Teleportasi Kedunia Kerajaan

Teleportasi Kedunia Kerajaan
Bab 6 : cerita nenek


__ADS_3

-Flasback on-


“Siapa kau? Dan darimana?” tanya Raja menatap seorang pria paruhbaya di hadapannya saat ini.


“Perkenalkan raja saya Juardi saya berasal dari dunia yang berbeda dengan raja” ucap lelaki tersebut yang di ketahui namanya adalah Juardi.


“Dunia yang berbeda?” tanya Raja.


“Iya raja, dunia masa depan” jawab Juardi.


“Bagaimana dunia itu?”


“Dunia itu sangat berbeda dengan dunia ini, di dunia itu sudah tidak ada lagi peperangan, di sana semuanya sudah damai tidak ada lagi yang namanya perang, dan di sana juga sudah modern Raja” Juardi menjelaskan garis besarnya tentang dunia masa depan kepada Raja.


Raja mengangguk paham, “Lalu kenapa kau bisa ada di sini?” tanya lagi sang raja.


“Saya pun tak tau raja, saya waktu itu pingsan dan ketika saya terbangun, saya sudah ada di dunia ini” jelas Juardi kenapa dia bisa ada disini.


“Lalu apakah kau akan kembali kesana lagi?” tanya sang raja lagi.


“Sepertinya untuk sementara waktu, saya akan di sini dulu raja saya ingin tahu saja tentang Zaman Kerajaan, apakah yang mulia raja mengizinkan saya?” ucap Juardi meminta izin pada raja.


“Selamat datang Juardi di Kerajaan ku, Kerajaan Magixion” ucap Raja Laksamana tersenyum.


“Terimakasih yang mulia raja” saut Juardi tersenyum dan menunduk hormat.


-Flasback off-


Audrey mengangguk paham ketika sang nenek sudah menjelaskannya.


“Apakah dia orang terpilih juga seperti ku, jadi dia bisa datang kesini” ucap Audrey.


“Nenek pun tak tau” saut nenek.


“Awalnya dia begitu baik, sangat baik raja pun menyukainya karena dia mengajarkan kepada rakyat kerajaan tentang banyak hal yang bermanfaat yang tidak mereka ketahui, bahkan kepada rakyat yang ada di desa, dan mereka pun menyukai nya, dia juga mengajarkan beberapa pelajaran kepada pangeran Cleo dan pangeran Xelo...


Tapi kebaikan itu tak berselang lama, dia melakukan hal yang sangat raja benci, yaitu mencoba membunuh istri yang sangat di cintainya, tapi rencana nya gagal karena permaisuri tidak meninggal melainkan koma seperti ini...” nenek berhenti bercerita dan itu membuat Audrey sangat penasaran.

__ADS_1


“Lalu apa yang terjadi nek?” tanya Audrey penasaran.


“Raja dan seluruh rakyat yang ada di kerajaan maupun yang ada di desa sangat kecewa padanya, apalagi Laksamana dia begitu marah dan kecewa, Laksamana segera menghukum mati Juardi...” cerita nenek terpotong oleh Audrey.


”Lalu apakah pria jahat itu mati?” tanya Audrey cepat, nenek tersenyum, dan itu membuat Audrey penasaran.


“Nek lanjutkan ceritanya” ucap Audrey, nenek pun melanjutkan ceritanya.


“Dia tidak mati karena nenek menghentikannya, kalau Laksamana membunuh Juardi kita tidak akan tau alasannya untuk membunuh permaisuri, akhirnya Laksamana tak jadi membunuh nya, dan alasannya dia di perintahkan oleh seseorang untuk membunuh permaisuri, tapi dia tak mau menyebutkan siapa yang telah memperintahkannya...


Raja yang pada saat itu sangat marah karena tak dapat jawabannya, dia menyiksa Juardi agar dia jujur, tapi tetap saja Juardi tak mau jujur, hingga sekarang dia masih di kurung oleh Laksamana, karena dia tetap pada pendiriannya yang tak mau mengatakannya pada raja” nenek pun selasai bercerita.


