Teleportasi Kedunia Kerajaan

Teleportasi Kedunia Kerajaan
Bab 36 : hilang


__ADS_3

Audrey keluar rumah entah mau kemana, hatinya di landa kegalauan, antara sakit, kecewa, dan marah.


‘Apa mereka tidur sekamar? Aahh entahlah, lagian mereka juga sudah bertunangan, tapi kenapa denganku, kenapa aku tak suka melihatnya’ batin Audrey sedih.


Audrey terus saja menatap kosong kearah depan, dan berjalan tak tau arah.


Tik...


Audrey menengadahkan wajahnya menatap langit yang sudah gelap sepertinya sebentar lagi akan segera turun hujan, karena rintikan air hujan pun sudah mengenai wajahnya.


Dan benar saja hujan turun begitu deras membasahi tubuhnya, hujan turun tanpa di minta dari langit membasahi bumi yang bagitu kering.


“UUUUUU.... AKHIRNYA HUJAN TURUN JUGA”


Audrey mendengar suara teriakan dan keributan dari arah lapang, dan dia pun menghampiri keributan tersebut.


Dan ternyata para warga sedang bersorak gembira di bawah guyuran air hujan yang begitu deras, mereka semua bagitu asik bermain hujan-hujanan di tengah lapang.


“Nona Audrey hujan sudah turun, berarti sekarang kita sudah bisa tandur lagi” teriak salah satu warga yang melihat keberadaan Audrey di antara yang lain.


Audrey yang mendengarnya pun tersenyum dan mengangguk, dia ikut senang melihat para warga senang.


Akhirnya mereka main hujan-hujanan menikmati terpaan air hujan yang di berikan Tuhan kepada mereka.


Ketika sedang asik-asiknya, mata Audrey menangkap sosok berjubah hitam yang sedang memperhatikan mereka sedari tadi dari balik pohon besar.


Audrey yang penasaran pun akhirnya menghampiri sosok tersebut, tapi setelah dia sampai di tempat sosok itu berada ternyata sosok tersebut sudah tidak ada.


“Kemana sosok yang tadi?” gumam Audrey celingak celinguk mencari sosok tersebut.


“Ahhh tidak ada, mungkin hanya aku yang salah lihat” lanjutnya.


“Sudahlah lebih baik aku kem- mmmmphhh” ucapan Audrey terpotong lantaran ada yang membekap mulutnya dari arah belakang.


“Ahhh, mmmppphhh” Audrey memberontak tapi tiba-tiba matanya menggelap dan pingsan.


Orang tersebut segera membawa Audrey pergi sebelum ada yang melihat keberadaannya.


***


Sedari tadi pangeran Xelo sudah mencari Audrey kemana-mana tapi dia tidak menemukannya.


Sudah ada satu jam lebih dia mencari dan sudah satu jam lebih pula Audrey hilang.


Jika kalian menanyakan putri laras, maka jawabannya dia sudah pulang dari sentengah jam yang lalu. Karena pangeran Xelo menyuruh putri Laras pulang dan dengan terpaksa putri Laras pulang dengan di antar oleh para pengawal pangeran Xelo.


“Audrey kau dimana? Jangan membuat aku khawatir” gumam pangeran Xelo mengusap wajahnya kasar.


“Permisi pangeran” ucap pangawal John menunduk.

__ADS_1


“Bagaimana apa kau sudah menemukannya?” tanya pangeran Xelo.


“Maaf pangeran kami belum menemukan nona Audrey” saut pengawal John.


“Kau mencarinya di mana?” tanya pangeran Xelo.


“Kami sudah mencari di sekekeling sini, tapi tidak menemukan keberadaan nona Audrey” jawab pengawal Lion.


“Benar pangeran” pengawal Rion membenarkan ucapan sodara kembarnya.


Pangeran Xelo menghela nafas pelan, tiba-tiba paman Li datang menghampiri mereka.


“Ada apa pangeran, kenapa wajahmu kusut seperti itu?” tanya paman Li duduk di bangku samping Audrey.


“Audrey hilang paman” jawabnya menunduk lesu.


“Hah hilang?” tanya paman Li kaget.


Dan di angguki oleh pangeran Xelo, paman Li menghela nafas pelan.


“Ya sudah kita cari bersama-sama” ucap paman Li mengusap pundak pangeran Xelo pelan.


Dan mereka pun bangkit diri duduknya untuk mencari keberadaan Audrey.


