Teleportasi Kedunia Kerajaan

Teleportasi Kedunia Kerajaan
Bab 12 : ada yang janggal


__ADS_3

Seorang pengawal datang dengan tergesa-gesa kehapan raja Laksamana.


“Permisi yang mulia raja” ucap pengawal tersebut menunduk hormat.


“Ya ada apa?” tanya raja Laksamana dingin tanpa menatap pengawal yang ada di hadapannya.


“Saya mendapat kabar bahwa pangeran Cleo ketika sedang melihat keadaan desa, beliau terjatuh dari atas tebing” ucap pengawal tersebut.


“APA?!” nenek kaget, bagaimana tak kaget cucunya terjatuh dari atas tebing.


“Sekarang dimana dia? Apa dia selamat?” pertanyaan nenek bertubi-tubi.


“Ibu tenanglah, Cleo anak yang kuat dia pasti baik-baik saja” ujar raja Laksamana menenangkan sang ibunda.


“Bagaimana aku bisa tenang cucuku terjatuh dari atas tebing, apa kau tak memikirkan keadaannya” sautnya marah.


“Ibu tenanglah, aku yakin Cleo baik-baik saja” ucap raja Laksamana menggenggam tangan nenek.


Nenek menghela nafas pelan.


”Dimana sekarang Cleo?” tanya raja Laksamana pada pengawal.


“Setelah di beri obat, sekarang pangeran sedang di antarkan menuju kerajaan, raja” sautnya.


Raja mengaangguk, tak lama dari itu terdengar suara kereta kuda. Dan dari arah pintu terlihat pangeran Cleo yang sedang dipapah oleh beberapa pengawal yang lain.


“Ya ampun cucuku, bawa dia kekamarnya” nenek segera memerintahkan pengawal yang memabawa pangeran agar segera membawanya ke kamar.


Sesampainya di kamar pangeran Cleo, pangeran di baringkan di atas kasurnya, dan para pengawalpun segera pamit pergi.


Raja Laksamana dan nenek segera menghampiri pangeran Cleo.


“Cleo apa yang sakit? Sebelah mana yang sakit, kemari biar nenek lihat” ucap nenek cemas.


Pangeran Cleo tersenyum, “Nenek, aku tak kenapa-napa” sautnya.


“Tak kenapa-napa bagaimana, lihatlah kepalamu di perban kakimu juga di perban, lengan mu terluka, kau ini bagaimana” ucap nenek kesal karena cucunya yang selalu seperti itu.


Pangeran Cleo terkekeh. “Kenapa kau bisa seperti ini Cleo?” tanya raja Laksamana.


“Ada yang tak sengaja menyenggolku ayah, ketika aku sedang melihat desa dari atas tebing, seseorang tak sengaja telah menyenggolku” jelasnya


Semuanya terdiam, memikirkan penjelasan pangeran Cleo.


“Apakah kau yakin dia tak sengaja?” tanya raja Laksamana yang tak terlalu percaya.


“Iya ayah, dan dia pun telah meminta maaf kepadaku” sautnya.

__ADS_1


“Kenapa kau begitu yakin?” tanya raja Laksamana lagi.


“Karena dia sedang membawa kayu bakar” ucapnya santai.


Raja Laksamana menghela nafas pelan, menurutnya ada yang janggal dengan kejadian yang menimpa pangeran Cleo.


“Baiklah, kau istirahatlah biar keadaanmu segera pulih” ucap raja Laksamana dan segera berlalu pergi.


Pangeran Cleo dan nenek melihat kepergian raja Laksamana, “Kenapa ayahmu?” tanya nenek.


“Entahlah” saut pangeran Cleo.


”Cleo istirahatlah, agar kau cepat pulih dan kau bisa segera mencari buktinya” ucap nenek mengusap kepala pangeran Cleo lembut.


“Iya nek” ujarnya.


“Ya sudah nenek, pergi dulu” nenek segera pergi dan membiarkan pangeran Cleo untuk beristirahat.


“Nenek benar, jika aku sakit seperti ini bagaimana aku bisa mencari buktinya, sedangkan waktunya tersisa 1 hari lagi, aku harus bagaimana?” gumam pangeran Cleo memandang kakinya yang di perban.


“Xelo, iya dia pasti bisa membantuku, tapi dia mana mungkin mau membantuku... Tidak aku harus bisa membuatnya mau membantuku, kalau bukan dia tidak ada lagi yang bisa membantuku” gumam pangeran Cleo, dia berpikir bahwa adiknya pasti bisa membantunya.


