Teleportasi Kedunia Kerajaan

Teleportasi Kedunia Kerajaan
Bab 21 : pindah...


__ADS_3

Pangeran Cleo turun dari kereta kuda dan di ikuti oleh seorang gadis di belakangnya yang juga ikut turun.


“Audrey apa kau suka dengan pemandangannya?” tanya pangeran Cleo menatap Audrey yang sedang menghirup udara segar.


Ya, gadis tersebut adalah Audrey, dia meminta ikut pada pangeran Cleo.


Audrey menatap balik pangeran Cleo, “Sukaa bangett” serunya tersenyum manis.


Pangeran Cleo juga ikut tersenyum, “Oh ya, aku mau mengecek desa, apa kau mau ikut juga atau di sini?” tanya pangeran Cleo.


“Pangeran bolehkah aku di sini saja” jawab Audrey menatap pangeran Cleo.


“Oh... Ya sudah kalau gitu aku mengecek dulu, aku gak akan lama, kau diam di sini jangan ke mana-mana” ucap pangeran Cleo menepuk pelan kepala Audrey.


Audrey tersenyum lalu mengangguk, “Siap komandan” ucapnya sembari memberi hormat seperti hormat kepada bendera.


Pangeran Cleo terkekeh pelan, “Pengawal jaga Audrey” ucap pangeran Cleo setelah itu dia pergi dan di ikuti beberapa pengawal yang lain di belakangnya.


Audrey menatap punggung pangeran yang semakin menjauh, ketika sudah menghilang dari pandangannya dia menghela nafas pelan.


Audrey melihat beberapa pengawal yang sedang menjaganya, ‘Bagaimana ini?’ batinnya lesu.


‘Aku harus cari alasan agar bisa pergi’ lanjutnya.


‘Aha... Aku punya ide’ batin Audrey tersenyum.


“Emm permisi, aku ingin buang air kecil sebentar” ucap Audrey pada salah satu pengawal.


“Baiklah jangan lama dan kembali lah sebelum pangeran datang” sautnya.


Audrey mengangguk, setelah itu dia segera pergi, tapi tiba-tiba ada yang menahannya.


“Tunggu” ucap pengawal menghentikan Audrey.


Audrey berbalik badan, “Ada apa?” tanya Audrey bingung.


“Kau pergi bersama kami, biar kami antar” ucapnya.


“Hah!?” Audrey kaget mulutnya menganga.


“Hey... Yang benar saja!? Kalian ini pria sedangkan aku wanita” ucap Audrey menolak.


“Tapi ini perintah pangeran, kami harus jaga kamu, dan kemanapun kamu pergi” sautnya kekeh ingin mengantar Audrey.


Audrey di buat bingung sendiri, ‘Duh, ko malah jadi gini sih, aku harus bagaimana ini?’ batin Audrey memikirkan sesuatu.


‘Apa harus turuti saja gitu, hmmm’ setelah menimbang cukup lama akhirnya dia mengiyakan saja.


“Baiklah, tapi dua orang saja, masa semuanya ikut, haha lucu” Audrey terkekeh pelan.


Akhirnya Audrey dan dua orang pengawal pergi ke kamar mandi yang ada di sekitar tempat itu.


“Kalian tunggu sini, awas kalau kalian mengintip, kan ku colok mata kalian” ucap Audrey menatap tajam kedua pengawal tersebut.


“Iya” sautnya dan mereka berdua berdiri di depan pintu kamar mandi.


Sedangkan di dalam, Audrey sedang memikirkan sesutau, ‘Aku harus kabur, tapi bagaimana caranya ya?’ mata Audrey melihat sekeliling dan seketika senyumnya mengembang ketika melihat sebuah jendela.

__ADS_1


‘Itu dia, ahhh asik’ lalu Audrey memanjat bak dan meloncat keluar, walau pun dia agak kesulitan tapi tak membuatnya meyerah.


‘Ahh... Akhirnya berhasil’ sorak Audrey setelah berhasil meloncat keluar, lalu dia segera pergi sebelum di ketahui oleh pengawal.


Audrey segera berlari menjauh dari tempat WC umum yang terdapat dua pengawal yang sedang menjaganya.


“Mungkin udah cukup jauh” gumam Audrey.


Audrey berhenti sejenak, lalu mengeluarkan selembar kertas dari saku bajunya.


Audrey membuka lipatan kertas tersebut, ternyata isinya adalah sebuah peta dan alamat rumah. Audrey melihat dengan teliti peta tersebut.


“Mungkin kesini” gumam Audrey sembari menunjuk salah satu tempat di peta tersebut.


“Okelah ayo Audrey, kamu pasti bisa” ucap Audrey menyemangati dirinya sendiri, setelah itu dia segera melanjutkan jalannya.


***


“Huhh... Cape juga” gumam Audrey duduk di batu.


“Apa masih jauh tempatnya?” Audrey kembali membuka peta tersebut.