Audrey memangut-mangutkan kepalanya, “Hingga sekarang? Berarti dia tak mati?” tanya Audrey.


“Tidak” jawab nenek.


“Ihh dia sangat jahat sekali nek, padahal raja sudah sangat baik mau menerimanya, tapi kenapa dia melakukan hal bodoh seperti itu” ucap Audrey yang kesal.


Nenek terkekeh, “Mungkin dia pun ada alasan yang lain, tapi nenek tak tau apa alasannya” saut nenek.


“Nenek juga sangat kecewa padanya” ucap nenek sendu.


“Nek jangan lah sedih, orang jahat seperti dia tak pantas untuk di tangisi” ucap Audrey memeluk nenek dari samping.


Nenek tersenyum dan membalas pelukan Audrey, “Sudahlah nenek tak sedih, dan kau istirahat lah pasti kau sangat lelah bukan?” ucap nenek tersenyum seraya melepas pelukannya.


Audrey tersenyum, “Baiklah” saut Audrey.


“Sari antarkan Audrey ke kamarnya untuk istirahat” nenek memerintahkan salah satu pelayan yang bernama Sari.


“Baik ibunda ratu, nona Audrey mari ikuti saya” ucapnya.


Audrey pun segera mengikuti Sari untuk menunjukan letak kamarnya.


Setelah kepergian Audrey, nenek menatap sendu kepada permaisuri.


“Dewi Xian kau akan segera sembuh dan sadar, bersabar lah” ucap sang nenek lalu pergi meninggalkan permaisuri yang bernama Dewi Xian.

__ADS_1


***


‘Kasihan sekali permaisuri, eh tadi nama pria tersebut Juardi, nama nya sama Seperti-’ Audrey membatinnya terhenti.


“Audrey” panggil seseorang.


Audrey menoleh dan mendapati pangeran Cleo yang menghampiri mereka berdua.


Pelayan- Sari menunduk hormat, Audrey yang melihat pun segera menunduk hormat.


“Eh iya pangeran ada apa?” saut Audrey.


“Apakah kau tak apa? Apa yang di lakukan pangeran Xelo padamu? Apakah dia menyakitimu?” tanya pangeran Cleo bertubi-tubi.


Ada raut kekhawatiran diwajahnya, Audrey bisa melihat itu. Ada persaan senang di hati Audrey ketika dirinya di khawatirkan.


“Aku tak apa pangeran, kau tak usah khawatir seperti itu, hmm tapi terimakasih kau telah mengkhawatirkanku” saut Audrey tersenyum.


“Syukurlah kalau kau tak apa, hmm kau mau kemana?” tanya pangeran Cleo.


“Mmm maaf pangeran saya di perintahkan oleh ibunda ratu untuk mengantarkan nona Audrey untuk beristirahat” saut Sari yang sedari tadi diam.


Pangeran mengangguk paham, “Baiklah, Audrey selamat beristirahat” ucap pangeran Cleo tersenyum.


“Iya, kau pun beristirahatlah, biar esok hari kita tak lelah melakukan banyak hal lagi” ucap Audrey girang.


“Iya”


“Kalau begitu pangeran kami pamit” ucap Sari menunduk hormat.


“Bye-bye” Audrey mengikuti sari dan melambaikan tangan pada Pangeran Cleo.


Pangeran Cleo pun membalas lambaian nya. Pangeran melihat ke atas ternyata hari sudah mulai gelap, dia pun memutuskan untuk pergi kekamarnya.


Tanpa di sadari, sedari tadi ada yang memperhatikan mereka mengobrol. Orang tersebut mendengus kesal, lalu pergi.


***

__ADS_1


**Terimakasih udah membaca, selamat membaca di bab selanjutnya.


Dukung author selalu ya... Bye bye**.


__ADS_2