Teleportasi Kedunia Kerajaan

Teleportasi Kedunia Kerajaan
Bab 16 : luka panjang dan tato bintang


__ADS_3

Setelah selesai mengamati semuanya, mereka segera kembali ketempat di mana kereta kuda mereka berada.


“Ayo pulang” ajak raja Laksaman pada kedua anaknya.


“Baik yah” jawab kedua pangeran.


Raja Laksamana dan pangeran Cleo segera masuk ke dalam kereta kuda sedangkan pangeran Xelo menumpangi kudanya.


“Yang mulia semoga anda berhasil, terimakasih banyak” ucap salah satu warga desa menunduk hormat kepada raja Laksamana.


“Ya, kalian berdo'a lah saja” sautnya lalu segera memperintahkan pengawal agar segera menjakankan keretanya.


Tiba-tiba ketika sedang perjalan menuju kerajaan, kuda yang di tunggangi oleh pangeran Xelo hilang kendali hingga jatuh.


BRUKK


“Pangerann...” seru para pengawal yang ada di belakang pangeran Xelo.


Raja Laksamana yang mendengar suara terjatuh dan juga teriakan para pengawal, dia meminta untuk memberhentikan kereta kudanya.


“Berhenti!!” perintahnya.


Kereta pun berhenti, raja Laksamana dan pangeran Cleo segera turun dan melihat pangeran Xelo yang sedang di bantu berdiri oleh beberapa pengawal.


Raja Laksamana dan pangeran Cleo segera menghampiri mereka.


“Ada apa ini? Kenapa bisa terjatuh?” tanya raja Laksamana.


“Tidak tau yang mulia, tiba-tiba kuda yang di tumpangi pangeran Xelo hilang kendali” ucapnya sembari memapah pangeran Xelo yang terluka.


“Bawa masuk ke kereta” ucap raja Laksamana.


“Baik raja” sautnya dan segera membawa pangeran Xelo ke kereta kuda.

__ADS_1


Pangeran Cleo menghampiri kuda yang juga terjatuh, kuda tersebut terbaring lemas.


Pangeran Cleo mengusap lembut kuda putih tersebut, “Kenapa denganmu?” tanya pangeran Cleo pada kuda putih.


Pangeran Cleo terus saja mengusap lembut, hingga ketika dia mengusap bagian lehernya, kudanya merasa kesakitan.


Pangeran Cleo menyibakan bulu yang menutupi bagian leher, dia melihat leher kudanya sedikit membiru.


“Kenapa dengan lehernya?” tanya nya pada diri sendiri.


Pangeran Cleo terus memperhatikan luka tersebut, seperti luka suntikan yang asal di suntikan.


“Pengawal apakah tadi ada orang yang mendekati kudanya?” tanya pangeran mentap pengawal.


“Sepertinya tidak ada pangeran” saut salah satu pengawal.


“Tapi pangeran, tadi ada seorang pria memakai jubah hitam yang tak sengaja tersandung dan mengenai kuda, hingga kuda nya teriak, entah kenapa” jelas salah satunya lagi.


“Apakah mengenai bagian leher?” tanya pangeran Cleo lagi.


Pangeran Cleo mangangguk, ‘Pasti dia sengaja melakukannya’ batin pangeran Cleo menatap kuda yang terbaring lemah.


“Apakah kau melihat wajahnya? Apa dia membawa benda tajam atau semacamnya?” tanya pangeran Cleo berturut-turut.


“Tidak pangeran, aku tidak sempat melihat wajahnya karena dia menutupinya dengan masker, dan untuk membawa benda tajam entah aku tak melihatnya pangeran” ucapnya.


Pangeran Cleo mengangguk paham, raja Laksamana datang menghampiri mereka.


“Ada apa Cleo?” tanya raja Laksamana.


“Ini ayah sepertinya ada yang sengaja menyakiti kudanya agar ketika di tumpangi oleh Xelo dia terjatuh dan terluka” saut pangeran Cleo.


Raja Laksamana mengangguk paham, “Siapa?” tanyanya.

__ADS_1


“Entah, tak ada yang tau” saut pangeran.


“Lalu untuk apa kalian menjaga jika masih ada yang ingin membuat ulah, kalian memang tak guna!!” sentak raja Laksamana marah pada pengawal.


Para pengawal menunduk takut, “Kami minta maaf yang mulia, kami telah ceroboh” ucap salah satu pengawal mewakili semuanya.


“Sadar kalau kalian ceroboh!” sentak raja Laksamana lagi. Para pengawal tambah menunduk takut.


“Ayah sudahlah, mereka juga tidak tau kalau orang itu mempunyai niat jahat” relai pangeran Cleo menenangkan raja Laksamana.


Raja Laksamana menghela nafas kasar, “Huhh... Kali ini kalian aku maafkan, tapi kalau kalian melakukan hal yang sama tidak akan aku maafkan, sekarang kau cari orang tersebut aku tidak perduli jika kalian tak terlalu mengenali wajahnya, kalian harus bisa menemukannya dan bawa dia kehadapanku karena dia sudah mengusik keluargaku” ucap tegas raja Laksamana menatap tajam para pengawal lalu segera pergi dan masuk ke kereta kuda.


“Apa kalian ingat postur tubuh orang tersebut?” tanya pangeran Cleo.


“Tubuhnya tak terlalu besar, tak terlalu tinggi, dan juga di matanya ada sebuah bekas luka panjang dari atas halis hingga bawah mata, dan juga ada tato bintang di lengannya” jelas salah satu pengawal yang masih ingat dengan ciri-ciri orang tersebut.


Pangeran terdiam lalu mengangguk paham, “Ya sudah kalian carilah orang tersebut, setelah menemukannya bawa kehadapan raja” ucap pangeran Cleo.


“Baik pangeran” ucapnya lalu beberapa pengawal segera pergi mencari.


“Dan kalian bawa kudanya” titah pangeran Cleo lagi lalu segera pergi.


“Baik pangeran” ucapnya lalu segera mengurusi kuda tersebut.


Mereka semua lantas segera pergi melanjutkan kembali perjalanan menuju kerajaan yang sempat tertunda.


Dari balik pohon ternyata ada yang memperhatikan mereka sedari tadi, ‘Gawat...Aku harus berhati-hati’ batinnya cemas lalu segera pergi dari tempat persembunyiannya.


**To Be Continue....


***


Dukung Author terus ya biar tambah semangat ngetiknya...

__ADS_1


Terimakasih sudah membaca dan selamat membaca di bab selanjutnya.... Bye-bye**...


__ADS_2