
Audrey mengendarkan pandangannya keseluruh ruangan, kepalanya sangat pusing. Audrey melihat dirinya di ikat di sebuah kursi, kaki dan tangannya juga di ikat.
“Ternyata kau sudah sadar” ucap seseorang yang menggunakan jubah hitam.
“Kau siapa? Lepaskan aku” tariak Audrey memberontak.
“Hahaha, tidak semudah itu sayang” ucapnya menyentuh wajah Audrey.
Audrey memalingkan wajahnya, “Jangan sentuh aku” ucapnya dengan dingin.
“Uuuu takut” ucapnya mengejek dan mendapat gelak tawa dari beberapa orang di belakangnya.
Pria berbaju hitam tersebut membuka penutup wajahnya dan tersenyum devil.
DEGH
Mata Audrey membulat sempurna jantungnya berpacu lebih cepat dari sebelumya.
“Hai sayang” ucapnya melambaikan tangannya ke pada Audrey.
Audrey terdiam, “K-kau, kau bukanah pria yang menabrakku waktu itu?” tanya Audrey kaget.
“Ternyata ingatanmu sangat bagus” ucapnya santai.
Ya pria tersebut pria yang menabrak Audrey dan pria yang sudah membuat pangeran Xelo terjatuh dan pria yang sama pula yang membuat tanah dan air menjadi tercemar.
Pria berwajah manis, umurnya pun telihat masih muda dan di perkirakan masih 20an hampir kepala tiga.
Audrey menatap tajam, “Lepaskan Aku” teriak Audrey.
“Kalau kalian tidak mau melepaskan aku, aku akan teriak” ancam Audrey.
Mereka bukannya takut malah ketawa terbahak-bahak.
HAHAHAHA
“Teriaklah sepuasnya, sampai kau lelah sayang” ucapnya dan kembali tertawa.
“TOLONG... SIAPAPUN TOLONG AKU... HISK.. HISK” teriak Audrey meminta tolong.
“Utututu, jangan nangis dong sayang” ucapnya megusap air mata Audrey.
Audrey memalingkan wajahnya lagi, “Ku bilang jangan sentuh wajahku, baj*n9*n” ucap Audrey menatap tajam.
“Apa kau bilang hah!?” tanyanya tersulut emosi.
“Kau b4jingan” ucap Audrey sekali lagi.
PLAKK
Audrey di tampar begitu keras oleh pria tersebut hingga meoleh ke samping.
“Kasih dia pelajaran bos jangan samapai kendor, karena gadis tersebut juga yang sudah mengganggu masalahku” saut ayah Soo Yun.
Sedangkan yang lain hanya diam saja, bos mereka menatap Audrey datar.
“Hmm kita apakan dia?” tanyanya menatap wajah ayu Audrey.
“Kau sangat cantik, hmmm aku punya ide, cuaca hari ini sangat dingin bagaimana kalau aku menghangatkan tubuhmu sayang” ucapnya berbisik tepat di telinga Audrey.
Audrey mendengarnya sangat jijik, “Na*is aku di sentuh pria sepertimu” umpat Audrey marah.
“Jangan jual mahal, aku tau kau sudah tidak pe*r4w*n lagi kan” ucapnya menatap Audrey mengejek.
Audrey membulatkan matanya kalau dia tidak terikat seperti ini sudah di pastikan wajah pria tersebut sudah mendapat bogeman mentah darinya.
“Tuan ucapanmu sangat tidak memiliki nilai moral” ucapnya ketus.
“Hmm memang tidak” sautnya santai bersedekap dada.
“Tinggalkan kami berdua” teriaknya kepada para anggotanya.
Lalu mereka semua keluar dari ruangan tersebut dan menyisakan Audrey dan si pria.
“Oke sanyang kita akan mulai dari mana” ucapnya dengan senyuman menyeringai.
Audrey menggeleng, air matanya sudah membasahi wajah cantiknya.
“Menjauh kau, jangan dekati aku” teriaknya Audrey mundur agar kursinya ikut mundur tapi sayang dia malah jatuh kebelakang.
“Kan sudah ku bilang jangan jual mahal” ucap si pria mencengkram wajah Audrey kuat.
__ADS_1
Audrey memberontak, “Lepaskan aku, ku mohon, aku punya salah apa padamu?” tanya Audrey.
“Kau mau tau salahmu apa? Salahmu adalah menghalangi pekerjaanku, karena kau aku gagal mendapatkan bonus, kau paham!!!” bentaknya tepat di depan wajah Audrey.
“Sekarang kau harus mendapat perhitungan dariku” lanjutnya tersenyum menyeringai yang membuat tubuh Audrey bergetar takut.
‘Hisk... Pangeran tolong aku... Hisk, aku di sini tolong aku... Hisk’ batin Audrey yang sudah mulai putus asa.
Si pria tersebut mulai mendekatkan wajahnya pada wajah Audrey, Audrey memalingkan wajahnya kesamping dan malah mendapatkan tamparan dari si pria.
