Teleportasi Kedunia Kerajaan

Teleportasi Kedunia Kerajaan
Bab 15 : sebuah bungkusan


__ADS_3

Sesampainya di desa, raja Laksamana dan pangeran Cleo turun dari kereta kuda, tak terkecuali pangeran Xelo yang juga turun dari kudanya.


Mereka segera melihat-lihat, di dampingi oleh para pengawal di belakangnya.


Salah satu rakyat di desa itu yang melihat raja Laksamana segera menghampirinya.


“Akhirnya yang mulia datang juga, yang mulia bagaimana ini kami semua tidak memiliki bahan pangan yang cukup, bahkan kami selalu berebut bahan pangan yang tersisa, hingga selalu ada yang terluka” ucapnya menunduk hormat pada raja Laksamana Pangeran Cleo yang melihatnya sangat iba.


“Tenanglah soal bahan pangan biar kerajaan yang akan mengurusnya, nanti akan ada orang suruhan kerajaan yang tiap minggunya akan mengirimkan bahan pangan dan kebutuhan kalian yang lainnya” ucap raja Laksamana tegas.


“Terimakasih banyak yang mulia raja” ucapnya menunduk hormat.


Raja Laksamana mengangguk, dan segera pergi untuk melihat sawah yang kering.


“Ayah sawah ini sangat lah kering” ucap pangeran Cleo sembari memegang tanah yang dia ambil.


“Sayurnya berbau busuk” ucap pangeran Xelo memperlihatkan sayur yang di kerubungi oleh lalat.


“Ini sangat aneh, seperti ada yang mencemari wabah penyakit agar tumbuhannya berbau busuk dan tanahnya sangat kering” ucap raja Laksamana melihat sekeliling, hingga matanya tertuju pada salah satu tumbuhan sayur yang tidak membusuk hanya saja kering, sayur itu berada paling ujung.


Raja Laksaman segera memperintahkan salah satu pengawalnya untuk membawakan sayuran itu padannya.


“Bawakan sayuran itu padaku” ucapnya dan salah satu pengawl segera membawanya dan memberikannya pada raja Laksamana.


Raja Laksamana melihat seksama sayuran tersebut, kedua pangeran juga ikut melihatnnya.


“Ayah sayuran ini berbeda dari yang lainnya, sayur ini tidak membusuk sama sekali hanya saja kering” ucap pangeran Cleo yang memperhatikan juga.


Pangeran Cleo mengambil salah satu sayuran yang busuk dan mengambil sayuran yang tidak busuk, dia membandingkannya.


“Beda, ini sangat berbeda” ucap pangeran Cleo, raja Laksamana mengangguk.


“Apa ini?” tanya pangeran Xelo saat dia tak sengaja melihat serbuk putih di sayuran yang membusuk.


“Pasti ada yang tidak beres ini, pengawal bawa sayuran ini dan amati” titah raja Laksamana pada pengawal agar di cari tahu serbuk putih itu.


“Baik yang mulia” ucapnya lalu segera pergi.


***


Sekarang pangeran Xelo sedang berada di sekeliling perairan setelah dia dari ladang/sawah, dia segera pergi dan menuju sumber air.


Pangeran Xelo melihat sekeliling di aliran air tersebut, tidak ada sampah atau apa pun untuk mencemari aliran sungainya, bahkan aliran sungai tersebut sangat bersih.


“Tidak ada apa pun di sini, tapi kenapa airnya mendadak kotor dan ketika warga meminum airnya menjadi sakit perut”gumam pangeran Xelo bingung.

__ADS_1


Pangeran Xelo berjongkok dan mengambil air menggunakkan tanggannya. Dia mencium bau airnya, lalu segera membuang airnya kembalinya.


“Airnya juga berbau busuk” gumam pangeran Xelo lalu segera bangkit berdiri seperti semula.


Pangeran Xelo berkeliling di sekitaran aliran sungai, dia tidak menemukan yang mencurigakan atau apa pun itu.


“Tidak ada apa pun” ucapnya lalu berbalik arah dan akan segera kembali lagi.


Tapi, ketika dia berjalan ke tempat di mana ayah dan sodaranya itu berada dia melihat sebuah bungkusan yang ada di bawah pohon, memang kurang terlihat karena tertutupi oleh rerumputan tapi mata elangnya yang tajam bisa melihat jelas bungkusan tersebut.


“Apa itu?” tanya nya lalu segera menghampiri pohon tersebut, sebelum mengambil bungkusan tersebut dia memakai terlebih dahulu sarung tangan, setelah itu mengambil bungkusannya.


