Teleportasi Kedunia Kerajaan

Teleportasi Kedunia Kerajaan
Bab 41 : pertempuran saudara


__ADS_3

“Permisi yang mulia raja” ucap salah satu pengawal menunduk hormat.


“Kenapa? Kenapa kau kesini hah, urus yang di luar” bentak raja Agung.


Orang itu memang raja Agung, gimana-gimana kaget gak xixixi.


“Maaf raja, mereka terus saja memberontak, kami sudah semaksimal mungkin menahannya” ucap pengawal tersebut.


“Sial, kalau kaya gini serang saja mereka aku tak perduli akan ada tumpah darah sekali pun, serang mereka habisi bila perlu” ucap raja Agung dengan emosi yang meluap-luap.


“Baik raja” sautnya lalu segera pergi.


***


“Minggir kalian kami ingin menemui rajamu” ucap pangeran Xelo berteriak.


SRENG


“AKHHH...”


Tiba-tiba salah satu musuh menyerang pangeran Xelo hingga mengenai lengannya.


“SERANGG” teriak raja Laksamana yang sudah tidak tahan untuk meluapkan amarahnya.


Dan terjadilah perang kedua, menumpahkan darah satu sama lain.


“Awas saja kau, akanku lenyapkan kau” ucap pangeran Xelo terus saja menyerang tanpa ampun walaupun lengannya terluka.


SRENG... SRENG... SRENG


Satu persatu musuh tumbang hingga tak tersisa, walaupun ada para pengawal kerajaan Magixion yang sama tumbang tapi itu tak membuat mereka kalah.


“AGUNG, PENGHIANAT KAU... KEMARI KAU” teriak raja Laksamana sembari menyeret pedangnya yang sudah berlvmvr4n darah.


Di sisi lain raja Agung....


“Sial... Sial... Sial, mereka sudah masuk” ucap raja Agung memikirkan sesuatu.


“Wanita sialan itu” ucapnyal lagi lalu pergi menuju sebuah ruangan.


“Dan aku harus merencanakan sesuatu” lanjutnya.


***


“AGUNG DI MANA KAU HAH, KELUAR KAU DASAR PENGECUT” teriak raja Laksamana.


Lalu raja Laksamana menendang pintu dengan sekuat tenaga hinggaa pintunya roboh.


“Hah, ternyata kau di situ” ucap raja Laksamana ketika melihat raja Agung yang sedang duduk di kursi kebesarannya.


Raja Agung membalikan kursinya dan menghadap raja Laksamana, “Hai sahabat, apa kabarmu?” tanya raja Agung santai dengan wajah yang sangat menjengkelkan.


Raja Laksamana bedecih, “Cih... Sahabat kau bilang? Dasar sahabat munafik. Orang munafik seperti kau harus musnah, dan tidak ada kata sahabat lagi di antara kita” ucap raja Laksamana dengan mata memerah menahan amarah.


Raja Agung terkekeh pelan, “Sebenarnya sih sudah dari lama kata sahabat tidak ada di antara kita” ucap raja Agung sinis.


“Tapi, selama ini kau masih menganggap kita sahabat, karena aku kasihan padamu ya sudah aku pura-pura saja” lanjutnya.


“Hmmm kira-kira aku sudah berapa lama ya berpura-puranya, satu... Dua... Ahh sudah sepuluh tahun atau mungkin lebih ahh bisa jadi” ucapnya sembari mengitung jarinya.


“Apakah selama ini kau tidak sadar? Cih... Memang bodoh” lanjutnya meludah kearah samping.


“Dasar kau...” raja Laksamana mengangkat pedangnya.


SRENG


Raja Angung menahannya menggunakan pedangnya juga, mereka menatap satu sama lain dengan tatapan penuh amarah dan kebencian.


“Kau harus m4t1 di tanganku” ucap raja Laksamana.


“Sebelum aku mat1 di tangan mu, kau lebih dulu m4t1 di tanganku” sautnya tersenyum smrikk.


“SERANG” teriak raja Agung.


Dan dari arah belakang bersamaan dengan pintu yang tertutup para pengawal raja Agung menyerang para pasukan raja Laksamana.


Dan terjadilah pertumpahan saudara lagi, raja Laksamana sudah pasti bertarung dengan raja Agung, dan para pangeran bertarung melawan para tangannya raja Agung.

__ADS_1


***


Sedangkan di kerajaan Magixion...


“Nek apa mereka akan baik-baik saja?” tanya Audrey merasa bimbang.


“Iya, mereka pasti baik-baik saja” ucap nenek mencoba menangkan Audrey.