PLAKK
“Berani sekali kau menolak ku” teriaknya dan lebih erat mencengkram wajah Audrey.
Si pria langsung mendekatkan kembali wajahnya kepada wajah Audrey, Audrey sudah pasrah dia sudah tidak punya kekuatan untuk memberontak.
‘Pangeran tolong aku’ batin Audrey lemas ketika wajah mereka hanya beberapa centi.
BRAKK
Tiba-tiba ada yang mendobrak pintu hingga pintunya rusak, si pria menjauhkan wajahnya dan menoleh kebelakang.
Audrey bernafas lega ketika ada beberapa pengawal datang, sedangkan si pria sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi.
• Flashback On •
Sudah cukup lama pangeran Xelo dan ketiga pengawalnya mencari Audrey tapi tak menemukannya juga.
Pangeran Xelo mengusap wajahnya kasar dan menghela nafas kasar.
“Pangeran, kita tanyakan saja kepada Hyun Tian pasti dia tau” ucap pengawal Rion.
“Aku yakin dia pasti mengetahuinya, karena dia juga yang melakukannya kepada bahan pangan, pasti dia tau markas mereka bersembunyi” lanjutanya.
Pangeran Xelo terdiam, dia tiba-tiba teringat dengan kata markas. Setelah itu pangeran Xelo memperintahkan pengawal John untuk minta bantuan kepada orang kerajaan.
“John minta bantuan kepada kerajaan dan segera ke gudang kosong perbatasan desa” titahnya lalu segera pergi dengan mata memerah dan tangan terkepal kuat.
“Hyun Tian dimana kau” teriaknya katika sudah berada di depan rumah paman Li.
Tapi tidak ada sahutan dari dalam, tiba-tiba paman Li datang dengan Hyun Tian dan Soo Yun.
Pangeran Xelo yang melihatnya segera menghampiri Tian dan membogem wajahnya kuat.
Paman Li dan Soo Yun yang melihatnya kaget.
“Dasar munafik, kau pasti tau kan Audrey di mana, hah jawab!?” teriak pangeran Xelo mencengkram kerah baju Tian yang sudah tersungkur di tanah.
“Maksud pang-” ucapan Tian terpotong cepat oleh pangeran Xelo.
“Kau tidak usah pura-pura tidak tau, kau pasti tau Audrey di mana, karena kau juga salah satu anggota mereka kan” ucap pangeran Xelo yang membuat paman Li dan Soo Yun kaget.
“Kau juga yang sudah mengambil bahan pangan dari kerajaan untuk para warga di desa kan, apa kau lupa dengan ketiga pengawalku, atau pura-pura lupa” lanjutnya lagi yang semakin membuat paman Li dan Soo Yun kaget dan para warga pun sudah pada berkerumun.
“Jawab, kenapa kau diam bukankah kau salah satu anggota yang di takuti di desa ini” ucap pangeran Xelo yang sudah sangat marah.
Sedangkan Tian hanya diam saja dia sudah ketahuan oleh semua orang termasuk oleh ayahnya sendiri.
Paman Li mendekati Tian yang tertunduk, “Tian jelaskan semuanya, kau bukan salah satu anggota itu kan, kau tidak seperti pamanmu kan?” tanya paman Li mengangkat wajah sang anak agar menatapnya.
“Maafkan Tian yah” jawabnya tertunduk kembali.
Paman Li kaget bukan main dan segera menampar anak semata wayangnya.
PLAKK
“Ayah sudah bilang padamu berapa kali Tian, tapi kau tak mendengarkan ayah, kenapa Tian? Kenapa?” tanyanya matanya memancarkan kekecewaan.
“Maafkan Tian ayah, Tian terpaksa” jawabnya terus menunduk.
“Tian terpaksa melakukan ini semua karena, Tian benci dengan kerajaan Magixion, karena mereka ibu jadi di penjara” lanjutnya menatap tajam kepada pangeran Xelo dangan mata yang berderai air mata.
Paman Li menggelengkan kepalanya, dan menampar kembali anaknya.
PLAKK
“Tian sadar, ibu di penjara karena kesalahan dirinya sendiri, ibu mengirim surat kepada kita, dia bilang jangan salahkan kerajaan Magixion karena mereka tidak bersalah, tapi kau harus tau Tian yang membuat ibumu di penjara adalah Tuanmu sendiri” ucap paman Li membela kerajaan Magixion.
“Tuanmu yang kau bela itu yang membuat ibumu di penjara, HYUN TIAN” ucap paman Li menakan nama anaknya.
Apa kalian ingat dengan pelayan Lii yang di penjara, ternyata dia adalah ibunya Tian dan istrinya paman Li.
__ADS_1
Hyun Tian terhenyak dia kaget mendengar kebenarannya, “Jadi selama ini aku telah salah” gumamnya menatap kosong kearah depan.
Tian segera menghampiri pangeran Xelo dan memeluk kakinya, “Pangeran maafkan aku, aku telah terhasut oleh omongannya maafkan aku, aku benar-benar minta maaf padamu” ucapnya sembari menangis.