Pangeran Xelo membuka bungkusan tersebut dan betapa kagetnya dia melihat isinya. Ternyata isinya adalah sebuah pil, ya seperti sebuah pil obat dan juga serbuk serbuk putih di plastik kecil.


“Apa jangan-jangan gara-gara ini semuanya jadi seperti ini, aku harus memberihatu ayah” ucap pangeran Xelo lalu segera pergi dari tempat itu.


Dari kejauhan ternyata ada yang memperhatikan pangeran Xelo, ‘Gawat ini, kalau sampai ketahuan aku busa habis’ batinnya cemas.


‘Aku harus lakukan sesuatu’ batinnya lagi lalu segera pergi.


***


“Ayah...” panggil pangeran Xelo.


“Ada apa?” tanya raja Laksamana.


“Ayah... Lihatlah aku menemukan ini di dekat pohon, di tepi aliran sungai itu” ucap pangeran Xelo sembari menunjuk pohon yang tadi.


“Seperti nya ini ada yang membuangnya setelah melakukannya” lanjut pangeran Xelo lagi.


Raja Laksamana mengambil bungkusan tersebut, tapi segera di tahan oleh pangeran Xelo.


“Ayah stop... Pakai terlebih dahulu sarung tanggan” ucap pangeran Xelo lalu segera memberikan sarung tanggan pada ayahnya.


Raja Laksamana mengambilnya dan segera memakainya. Raja Laksamana membuka bungkusan tersebut dan melihat isinya.


“Apa ini?” tanya nya melihat pangeran Xelo.


Pangeran Cleo segera mengambil bungkusan tersebut setelah memakai sarung tangan, dia melihat isinya.


“Ini seperti obat” ucapnya mengeluarkan isi dari bungkusannya.


Pangeran Cleo memperintahkan pengawal untuk membawakannya air yang bersih.


“Pengawal aku minta air yang bersih” ucapnya.

__ADS_1


Tak terlalu lama pengawal mengambilnya, dia sudah kembali dengan air botol di tanggannya, “Pangeran ini air yang anda minta” ucapnya menyodorkan botol berisi air.


Pangeran menerima botol tersebut lalu menumpahkannya pada tutup botolnya setelah itu dia memasukan satu pil pada air tersebut.


Pangeran Xelo dan raja Laksamana menatap bingung pada pangeran Cleo.


“Hey... Apa yang kau lakukan?” tanya pangeran Xelo.


“Kau diamlah, lihat apa yang akan terjadi pada air ini nantinya” saut pangeran Cleo menatap adiknya.


Pangeran Xelo mendengus kesal, sedangkan raja Laksamana menggelengkan kepalanya melihat kedua anaknya terus saja berantem.


Tak berselang lama air yang tadinya jernih sekarang menjadi kotor dan pil tadi pun sudah larut dengan air.


“Lihatlah airnya berbedakan” ucap pangeran Cleo memperlihatkan air tersebut.


Raja Laksama dan pangeran Cleo melihat air tersebut dan benar saja air tersebut sudah berbeda, warnanya menjadi keruh dan juga sedikit berbau busuk.


“Benarlah, airnya menjadi berubah” ucap pangeran Xelo.


“Bagaimana kau tau Cleo?” tanya raja Laksamana menatap pangeran Cleo.


“Aku hanya nebak ayah, karena pil ini bisa melebur kalau terendam air, paman Juardi kan per-” ucapan pangeran Cleo terpotong.


“Stop... Jangan kau sebut nama dia lagi” ucap raja Laksamana sedikit kesal.


“Iya, maaf ayah” saut pangeran Cleo.


“Berarti serbuk ini juga penyebab tumbuhan di sawah pada mati dan busuk” ucap pangeran Xelo melihat serbuk putih yang ada di dalam plastik bening.


Lalu pangeran Xelo menaburkan sedikit serbuk putih tersebut pada bunga yang tak terlalu jauh dari tempat mereka berdiri.


Dan benar saja tak terlalu lama bunga tersebut mulai layu, mungkin kalau lebih banyak dan lama di diamkannya bunga tersebut akan menjadi seperti pada sayuran yang ada di sawah.


Pangeran Cleo dan raja Laksamana melihat itu sedikit terkejut.


“Wah ternyata anakku pintar” ucap raja Laksamana merasa bangga pada anaknya yang bisa menemukan apa penyebabnya dengan sangat cepat.


Pangeran Cleo dan pangeran Xelo menatap ayahnya datar, bagaimana bisa sedang serius seperti ini ayahnya malah berbicara seperti itu.


**To Be Continue....


***


Terimakasih sudah membaca dan selamat membaca di bab selanjutnya.... Bye-bye**

__ADS_1


__ADS_2