“Nek, tapi aku merasakan hal yang tidak enak” Audrey menatap nenek sendu.


Nenek menghela nafas pelan, sebenarnya nenek juga sama hal nya dengan Audrey, tapi nenek mencoba tenang.


“Mereka pasti baik-baik saja” ucap nenek mengusap lengan Audrey.


Audrey sangat gusar pikirannya sangat kacau, ‘Semoga kalian baik-baik saja’ batin Audrey berdo'a.


“Audrey selamatkan mereka”


Audrey melihat sekeliling ketika dia mendengar suara bisikan lagi, “Siapa kau? Kenapa kau hanya berbisik saja di telingaku?” teriak Audrey yang membuat nenek dan putri Laras kaget.


“Audrey kau kenapa?” tanya nenek.


“Suara itu muncul lagi nek” jawab Audrey.


“Audrey mereka dalam bahaya”


Lagi-lagi suara itu muncul, ketika mendengarnya Audrey semakin di buat gusar.


“Nek aku harus menyusul mereka” ucap Audrey segera pergi tanpa persetujuan dari nenek.


“Audrey... Audrey... Kau jangan kesana nak, di sana berbahaya, Audrey...” nenek terus saja meneriaki Audrey tapi Audrey tak menghiraukannya.


“Audreyy...” nenek ingin menyusul Audrey tapi di tahan oleh putri Laras.


“Nenek tenanglah, biar aku yang akan menyusul Audrey, nenek di sini saja” ucap putri Laras.


“Putri, jaga dirimu baik-baik” ucap nenek dan di angguki oleh putri Laras.


Putri Laras segera menyusul Audrey, sedangkan nenek di temani para pelayan.


“Iya ibunda, mereka pasti akan baik-baik saja” sautnya lalu menyodorkan minuman ke nenek.


Nenek menerimanya dan meminumnya, ‘Tuhan jagalah mereka’ batin nenek berdo'a cemas.


***


Audrey kini sudah sampai di kerajaan Vasicion, dia sangat kaget ketika melihat para pengawal yang sudah tumbang dengan berlvmvran d4rah.


Audrey masuk ketika dia masuk yang dia lihat juga sama, perasaannya semakin cemas.


“Astaga Hyun” pekik Audrey kaget ketika dia melihat Hyun yang terluka.


“N-nona Audrey, kenapa k-kau di sini? P-pergilah di sini b-berbahaya” ucapnya terbata-bata.


“Kenapa kau bisa seperti ini? Dimana yang lain?” tanya Audrey panik.


“M-mereka di s-sana” tunjuknya ke arah atas tangga.


Audrey melihat dan di atas juga banyak yang sudah pada tumbang, “T-tapi kau, jangan k-kesana, nona. Di sana s-sangat berbahaya... Uhuk... Uhuk” lanjutnya sembari batuk mengeluarkan darah.


“Tidak Hyun aku harus kesana” ucap Audrey.


“Kau bertahanlah, sebenatar lagi kita akan menang” lanjut Audrey lalu berdiri.


“Audrey” panggil putri Laras.


Audrey menoleh ke arah putri Laras, “Putri kenapa kau kesini?” tanya Audrey kaget.


“Aku kesini untuk menyusulmu” jawabnya lalu melihat sekeliling dan melihat Hyun yang sudah sekarat.


“Astaga” kagetnya menutul mulutnya.


“KU BILANG LEPASKAN DIA... AKHH”


Teriakan dari atas membuat kedua gadis tersebut menoleh ke arah atas, mereka sama kagetnya.


Tanpa basa-basi Audrey langsung berlari ke sumber suara yang di ikuti putri Laras di belakangnya.

__ADS_1


“T-tidak, putri p-pergilah” ucap Hyun mencegahnya tapi percuma saja dia saat ini sangat lemah.


Ketika sampai di atas dia kaget ketika raja Agung menyodorkan pedangnya di leher sorang wanita paruh baya, dan raja Laksamana yang terluka akibat terkena sayatannya, dah yah para pengeran yang juga sama terluka.


“TIDAK... IBU” teriak putri Laras histeris ketika melihat ibunya ada pada ayahnya.


“Kalian kenapa kemari?” tanya raja Laksamana kaget ketika melihat kedua gadis menghampirinya.


“Pergilah” titahnya.


“Tidak raja, aku tidak akan pergi” ucap Audrey.


“Hey gadis keras kepala, pergilah” ucap raja Laksamana jengkel.


“Ak-” ucapan Audrey terpotong oleh raja Agung.


