Terjebak Cinta Seorang CEO

Terjebak Cinta Seorang CEO
PART 51


__ADS_3

Lalu Brian melanjutkan pekerjaan. Tiba-tiba ia mendapat panggilan dari nomor yang tidak di kenal, ia memberhentikan kegiatannya sebentar lalu mengangkat panggilan tersebut. Dengan penasaran siapa yang menghubunginya saat itu juga ekspresi wajah Brian berubah menjadi sangat datar, yang menelponnya ada Cika.


Dengan rasa malas Brian mengangkat lalu hanya diam sambil mendengarkan apa saja yang di ucapkan oleh Cika di seberang sana. Karena bosan mendengar Brian langsung mematikan panggilan tersebut lalu kembali memfokuskan diri ke pekerjaan.


Cika yang saat ini tengah menahan kesal karena Brian tetap saja tidak ada perubahan untuk bisa di luluhkan akhirnya dia memutuskan untuk ke perusahaannya. Rasa malu Cika sudah tidak di perdulikan lagi karena yang di pikirannya hanya ingin menjadikan Brian milik dia seutuhnya.


Akhirnya mobil Cika sudah sampai di depan perusahaan milik Brian Evanz, banyak karyawan Brian sudah mengetahui jika perempuan yang datang ke perusahaan ini adalah tunangan Brian. Dengan hormat mereka menyapa Cika dengan senang hati Cika membalas sapaan mereka. Rasa percaya diri Cika begitu besar hingga dia seenaknya tanpa mengetuk pintu langsung main masuk ke ruangan Brian.


Brian yang mendengar suara pintu bahkan langkah seseorang mengalihkan pandangan, dilihatnya Cika sudah berjalan manis menghampiri bahkan memeluk leher Brian dari belakang. Farel yang baru saja sampai tidak sengaja melihat drama dua orang di depannya ini.


"M-maaf saya tidak sengaja," ucap Farel lalu akan keluar dari ruangan Brian.


"Mau kemana kamu?" suara Brian memberhentikan langkah Farel lalu pria itu berbalik.


"Saya akan kembali ke ruangan saya, Pak. Maaf saya mengganggu waktu kalian,"


"Tetaplah disini ini bukan seperti yang kamu lihat, dan kamh Cika minggir jangan mengganggu waktu kerjaku," tegas Brian.


"Sayang aku kesini pengen ketemu kamu loh aku kangen," ucao Manja Cika.


"Mau apa lagi kamu menemuiku, huh!"


"Aku hanya ingin bertemu tunanganku saja masa tidak boleh,"


"Hapus semua mimpi-mimpi burukmu itu dan cepat tinggalkan tempat ini sebelum aku memanggil satpam untuk menyeretmu keluar,"

__ADS_1


"Baiklah aku akan keluar tapi dengan satu syarat,"


"Apa?"


"Kamu harus temenin aku ke acara pernikahan temanku malam ini, gimana?"


"Aku sibuk kamu ajaklah orang lain,"


"Yah sayangnya aku tidak peduli Brian sayang, aku maunya kamu harus ikut denganku biar semua orang tahu jika akulah perempuan satu-satunya yang pantas denganmu,"


"Untuk itu aku tidak akan menuruti permintaan konyolmu, karena aku tidak akan mengecwakan calon istriku kamu harus ingat itu! Sekarang keluarlah sebelum pikiranku berubah," ucap menolak permintaan Cika.


"Kamu sangat menyebalkan Brian!"


Dengan rasa marah akhirnya Cika lebih memilih meinggalkan perusahaan Brian dengan perasaan kesal dan juga marah.


Dengan rasa malas Brian mengangkat lalu hanya diam sambil mendengarkan apa saja yang di ucapkan oleh Cika di seberang sana. Karena bosan mendengar Brian langsung mematikan panggilan tersebut lalu kembali memfokuskan diri ke pekerjaan.


Cika yang saat ini tengah menahan kesal karena Brian tetap saja tidak ada perubahan untuk bisa di luluhkan akhirnya dia memutuskan untuk ke perusahaannya. Rasa malu Cika sudah tidak di perdulikan lagi karena yang di pikirannya hanya ingin menjadikan Brian milik dia seutuhnya.


Akhirnya mobil Cika sudah sampai di depan perusahaan milik Brian Evanz, banyak karyawan Brian sudah mengetahui jika perempuan yang datang ke perusahaan ini adalah tunangan Brian. Dengan hormat mereka menyapa Cika dengan senang hati Cika membalas sapaan mereka. Rasa percaya diri Cika begitu besar hingga dia seenaknya tanpa mengetuk pintu langsung main masuk ke ruangan Brian.


Brian yang mendengar suara pintu bahkan langkah seseorang mengalihkan pandangan, dilihatnya Cika sudah berjalan manis menghampiri bahkan memeluk leher Brian dari belakang. Farel yang baru saja sampai tidak sengaja melihat drama dua orang di depannya ini.


"M-maaf saya tidak sengaja," ucap Farel lalu akan keluar dari ruangan Brian.

__ADS_1


"Mau kemana kamu?" suara Brian memberhentikan langkah Farel lalu pria itu berbalik.


"Saya akan kembali ke ruangan saya, Pak. Maaf saya mengganggu waktu kalian,"


"Tetaplah disini ini bukan seperti yang kamu lihat, dan kamh Cika minggir jangan mengganggu waktu kerjaku," tegas Brian.


"Sayang aku kesini pengen ketemu kamu loh aku kangen," ucao Manja Cika.


"Mau apa lagi kamu menemuiku, huh!"


"Aku hanya ingin bertemu tunanganku saja masa tidak boleh,"


"Hapus semua mimpi-mimpi burukmu itu dan cepat tinggalkan tempat ini sebelum aku memanggil satpam untuk menyeretmu keluar,"


"Baiklah aku akan keluar tapi dengan satu syarat,"


"Apa?"


"Kamu harus temenin aku ke acara pernikahan temanku malam ini, gimana?"


"Aku sibuk kamu ajaklah orang lain,"


"Yah sayangnya aku tidak peduli Brian sayang, aku maunya kamu harus ikut denganku biar semua orang tahu jika akulah perempuan satu-satunya yang pantas denganmu,"


"Untuk itu aku tidak akan menuruti permintaan konyolmu, karena aku tidak akan mengecwakan calon istriku kamu harus ingat itu! Sekarang keluarlah sebelum pikiranku berubah," ucap menolak permintaan Cika.

__ADS_1


"Kamu sangat menyebalkan Brian!"


Dengan rasa marah akhirnya Cika lebih memilih meinggalkan perusahaan Brian dengan perasaan kesal dan juga marah.


__ADS_2