Terjebak Cinta Seorang CEO

Terjebak Cinta Seorang CEO
BAB 14


__ADS_3

Amanda yang baru selesai teleponan dengan Brian. Langsung duduk dan mencerna baik-baik ucapan Brian yang mengatakan jika dia ingin mengajak Amanda ke acara ulang tahun. Bahkan dari dulu sampai sekarang Amanda tidak pernah pergi ke acara dengan lawan jenis.


"Apa aku salah denger tadi Pak Brian mau ngajak aku ke acara? kan masih banyak perempuan lain kenapa harus aku sih," gerutu Amanda kesal.


Amanda ingin sekali membantah ucapan Brian akan tetapi dia juga sedikit takut dengan Brian.


Malam harinya di rumah Brian. Brian sudah terlihat sangat rapi dengan menggunakan jas yang terlihat sangat cocok di badannnya. Brian memakai jas berwarnah maron di padukan dengan warna celananya.


Brian begitu tampan dengan penampilannya saat ini. Apapun baju yang di pakai, dia akan tetap terlihat sangat tampan nan berwibawa.


"Selesai," ucap Brian tersenyum lalu mengambil sebuah kotak kado untuk di berikan pada anak pak Alex yang berulang tahun malam ini.


Brian turun dari tangga dengan penampilan membuat siapa saja yang melihatnya akan terpesona dengan ketampanan dari Brian. Seorang CEO yang terkenal dingin dan cuek terhadap kaum wanita.


"Anak mama ganteng banget malam ini, titip salam ya nak untuk putrinya pak Alex," ucap mama sambil tersenyum.


"Iya Ma," balas Brian sambil tersenyum.

__ADS_1


"Papa juga Brian, titip salam untuk putrinya pak Alex serta orang tuanya," ucap papa Brian.


"Iya Pa, nanti Brian sampaikan,"


"Brian mau berangkat sekarang,"


"Iya sayang, hati-hati di jalan ya sayang,"


Setelah berpamitan dengan orang tuanya, Brian segera menyalakan mobil dan mengemudikannya dengan kecepatan sedang meninggalkan halaman rumah yang begitu mewah.


Amanda pun baru selesai berdandan. Amanda memakai make up yang tidak terlalu menor. Bibir mungil Amanda di olesin dengan lipstik yang berwarna natural karena bibir gadis itu sudah berwarna pink asli.


"Cantik banget," puji Amanda pada dirinya sendiri.


Amanda terlihat sangat cantik dan anggun malam ini, baru pertama kali dia berdandan untuk pergi ke acara, karen sebelumnya dia tidak pernah menghadiri acara seperti ini. Bahkan pergi bersama seorang pemuda tampan yang baru beberapa hari bertemu dengannya tapi sudah memaksanya.


"Brian, nama yang bagus tapi sayang orangnya suka maksa," ucap Amanda.

__ADS_1


"Hadeh, kenapa aku harus pergi bersama cowok itu. Kan aku pengennya jalan berdua sama pangeran impianku beneran,"


"Hei Amanda, siapa yang mau sama cewek sepertimu, kamu itu cewek sederhana sedangkan kamu berkhayal setinggi mungkin untuk mendapatkan seorang pangeran. Sadar Amanda," ucap Amanda sambil menepuk-nepuk pelan gembilnya.


"Jangankan pacaran punya pacar saja nggak ada hahaha," ucap Amanda sambil tertawa karena dirinya belum pernah pacaran.


Tiba-tiba Amanda di kagetkan dengan bunyi klakson mobil. Amanda melihat ke jendela bahwa mobil di depan adalah mobil Brian yang akan menjemputnya. Secepat mungkin Amanda meraih tas dan ponselnya lalu keluar dari kamar tak lupa mengunci kamarnya.


Amanda berjalan menghampiri mobil Brian yang terparkir di depan. Terlihat pemuda itu sedang menunggu sambil bersandar di jendela mobilnya.


Seketika Amanda dan Brian saling bertatap satu sama lain. Brian sangat terpesona dengan kecantikan gadis cantik di hadapannya. Dia melihat Amanda dari ujung kaki sampai ujung rambut.


"Ya ampun apa aku sedang melihat bidadari malam ini? kenapa dia terlihat sangat mempesona," batin Brian melihat kagum akan kecantikan gadis pujaannya itu.


Sedangkan Amanda, dia pun begitu terpesona akan kegantengan Brian. Wangi parfum Brian menusuk sampai ke dalam hidungnya. Amanda mengakui jika Brian adalah sosok yang sempurna di mata semua cewek.


"Ya tuhan aku sangat mengagumi ciptaanmu, Brian bener-bener tampan," batin Amanda mengagumi sosok Brian.

__ADS_1


Jujur Amanda terlihat sangat deg-degan saat berhadapan dengan Brian saat ini. Bahkan pria itu tengah menatapnya tanpa berkedip.


__ADS_2