“Paman” tiba-tiba Soo Yun datang dan memanggil paman Li.


“Ada apa Soo Yun?” tanya paman Li.


“Kami mau mencari nona Audrey yang menghilang” jawabnya.


“Nona Audrey hilang?” tanya Soo Yun kaget dan di angguki oleh paman Li dan pangeran Xelo.


“Apakah sebelumnya kau melihatanya?” tanya pangeran Xelo.


“Tidak pangeran, terakhir aku melihatnya ketika di kamar, waktu itu nona Audrey keluar kamar dan aku tidak tau dia mau kemana” jawab Soo Yun menggeleng pelan.


“Tapi biarku tanyakan pada Tian, siapa tau dia tau” lanjutnya dan memanggil Tian.


“Tian... Kesini sebentar” teriak Soo Yun memanggil Tian.


Tak berselang lama Hyun Tian datang menghampiri mereka, “Ada apa Soo Yun kenapa kau memanghilku dengan teriak-teriak?” tanya Tian menatap Soo Yun kesal.


“Maaf, tapi aku mau bertanya sesuatu padamu” ucap Soo Yun.


“Mau bertanya apa?” tanya Tian.


“Apakah kau melihat nona Audrey?” tanya Soo Yun menatap sepupunya, Tian.


“Tidak” jawabnya santai.

__ADS_1


Pangeran Xelo terus memperhatikan raut wajah Tian, “Apa kau tau di mana keberadaanya?” tanya pangeran Xelo dengan tatapan mengintrogasi.


Hyun Tian menatap pangeran Xelo dan menggeleng pelan, “T-tidak, aku tidak tau” jawabnya sedikit terbata-bata.


“Baiklah, kalau kau tau beritahu aku” ucap pangeran Xelo dan segera pergi dengan para pengawal di belakangnya.


“Ya sudah kita juga bantu pangeran Xelo untuk mencari nona Audrey” ucap paman Li berlalu pergi dan di ikuti Tian dan Soo Yun untuk membantu mencarinya.


***


“Pak permisi, apa kau melihat Audrey?” tanya pangeran Xelo kepada salah satu warga desa.


“Ohh nona Audrey, tadi pas waktu hujan turun aku melihatnya sedang main hujan-hujanan bersama para warga yang lain” jawabnya.


“Tapi setelah itu aku tak melihatnya lagi” lanjutnya.


“Dia main hujan-hujanan di mana?” tanya pangeran Xelo lagi.


“Di lapang” jawabnya.


“Kalau begitu, terimakasih pak” ucap pangeran Xelo lalu segera pergi bersama tiga pengawalnya.


Pangeran Xelo segera ketempat yang di bilang bapak tadi, yaitu lapang.


Sesampainya di lapang, pangeran Xelo segera memperintahkan ketiga pengawalnya untuk mencari di sekiar lapang.


Pangeran Xelo menatap sekeliling, dan dia melihat pohon besar dan menghampirinya karena cuaca hari ini sangat panas.


Pangeran Xelo duduk di bawah pohon sedangkan ketiga pengawalnya sedang mencari Audrey di sekeliling lapang.


“Audrey kau di mana? Kembalilah” gumamnya pelan.


“pangeran kami tidak menemukan sesuatu di daerah lapang” ucap pengawal John.


Pangeran Xelo menghela nafas pelan, dia menunduk lantaran kepalanya sedikit pusing.Tapi matanya tak sengaja melihat sesuatu yang sangat familiar.


Pangeran Xelo mangambil ikat rambut ya yang dia lihat adalah ikat rambut.


“Bukankah, ini milik Audrey?” gumam pangeran Xelo melihat ikat rambut milik Audrey.


“Dia pasti berada di sekitar sini, cari lagi aku yakin dia pasti di sekitar sini” ucap pangeran Xelo memperintahkan lagi ketiga pengawal nya.


“Siap pangeran” ucapnya lalu kembali mencari Audrey.


“Audrey aku pasti akan menemukanku” gumam pangeran Xelo menatap ikat rambut milik Audrey.


**To Be Continue....


***

__ADS_1


Terimakasih sudah membaca ya dan selamat membaca lagi di bab selanjutnya.


Sekarang author up lagi, udah double up kan, tapi maaf gak bisa crazy up. Kasih likenya dong biar tambah semangat lagi, makasih ya bye-bye**...


__ADS_2