Akhirnya setelah menimbang cukup lama pangeran Cleo memutuskan untuk meminta pertolongan adiknya, pangeran Xelo.


***


Berita pangeran Cleo terjatuh sudah menyebar di kerajaan termasuk sudah sampai di telinga Audrey.


Tiba-tiba pintu kamar Audrey di ketuk.


Tok... Tok... Tok...


“Permisi nona, saya membawakan makanan untuk anda” ujar pelayan dari luar kamar.


Audrey segera membuka pintu dan menerima makanan tersebut, “Terimakasih” ucapnya tersenyum.


“Iya nona, kalau begitu saya pamit” ucapnya akan segera pergi tapi segera di cegah oleh Audrey.


“Tunggu” cegah Audrey.


“Iya nona ada apa? Ada yang bisa saya bantu?” tanya nya.


“Mmm, aku hanya ingin menanyakan keadaan pangeran Cleo, bagaimana dia? Apa dia baik-baik saja?” tanya Audrey.


“Pangeran baik-baik saja nona, hanya luka di kepala, kaki dan lengannya” jelasnya tersenyum.


Audrey bisa bernafas lega, “Ohh, terimakasih kau boleh pergi” ucapnya tersenyum.

__ADS_1


Pelayan mengangguk lalu segera pergi.


Ternyata dari kejauhan pangeran Xelo terus memperhatikan Audrey yang sedang berbicara dengan pelayan. Dia mendengus kesal lalu segera pergi.


Audrey segera masuk kembali ke kamarnya dan menutup kembali pintunya.


“Syukurlah pangeran baik-baik saja” ucapnya tersenyum.


“Eh tapi, kalau pangeran sedang sakit bagaimana pangeran mencari buktinya? Apa dia sudah mendapatkan buktinya? Semoga saja dia sudah mendapatkan buktinya, jika tidak...” Audrey menjeda ucapannya dan segera menggelengkan kepalanya.


“Tidak... Tidak... Pangeran sudah mendapatkan buktinya, pasti” ucap Audrey yakin dan segera memakan makanan tersebut.


***


Cklek


Pintu di buka seseorang dan masuklah seorang lelaki tampan.


“Kenapa kau memanggilku?” tanya nya dingin.


“Xelo akhirnya kau mau datang juga, aku hanya ingin meminta bantuan kepadamu” ucap pangeran Cleo menatap wajah tampan adiknya.


Pangeran Xelo berdecak kesal, “Ck, jika kau ingin meminta bantuan jangan kepadaku, ada pelayan yang akan membantumu dan melayani mu” ucapnya dan akan segera berlalu pergi tapi perkataan dari pangeran Cleo membuat nya mengurungkan niatnya untuk pergi.


“Ini tentang bukti Audrey” ucapnya cepat.


Pangeran Xelo berbalik dan menatap pangeran Cleo.


“Maksudmu?” tanya nya


”Kau tau keadaanku seperti ini, dengan keadaanku seperti ini mana mungkin aku bisa mencari buktinya, sedangkan aku belum mendapatkan bukti sama sekali dan waktu tersisa 1 hari lagi, hanya besok” jelasnya.


Pangeran Xelo menghela nafas kasar, “Kalau kau tak bisa menemukan bukti, lantas kenapa kau meminta waktu untuk mendapatkan bukti, menyusahkan sekali” ucapnya kesal dan bersedekap dada.


“Aku bisa mendapatkan bukti, tapi aku hanya belum mendapatkannya saja, dan sekarang keadaanku seperti ini” ucap pangeran Cleo yang terbawa emosi oleh adiknya.


“Kalu kau tak mau tak apa, biar aku cari sendiri, dan kau pergilah” ucapnya kesal dan memalingkan wajahnya.


“Huh, lagian siapa juga yang ingin membantumu, membuang waktuku saja” ucapnya dan segera berlalu pergi dari kamar pangeran Cleo.


Pangeran Cleo menatap punggung adiknya yang keluar dari kamarnya, ‘Menyebalkan sekali punya adik seperti dia’ batinnya kesal lalu segera membaringkan tubuhnya untuk beristirahat.


**To Be Continue....


***


Hai guys maaf baru up, tapi author akan selalu menyempatkan up ko tenang aja ya.

__ADS_1


Terimaksih udah membaca dan selamat membaca di bab selanjutnya.


Dukung Author selalu ya, minta kritik dan sarannya juga... Bye-bye**...


__ADS_2