“Bagus deh kalian sudah pada kumpul di sini, jadi aku tak perlu repot-repot mendatangi kalian untuk ku bvnvh” ucapnya tersenyum devil


“Ayah lepaskan ibu” saut putri Laras memelas.


“Hei gadis b0d0h, tidak semudah itu aku melepaskannya” ucapnya.


“L-laras p-pergilah nak... Akhh” ucalnya meringis ketika benda tajam itu menyayat sedikit lehernya.


“Tidak ibu... Hisk” putri Laras mulai terisak.


“Lepaskan dia” tekan Audrey menatap raja Agung.


“Kau lagi gadis kecil tidak usah ikut campur urusan kami” ucapnya yang juga menatap Audrey.


“Agung, lepaskan dia kenapa kau lakukan hal seperti ini?” tanya raja Laksamana yang mulai lelah.


“Huh kau mau tau alasanku iya?” tanyanya balik.


“Asal kau tau, ini tak jauh dari kesalahanmu juga, Laksamana” tekannya menatap tajam raja Laksamana.


“Kau tau bukan kalau dulu aku mencintai seseorang, aku sering cerita kepadamu tentang wanita yang aku cintai” raja Agung mulai menceritakannya.


“Dan kau mau tau siapa wanita itu, Laksamana?” tanyanya.


“Dia adalah DEWI XIAN, DIA ADALAH WANITA YANG KU CINTAI, WANITA YANG SELALU AKU BANGGA-BANGGAKAN KEPADAMU. TAPI APA HAH, KAU MALAH MENIKAHINYA, KAU MENYUNTINGNYA MENJADI ISTRIMU, LAKSAMANA” teriaknya marah.


“ASAL KAU TAU LAKSAMANA, AKU SEJAK SAAT ITU MULAI MEMBENCIMU, KAU SELALU MENDUKUNGKU UNTUK MENJADIKAN WANITA YANG AKU CINTAI MENJADI PERMAISURIKU TAPI KAU JUGA YANG MENGAMBILNYA DARIKU, DASAR BI4D4P”


“KAU TAU AKU SANGAT MENCINTAINYA, SANGAT. SETELAH KAU MENIKAHINYA DUNIAKU SERASA HANCUR, AKU HAMPIR BUNUH DIRI ASAL KAU TAU. DAN KAU TAU APA? AKU MALAH BERTEMU DENGAN WANITA SI4LAN INI, DAN DIA YANG AKHIRNYA AKU NIKAHI KARENA SI B0D0H INI MEMBERITAHU KEPADA AYAHKU BAHWA DIA HAMIL ANAKKU”


“IYA MEMANG BENAR, TAPI SEHARUSNYA AKU MEMBVNVHNYA TERLEBIH DAHULU SETELAH AKU MELAKUKANNYA”


“Huh b0d0hnya aku, dan aku terpaksa menikahinya HANYA UNTUK MEMBALASKAN DENDAMKU”


“Dan aku kasih tau satu rahasia lagi padamu, aku sangat senang ketika melihat wanita yang aku cintai TIDUR DAN TAK PERNAH BANGUN, APA KAU TAU ITU AKU YANG BUAT, karena aku kasihan dengannya kalau sampai suami tercintanya ini memiliki anak dari WANITA LAIN”


Raja Agung menatap tajam ke arah raja Laksamana dengan mata yang memerah.


Sedangkan yang lain hanya diam saja, mereka kaget ternyata hanya karena Wanita mereka menajdi seperti ini.


“KAU MEMANG BAJ1NG4N AGUNG” bentak raja Laksamana marah.


“RAJA”


“AYAH”


“TIDAK... AUDREY”


SRENG... JLEBB...


**TO BE CONTINUE...


***


HUHU MAAF BARU BISA UP SEKARANG KARENA KEMARIN ITU MUTER SINI MUTER SANA, SIBUK IYA SIBUK CARI KUE GRATIS HEHE... MAAF YA, MAAFIN LAH KAN BARU LEBARAN HEHE...


DAN JUGA JANGAN DI TIRU YA ADEGANNYA TIDAK BAIK SEKALI HUHU, DAN MAMPIR JUGA KE IG AKU DONG @nllaaaaaa_18, JANGAN LUPA DI FOLLOW HEHE...


UDAH DULU YA JANGAN LUPA DI LIKE DAN COMEN DAN KASIH DUKUNGAN BUAT AUTHOR, EH SATU LAGI PENGEN SAD END ATAU HAPPY END COMEN JEH TAK MASALAH, OK...


TERIMAKASIH SUDAH MAMPIR DAN SELAMAT MEMBACA DI BAB SELANJUTNYA, BYE-BYE**....

__ADS_1


__ADS_2