamar mereka bisa ikut berbaur dengan para rakyat dan mencari tau semua masalahnya.
Tiba-tiba Kris datang menghampiri mereka, “Maaf mengganggu, pangeran” ucapnya menunduk hormat.
“Iya Kris, ada apa?” tanya pangeran Cleo.
“Begini pangeran, tentang masalah orang yang mencoba melukai pangeran Xelo kami belum bisa menemukannya, tapi kami mendapat info bahwa tato bintang itu adalah sebuah lambang komunitas” jelas Kris to the point.
“Sebuah komunitas? Komunitas apa?” tanya pangeran Cleo.
“Kami kurang tau tentang komunitas yang seperti apa pangeran, karena kami hanya mendapat info sekedar itu saja” jawabnya.
Pangeran Cleo mengangguk paham, “Ya sudah kau cari tau komunitas seperti apa mereka” ucap pangeran Cleo.
“Baik pangeran, kalau begitu saya permisi” Kris menunduk hormat lalu segera pergi.
Audrey yang sedari tadi mendengarkannya terdiam, “Pangeran bolehkah aku bertanya sesuatu padamu?” tanya Audrey.
__ADS_1
“Tentu saja, kau mau bertanya tentang apa?” saut pangeran Cleo.
“Emmm... Kalau boleh tau tato bintang seperti apa ya, dan sedang mencari siapa?” tanya Audrey hati-hati.
“Kami sedang mencari orang yang sudah mencoba melukai pangeran Xelo, dan orang tersebut memiliki ciri-ciri tato bintang di tangan kirinya dan goresan luka di mata kananya” jelas pangeran Cleo.
Audrey terdiam, “Melukai pangeran Xelo? Tato bintang di tangan? Luka di mata?” tanpa sadar Audrey menanyakannya lagi.
“Iya, apa kau pernah melihatnya mungkin?” tanya pangeran Cleo.
Audrey terdiam lagi, dia memikirkan sesuatu sedetik kemudian dia membulatkan matanya.
“Ada apa Audrey? Apa kau pernah melihatnya?” tanya pangeran Cleo.
Sedangkan yang lain diam menunggu jawaban dari Audrey.
Audrey mengangguk, “Iya pangeran aku pernah melihatnya” ucap Audrey menatap pangeran Cleo.
“Benarkah dimana?” sekarang yang bertanya bukan pangeran Cleo melainkan pangeran Xelo.
“Di desa” saut Audrey cepat.
“Pangeran apa kau masih ingat, kau pernah membawaku ke desa dan waktu itu ak-” ucapan Audrey terpotong cepat oleh pangeran Cleo.
“Hehe iya pangeran, tapi kau menemukanku terjatuh akibat ada yang menabrakku hingga aku jatuh, apa kau ingat pangeran?” lanjut Audrey mengingatkan kejadian tempo hari lalu.
“Iya aku mengingatnya, emang kenapa?” tanya pangeran Cleo.
“Orang itu... Orang yang telah menabrakku... Dia... Dia yang kau sebut ciri-cirinya tadi... Iya aku mengingatnya dengan jelas, goresan luka panjang di mata kanan pria tersebut bahkan kami saling menatap sebentar setelah itu dia segera pergi” jelas Audrey.
Semuanya terkejut, “Berarti orang itu masih berkeliaran di desa?” tanya pangeran Xelo.
Semuanya mengangguk dan terdiam dengan pikirannya masing-masing.
“Berarti kita bisa menangkap orang tersebut dengan rencana yang sama” ucap salah satu pengawal.
Semuanya menoleh ke pengawal muda tersebut, dan sang empu langsung terdiam.
“Hehe maaf” cengirnya sembari menggaruk kepalanya yang tak gatal.
“Iya kau benar” saut Audrey membenarkan.
__ADS_1
“Jadi mau kapan kita mulai?” tanya pangeran Xelo.
“Kalau menurut Audrey, kita bisa besok jika hanya mencari pemuda tersebut, tapi jika kita mencari orang dengan luka di matanya kita lebih baik menunggu kabar dari tuan Kris, karena orang tersebut adalah salah satu anggota komunitas yang belum di ketahui komunitas seperti apa, dan takutnya komunitas bersenjata perang sedangkan kita tidak memiliki persiapan sama sekali, jadi selagi kita menunggu kabar dari tuan Kris kita cari si pemuda” ucap Audrey menjelaskan.
Semuanya mentap Audrey lalu mengangguk setuju.
“Iya kau benar, kau sangat pintar Audrey” saut pangeran Cleo tersenyum.
Audrey juga tersenyum senang, baru kali ini ada yang mengakui bahwa dirinya pintar, karena sebelumnya tidak ada. Bukankah orang pintar tudak selalu bisa dalam bidang akademiknya melainkan non akademik dan kemampuan di bidang lain yang dia bisa.
“Ya sudah kalau begitu persiapkan diri kalian buat hari esok” ucap nenek.
Semuanya mengangguk, dan ketiga pengawal segera pamit pergi, setelah kepergian tiga pengawal semuanya terdiam.
Hingga Audrey memecahkan keheninggan, “Emm... Apakah yang mulia raja tau tentang ini?” tanya Audrey hati-hati.
“Tidak, dan aku pikir ayah tidak usah tau tentang ini” jawab pangeran Cleo.
“Iya aku pun berpikir begitu” saut pangeran Xelo, dan nenek mengangguk.
“Iya, aku hanya tidak mau menambah beban pikiran yang mulia raja” ucap Audrey tersenyum.
Semuanya juga tersenyum, “Kau memang anak yang baik” nenek mengusap surai hitam Audrey lembut.
***
Sedangkan di sisi lain di sebuah ruangan, suara ketawa menggelagar keseluruh sudut ruangan.
“Hahahah... Akhirnya hari-hari yang kutunggu datang juga... Hahaha... Akhirnya kau hancur juga Laksamana hahaha.... Aku senang melihat kau di ambang kehancuran tinggal tunggu waktu yang tepat saja agar kau benar-benar hancur.... Hahaha....” ucapnya menatap sebuah bingkai foto berukuran besar di panjang di dinding.
Sedangkan orang-orang di sekitarnya hanya diam saja.
“Kalian sudah berhasil hahaha... Bagus... Bagus... Rayakan kemenangan kita HARI INI!!!” teriaknya sembari mengangkat botol minuman di tangannya.
“HAHAHAHA...”
“Dan untuk kau gadis s*al*n, pantau mereka terus jangan sampai lengah, kalau kau lengah kau akan tau akibatnya, yaitu dirimu dan juga ibu tercintamu” tunjuknya pada seorang gadis di depannya yang menunduk takut.
“B-baik t-tuan” saut gadis tersebut terbata-bata.
**To Be Continue....
__ADS_1
***
Terimakasih sudah mampir dan selamat membaca di bab selanjutnya... Bye-bye**...