
Setelah dari pantai tadi, mereka kembali menghabiskan waktu bersama-sama. Cika yang menyuruh orang suruhan dia untuk memantau gerak-gerik Brian dan Amanda kini sedang mengeluarkan semua sumpah serapah untuk Amanda.
"Bersenang-senanglah Amanda awal rencanaku belum sepenuhnya ku jalankan, jangan anggap aku sudah kalah ini baru awal hahaha," ucap Cika tertawa licik.
Setelah menghabiskan waktu bersama akhirnya Brian sudah mengantarkan Amanda pulang ke rumah. Awalnya Brian menawarkan agar Amanda tinggal saja bersama dia, karena Brian tidak mau Amanda tinggal seorang diri di rumah yang tidak terlalu besar ukurannya, akan tetapi dengan lembut Amanda menolak ajakan calon suaminya itu.
"Sayang sebaiknya kamu istirahat saja kamu keliatan sudah capek, dan aku akan langsung pulang," ucap Brian.
"Iya Bi, kamu hati-hati ya di jalan. Kabari aku jika sudah sampai," balas Amanda.
"Siap calon istriku." balas Brian tersenyum bahagia.
__ADS_1
Saat akan pulang Brian sempat mencium kening Amanda lalu bergegas pulang ke rumah untuk segera beristirahat. Amanda segera menutup pintu rumah sambil tersenyum memegang dadanya yang tak berhenti berdegub karena salah tingkah. Dengan langkah gontai Amanda segera masuk ke dalam kamar untuk membersihkan tubuhnya.
Setelah berganti pakaian Amanda mengambil ponselnya dan segera mengecek notif yang baru saja di kirim oleh Brian. Disana Brian memberitahukan jika dia sudah sampai di rumah dengan selamat, Amanda juga segera membalas chat tersebut.
"Ah kenapa aku senang banget ya hari ini," ucap Amanda dengan rasa bahagia.
Di lain tempat Brian yang selesai mengabari Amanda, dia berjalan ke ruang kerja untuk memeriksa beberapa dokumen disana. Sesibuk apapun pria itu selalu saja dia memprioritaskan Amanda, bagi Brian Amanda dan juga kedua orang tuanya adalah hal penting yang harus di dahulukan.
Besok pagi, di rumah yang tidak terlalu besar ada seorang gadis yang tengah beradu dengan peralatan dapur. Amanda sedang membuat sarapan pagi dan juga membuat bekal untuk Brian. Karena Amanda tahu jika Brian sekarang sudah jarang makan di luar melainkan makan masakan buatannya.
Dengan semangat dan juga bahagia Amanda membuatkan bekal itu, sampai tangan gadis itu sedikit lecet karena tidak sengaja terkena minyak panas. Seolah tidak peduli ia tetap melanjutkan kegiatan memasaknya. Butuh waktu berapa menit akhirnya semua sudah telah selesai Amanda juga sudah selesai dengan sarapan pagi dan bersiap-siap untuk berangkat kerja.
__ADS_1
Sama hal dengan Brian pria itu sudah selesai sarapan yang sudah di buatkan oleh bi Ira untuknya lalu berangkat ke perusahaan. Sampainya di perusahaan banyak karyawan yang melihat kedatangan sang CEO dengan hormat menundukkan kepala sambil menyapa Brian. Brian dengan wajah datar tanpa ekspresi hanya diam sambil berjalan lurus di ikuti oleh Farel.
"Apa jadwalku hari ini?" tanya Brian saat sudah berada di lift bersama farel.
"Ada beberapa dokumen yang harus di tanda tangan Pak,"
"Baiklah, setelah itu apa lagi jadwalku?"
"Untuk hari ini hanya menanda tangani dokumen itu saja Pak setelah itu tidak ada lagi."
Brian pun sudah tidak lagi menanggapi ucapan Farel tak lama pintu lift terbuka dengan segera Brian masuk ke ruangan. Brian sudah di sibukkan dengan beberapa dokumen yang harus ia tanda tangani sedangkan Farel sibuk mengatur jadwal agenda Brian.
__ADS_1