“Bagunlah, aku tak suka di peluk apa lagi di peluk olehmu” ucapnya dingin.
Tian segera berdiri, “Pangeran ku mohon maafkan aku” ucapnya lagi menangkupkan kedua tangannya.
“Akanku maafkan jika kamu kasih tau aku di mana Audrey berada” ucapnya dengan wajah datarnya.
Tian mengangguk cepat, dan memberitahu tempat di mana Audrey di sekap.
Tebakan pangeran Xelo benar ternyata memang benar di gedung tua, untung saja dia sudah memperintahkan para pengawal dari kerajaan ketempat itu.
Setelah itu pangeran Xelo dan pengawal kembarnya akan ke gedung tua tersebut dimana Audrey di sekap tak terkecuali Tian yang ikut bersamanya.
Sesampainya di gedung itu ternyata sudah ada para pengawal dari kerajaan dan juga ada kakanya, pangeran Cleo yang memimpin mereka.
Pangeran Cleo yang melihat adiknya sudah datang segera memperintahkan para pengawal untuk segera mengepung para anggota Bintang Sabit yang sedang asik bermain dan minum dengan isyarat tangannya.
Para pengawal pun mengepung para anggota Bintang Sabit, dan terjadilah perang di antar mereka.
Ketika sudah di kalahkan dan semua anggota Bintang Sabit sudah kalah barulah mereka semua masuk ke dalam gudang.
Salah satu pengawal mendobrak pintu dan yang pertama kali mereka lihat adalah Audrey yang terjatuh dan di tin*1h oleh si pria.
• Flashback Off •
Audrey tersenyum ketika matanya melihat pangeran Xelo menghampirirnya sebelum matanya tertutup.
Beberapa pengawal berbadan besar menghampiri si pria, tapi si pria mengeluarkan senj*tanya.
“Jangan mendekat kalau kalian mendekat maka akan habis gadis ini” ancamnya sembari meletakan benda tajam itu di leher Audrey yang sudah pingsan.
Pangeran Xelo menghentikan langkahnya, dan memperintahkan kepada pengawal juga untuk berhenti.
“Turunkan senjatamu kita bisa bicara baik-baik” ucap pangeran Cleo.
“Tidak semudah itu” jawabnya kembali menekan sen*ata tersebut kepada leher Audrey.
Pangean Xelo yang melihatnya begitu panik, dia mau menghampirinya tapi di tahan oleh pangeran Cleo.
Pangeran Cleo menggeleng pelan, tepaksa pangeran Xelo mengurungkan niatnya.
“Apa maumu?” tanya pangeran Xelo.
“Kau mau tau mauku apa? Mauku hanya satu yaitu gadis ini menjadi milikku” ucapnya tersenyum meyeringai.
Dan itu semakin membuat pangeran Xelo mengepalkan tangannya kuat.
“Kau mau dia?” tanya pangeran Cleo sembari menunjuk Audrey.
“Ya, aku menginginkannya, dia sangat cantik” jawabnya sembari tangan satunya membelai wajah Audrey.
“Baikalah, kalau kau menginginkannya, ambilah jika kau bisa” ucap pangeran Cleo tersenyum menyeringai.
Ternyata sedari tadi pangeran Cleo mengajaknya mengobrol agar mengulur waktu dan mengambil perhatiannya, agar dia tak sadar kalau sekarang di belakangnya sudah ada beberapa pengawal.
Alhasil para pengawal mengambil se*jat4nya dan menangkap dirinya, si pria meberontak dan mengumpat kesal.
“Sialan, kurang ajar kau, hah” ucapnya berteriak kepada pangeran Cleo.
Pangeran Xelo segera menghampiri Audrey dan memeluknya, dia membuka tali yang mengikat kaki dan tangan gadianya.
Pangeran Cleo yang melihatnya tersenyum simpul, ‘Kalia memang cocok, aku ikhlas’ batinnya.
“Sekarang bawa dia kekerajaan” titah pangeran Cleo.
Dan para pengawal pun membawa si pria dan para anggotanya yang sudah sekarat.
Si pria menatap tajam Tian yang sedari tadi hanya diam saja, “Hyun Tian, kau pengkhianat, habislah kau di tanganku” ucapnya memebrontak dan akan mencengkram leher Tian tapi di tahan oleh para pengawal.
“Hyun Tian awas kau” teriaknya dan si pria pun segera di seret oleh para pengawal.
Pangeran Xelo menggendong Audrey ala bridle style dan membawanya ke kereta kuda, sedangkan pangeran Cleo mengikutinya di belakang dan hanya melihat mereka saja.
Kereta kuda pergi meninggalkan gudang tersebut, dan pergi menuju kerajaan.
To Be Continue...
***
__ADS_1
Terimakasih sudah mampir dan selamat membaca di bab selanjutnya.
Hari ini up nya pagi, yeay. Udah dulu ah bye-bye....