Teleportasi Kedunia Kerajaan

Teleportasi Kedunia Kerajaan
Bab 42 : penghianat


__ADS_3

“Tidak Audrey...” teriak pangeran Xelo.


SRENGG... JLEB...


Semua orang kaget dengan apa yang di lihatnya. Bagaimana tidak, awalnya raja Laksamana akan menyerang raja Agung, tapi sayang dia kalah cepat dengan Yongi.


Yongi? Iya Yongi dia yang akan menyerang raja Laksamana dari belakang dan Audrey yang melihatnya segera menghalanginya, dan alhasil Audrey lah yang terkena tvsvkannya.


“Uhukk... Uhukk...” Audrey terbatuk-batuk dan keluar darah segar dari mulutnya tak terkecuali dari perutnya.


Pangeran Xelo menghampiri Audrey dengan tertatih-tatih, “A-audrey... B-bert-tahanlah...” ucap pangeran Xelo mengangkat kepala Audrey dan meletakan di pahanya.


“Audrey... Kumohon b-bertahanlah... M-maafkan aku, b-bertahanlah Audrey” pangeran Xelo mengusap darah yang keluar dari mulut Audrey.


Audrey perlahan mengangkat tangannya dan menangkup wajah pangeran Xelo, dia tersenyum tipis sembari mengelus rahang pangeran Xelo pelan.


“M-maaf... p-pang-” lirih Audrey sebelum menutup matanya dan menjatuhkan tangannya.


“Audrey... kumohon b-bagunlah, b-bertahan untuk ku” ucap pangeran Xelo mulai meneteskan air matanya.


“TIDAK... AUDREY BANGUNLAH... BANGUN... AUDREY BANGUN, JANGAN TUTUP MATAMU, JIKA KAU MENUTUP MATAMU AKU AKAN MEMBENCIMU... BANGUNLAH” teriak pangeran Xelo mengguncangkan tubuh Audrey.


“Hisk... Hisk... INI SEMUA KARENAMU B4J1NGAN” bentak pangeran Xelo menatap tajam Yongi, perlahan pangeran Xelo menghampiri Yongi dengan pedangnya yang ia seret.


“M4TI KAU K3PAR4T” teriak pangeran Xelo melayangkan pedangnya di udara.


SRENG


Yongi menahannya menggunakan pedangnya juga. Dia menatap datar pangeran Xelo yang menatapnya tajam.


SRENG... SRENGG


Yongi menumbangkan pangeran Xelo hingga dia ambruk di sebelah Audrey, “Uhuk... Uhuk... S-sia-alan kau... uhuk” umpat pangeran Xelo memegangi perutnya dan mengeluarkan darah segar dari hidung dan mulutnya.


“M-m4ti k-kau...” lanjutnya sebelum ambruk kembali dan tak sadarkan diri.


Raja Laksamana yang melihatnya begitu sangat marah, dia menatap Yongi yang hanya menunjukkan wajah datar dan dinginnya.

__ADS_1


“Kau penghianat” tekannya menunjuk Yongi menggunakan pedangnya.


“HAHAHAHAHA.... Yongi kau memang sangat baik nak, kau selalu bisaku andalkan” ucap raja Agung tertawa puas.


Lalu Yongi mendekati raja Agung dan berdiri di sebelahnya dengan wajah yang sangat dingin. Pangeran Cleo yang melihatnya juga sangat marah, saat ini kemarahannya sudah tidak bisa ia tahan. Perlahan pangeran Cleo mulai berdiri sembari memegangi perutnya yang sakit, lalu mendekati ayahnya.


“Ku kira kau memang sudah sadar, dan tak memperdulikan dendammu lagi” ucap pangeran Cleo marah.


“Tapi sekalinya pendedam tetap akan menjadi PENDENDAM!!!” pangeran Cleo mulai menyerang Yongi.


SRENGG... SRENGG... SRENGG


BRUKK


Karena kondisi pangeran Cleo sangat lemah dia tidak bisa menyeimbangi Yongi, alhasil pangeran Cleo terjatuh dengan luka baru di lengannya.


“Laksamana sudahlah menyerah saja, kau sudah kalah. Sudah kubilang sebelum kau membuatku mati di tanganmu, kau lebih dulu mati di tanganku” ucapnya tersenyum devil dan mendekati raja Laksamana setelah melempar isrinya ke tanah.


“IBUU...” teriak putri Laras menghampiri ibunya yang sudah sangat lemah.


“L-laras...” sautnya terbata-bata.


“Perlakuanmu sudah sangat keterlaluan Agung” tekannya menatap tajam raja Agung marah.