“Sebentar lagi... Ayo Audrey, semangat dong” Audrey kembali bangkit dari duduknya dan melanjutkan perjalanannya kembali.


Berbeda dengan Audrey yang entah sudah kemana, sedangkan dua pengawal tersebut terus saja menunggu. Mereka merasa aneh pasalnya ini sudah lama, tapi Audrey tak kunjung keluar.


“Kenapa nona Audrey di dalam sangat lama sekali” ucap salah satu pengawal.


“Entahlah, coba saja kau ketuk pintunya” sautnya.


Lalu mereka mengetuk pintu kamar mandi, “Nona Audrey, apa kau masih lama di dalam?” tanyanya dan mendekatkan telinganya.


Lalu di ketuk sekali lagi, “Nona, apa kau baik-baik saja?” tanyanya lagi, tapi tetap saja tidak ada jawaban dari dalam.


Mereka berdua seketika panik takut terjadi sesuatu pada Audrey, “Kemana nona Audrey, apa dia pingsan di dalam?” tanyanya dan mendapat gengan kepala dari temannya.


“Coba dobrak saja”


Mereka berdua mendobrak pintu, sekali duakali gagal dan yang katiga kalinya berhasil.


Mereka kaget karena tidak menemukan Audrey, “Kemana nona Audrey? Apa dia kabur?” tanyanya pada temannya.


“Sepertinya dia memang kabur” sautnya.


“Bagaimana ini, kalau pangeran Cleo tau bisa marah dia” ucapnya panik.


“Ya bagaimana lagi, cuman ada dua pilihan cari nona atau kasih tau pangeran” saut temannya.


Mereka terdiam cukup lama, hingga akhirnya mereka keluar dari kamar mandi dan pergi dari tampat tersebut.


***


Setelah cukup lama Audrey berjalan, akhirnya dia sudah sampai di tempat tujuannya.


“Apa bener ini rumahnya?” tanya Audrey sembari menatap rumah sederhana di depannya saat ini.


“Mungkin benar, alamatnya juga sama, tapi ko sepi ya...” gumam Audrey melihat peta dan juga rumah tersebut.

__ADS_1


“Coba ketuk aja kali siapa tau orangnya ada di dalam” ucap Audrey lalu segera mengetuk pintu rumah tersebut.


Tok... Tok... Tok


“Permisi...”


“Apa ada orang di dalam?”


Karena tak ada jawaban Audrey melihat lewat jendela rumah yang sedikit terbuka.


“Permisi”


“Hah gak ada orang” Audrey kembali menutup jendela tersebut.


“Ko aneh ini bener ko alamatnya, tapi ko gak ada penghuninya ya” gumam Audrey bingung.


Audrey melihat sekeliling yang cukup sepi, dia melihat seseorang yang tiba-tiba melewatinya.


Audrey segera menghentikannya, “Permisi... Boleh aku bertanya?” tanya Audrey hati-hati.


Orang tersebut menatap Audrey dari atas hingga bawah, Audrey yang melihatnya pun melihat dirinya, apa ada yang aneh dengan dirinya?.


“Apa kau orang dari kerajaan?” tanya ibu-ibu tersebut.


“I-iya” saut Audrey.


Orang itu mengangguk paham, “Oh... Ya ada apa?” tanya nya lagi.


”Emm aku ingin bertanya, kalau boleh tau penghuni rumah ini mereka kemana ya?” tanya Audrey sembari menunjuk rumah yang ada di belakangnya.


“Ohh, penghuni rumah ini sudah pindah” jawabnya.


“Pindah? Kalau boleh tau pindah kemana ya?” tanya Audrey lagi.


“Saya kurang tau soal itu, emang kenapa ya?” tanya balik ibu tersebut.


“Tidak, oh ya apa waktu dia pindah baik-baik saja?” tanya lagi Audrey.


“Iya dia baik-baik saja, dan tidak terjadi apa-apa pada mereka” jawabnya.


Audrey mengangguk paham, “Oh ya sudah, terimakasih ya” Audrey tersenyum ramah, Ibu-ibu tersebut mengangguk lalu segera pergi.


Audrey menghela nafas kasar, “Ternyata sudah pindah, huh... Percuma aku jalan jauh, tapi gak papa asal mereka selamat aja sudah membuatku tenang” gumam Audrey.


Setelah itu Audrey segera berbalik arah dan segera pergi, tapi tanpa sengaja ada yang menabraknya hingga terjatuh.


BRAKK


“Aww...” ringis Audrey dan melihat ke arah orang berpakaian hitam yang juga melihat kearahnya.


Orang itu segera pergi ketika ada yang memanggil nama Audrey.


“Audrey...”


**To Be Continue....


***

__ADS_1


Terimakasih sudah membaca dan selamat msmbaca di bab selanjutnya bye-bye....


Semangat puasanya**....


__ADS_2