Teleportasi Kedunia Kerajaan

Teleportasi Kedunia Kerajaan
Bab 44 : ikhlaskan


__ADS_3

“Bukankah begitu permaisuri?” tanya Audrey tersenyum.


“Bagaimana kau tau?” tanya balik permaisuri Xian.


“Karena aku pernah melihat wajahmu, walau hanya sebentar” jawab Audrey.


“Audrey, kau sama seperti ibu lebih suka tidur dari pada bangun” suara itu lagi-lagi terdengar dan di iringi dengan kekehan kecil.


Audrey tersenyum menatap permaisuri Xian, “Kau dengarkan permaisuri, semua orang juga menginginkan kamu sadar” ucap Audrey.


“Tapi aku tak bisa, aku terjebak di sini, selamanya” ucap permaisuri menunduk sedih.


“Kau terjebak di sini itu karena dirimu sendiri, permaisuri” saut Audrey.


“Maksudmu?” tanyanya menatap Audrey.


Audrey menatap balik permaisuri Xian, “Iya, karena dirimu sendiri. Permaisuri sendiri yang tak menginginkannya kembali, karena di dalam hati permaisuri ada rasa kecewa dan marah” jawab Audrey.


Permaisuri Xian tidak menjawab melainkan terus menatap Audrey, Audrey menatap langit dan menghela nafas pelan.


“Kau sudah tau tentang masa lalu raja Laksamana?” tanya Audrey menatap lagi permaisuri Xian.


Permaisuri Xian menunduk dan terdengar helaan nafas pelan, Audrey yang melihatnya tersenyum.


“Karena kau sudah tau, jadi kau tidak mau kembali. Masih ada sedikit rasa sakit hati dan kecewa walaupun hanya sedikit, tapi itu tetap saja membuatmu enggan dan mungkin tidak bisa kembali, walaupun sebenarnya dari dulu raja Laksamana dan yang lainnya sudah berusaha membuatmu sadar, tapi karena itu mereka tidak bisa” jelas Audrey.

__ADS_1


“Permaisuri, ikhlas dan terimalah ini semua sudah di rencanakan oleh Tuhan. Bagaimana pun mereka masih membutuhkanmu, raja Laksamana masih membutuhkan seorang istri, pangeran Cleo dan pangeran Xelo masih membutuhkan seorang ibu, dan nenek masih membutuhkan kehangatan dari seorang putri. Nenek selama ini kesepian aku tau itu, karena raja dan kedua cucunya sibuk dengan urusannya masing-masing sedangkan nenek sendiri, mungkin dengan kehadiranmu kembali nenek tidak akan kesepian lagi” ucap Audrey.


Terdengar helaan nafas dari permaisuri, “Maafkan raja Laksamana, dia pun sama seperti yang lain walaupun jabatannya sebagai seorang raja tapi dia sama seperti kita semua. Dia manusia, dan manusia tidak luput dari kesalahan, raja Laksamana punya masa lalu yang kelam, aku pun punya masa lalu yang kelam, dan kau juga pasti punya masa lalu yang kelam aku yakin itu. Dan bukan hanya raja Laksamana, aku, dan kau yang punya masa lalu yang kelam tapi semua orang juga pasti punya” lanjutnya.


“Permaisuri kumohon kembalilah, bersamaku” Audrey menatap permaisuri Xian.


Permaisuri Xian menatap balik Audrey lalu tersenyum hangat, “Akanku coba” sautnya.


“Audrey, ibu, bangun semuanya menunggu kalian sadar” suara itu kembali muncul.


Audrey dan permaisuri Xian saling menatap dan tersenyum, tiba-tiba ada sebuah cahaya yang memancar. Audrey menghampiri cahaya itu dan membalikkan badannya menghadap permaisuri yang hanya diam saja.


“Permaisuri mari, kita kembali ini bukan tempat kita” ucap Audrey merentangkan tangannya.


“Permaisuri...” teriak Audrey lalu menghampiri permaisuri Xian.


“Kau tidak papa?” tanya Audrey membantu permaisuri bangun.


“Tidak, Aku tidak kenapa-napa” jawabnya.


“Permaisuri, ikhlaskan dan terima kenyataannya” ucap Audrey mengingatkan kembali permaisuri Xian.


“Aku sudah mengikhlaskannya, tapi...” sautnya menunduk sendu.


“Tapi, aku tidak bisa” lanjutnya.

__ADS_1


Audrey menghela nafas pelan, “Aku akan menunggumu agar kau bisa mengikhlaskannya” ucap Audrey menatap permaisuri Xian.


“Tidak, kau harus kembali” sautnya menatap balik Audrey.


“Kan aku sudah bilang, aku akan kembali jika kau juga kembali” ucap Audrey lalu duduk dan menatap langit.


“Kau memang keras kepala” permaisuri juga sama menatap langit.


Mereka berdua terkekeh bersama, lalu berbaring di atas rumput yang hijau dan sama-sama menatap ke langit.


“Permaisuri coba kau pejamkan matamu” ucap Audrey.


“Untuk apa?” tanya permaisuri Xian.


“Pejamkan matamu saja” ucapnya.


Lalu permaisuri Xian pun menutup matanya Audrey pun sama menutup matanya, “Ikuti ucapanku ya” lanjutnya dan permaisuri mengangguk.


“Aku sudah Ikhlas dan aku sudah menerima kenyataan yang Tuhan berikan kepadaku” ucap Audrey, permaisuri pun mengikuti Audrey hingga beberapa kali, dan tanpa sadar ada cahaya yang muncul dari atas mereka.


**TO BE CONTINUE....


***


TERIMAKASI SUDAH MAMPIR DAN SELAMAT MEMBACA DI BAB SELANJUTNYA, BYE-BYE**....

__ADS_1


__ADS_2