Sedangkan raja Agung hanya tersenyum miring, dan mulai menyerang kembali raja Laksamana. Dan mereka berdua kembali bertarung.


SRENGG... SRENGG... SRENGG...


“AYAHH...” teriak pangeran Cleo dan pangeran Xelo ketika raja Laksamana berhasil di kalahkan.


“Ternyata kau masih sepeti dulu, sangat lemah” ucapnya berjongkok menyeimbangi dengan raja Laksamana yang sudah ambruk.


“Laksamana kematianmu sudah ada di depan MATAMU” lanjutnya lalu ketika mau menancapkan pedangnya di hadang oleh putri Laras yang memeluk kakinya.


“Ayah jangan lakukan itu, ku mohon jangan lakukan itu. Cukup sakiti aku saja dan jangan sakiti orang lain yang tidak bersalah, mungkin kalau aku tidak lahir tidak akan menjadi seperti ini” ucap putri Laras terisak.


“LEPASKAN KAKIKU S1AL4N, MENJAUH DARIKU” bentak raja Agung menendang putri Laras hingga putri Laras terhempas cukup jauh.

__ADS_1


Raja Laksamana berdiri dengan susah payah dia kembali mengambil pedangnya, “Akanku akhiri semuanya, Agung” ucapnya menatap tajam raja Agung.


“AKANKU MUSNAHKAN KAU PENGHIANAT” teriak raja Laksamana dan berlari sembari membawa pedangnya ke arah Yongi, Yongi yang sedang lengah dan hanya menatap Audrey dan tidak mempersiapkannya terkena tvsvkan di perutnya.


JLEBB


“Uhuk...” Yongi menatap perutnya yang mulai mengeluarkan darah dan beralih menatap raja Laksamana yang menatapnya dengan tatapan penuh kekecewaan dan kebencian.


Kejam? Iya memang sangat kejam, seorang ayah menvsvk anak kandungnya sendiri. Raja Laksamana menatap Yongi yang juga menatapnya, perlahan tatapan raja Laksamana sendu ketika Yongi menutup matanya dan ambruk kedalam pelukannya.


TES...


Raja Laksamana tanpa sadar meneteskan air matanya, bagaimana pun juga Yongi adalah anak kandungnya darah dagingnya walaupun awalnya ia tidak menginginkannya, tapi sebagaimana pun dia adalah ayah kandungnya. Sakit, sedih, kecewa itulah yang dia rasakan saat ini ketika yongi ambruk di tubuhnya dengan pedang yang masih menvsvk di perutnya.


“A-ayah... m-maafkan.... Y-yongi... Y-yongi s-sen-nang b-bisa m-memel-luk a-ayah... m-maafkan Y-yongi y-yah” lirih Yongi sebelum ia jatuh ketanah.


PROK... PROK... PROK


“Wah... Keren aku baru saja menyaksikan seorang ayah kandung yang membunuh anaknya sendiri... Keren... Keren” saut raja Agung bertepuk tangan.


Raja Laksamana beralih menatap raja Agung dengan mata memerah. Lalu dia mengambil pedangnya dari perut Yongi, raja Laksamana menghampiri raja Agung dengan menyeret pedang yang sudah berlvmvran d4r4h.


“Agung... apa kau tau apa yang lebih kejam dari seekor singa yang kelaparan?” tanya raja Laksamana terus saja menghampiri raja Agung yang hanya berdiri menatapnya dingin.


“Bukankah aku sudah pernah bilang padamu, yang lebih kejam dari seekor singa adalah MANUSIA YANG AKAN HAUS DENGAN D4RAH” raja Laksamana membentangkan kembali pedangnya hingga pedang milik raja Agung terjatuh cukup jauh.


Raja Laksamana kembali menghampiri raja Agung dengan senyuman mengerikan di wajahnya, “Agung, jika kau menganggap aku masih seperti dulu kau salah besar” ucapnya dan berdiri di hadapan raja Agung.


“Aku yang dulu bukan yang sekarang, aku yang dulu selalu menyayangimu dan ingin selalu melindungimu, tapi tidak sekarang KAU HARUS M4T1” raja Laksamana kembali mengangkat pedangnya di atas raja Agung.


“TIDAKK...”


TO BE CONTINUE...


***


MAAF LOH YA UP NYA SERING MALAM HUHU, TAPI GAK PAPAKAN, GAK PAPALAH YA.

__ADS_1


TERIMAKASIH YA SUDAH MAMPIR DAN SETIA MENUNGGU AUTHOR UP DAN SELAMAT MEMBACA DI BAB SELANJUTNYA, BYE-BYE....


__ADS_2