
Saat ini Brian sedang berada di salah satu club, pria itu setengah mabuk. Rasa sesal dan juga cemburu sudah menguasai dirinya. Brian baru pertama menginjakkan kaki di club malam, pria itu masih setengah sadar. Tak jauh dari Brian, ada seseorang yang melihat seperti Brian yang sedang duduk menikmati minumannya.
Dia adalah Cika. Cika juga sedang bersenang-senang dengan temannya di club yang sama dengan Brian. Cika tersenyum bahagia saat melihat Brian yang berada di club, bahkan perempuan itu tahu jika Brian tidak pernah datang ke tempat seperti ini. Di pikiran Cika Brian lagi ada masalah makanya ke club.
"Wow apa rencanaku berhasil haha," ucap Cika.
Cika akhirnya berjalan mendekat Brian. Brian yang merasa ada yang memegang pundaknya langsung menyingkirkan tangan Cika.
"Brian, kamu sedang apa disini?" tanya Cika sok polos.
"Bukan urusanmu!"
"Apa kamu sedang ada masalah dengan istrimu itu? aku tahu kamu tidak pernah datang ke tempat seperti ini dan tidak minum-minuman yang beralkohol,"
Brian hanya diam sambil meneguk minuman tanpa menjawab pertanyaan dari Cika.
"Brian, cukup kamu sudah terlalu banyak minum. Ayo pulang bersamaku,"
"Jangan sok peduli,"
"Heh sadarlah ... apa kamu mau nyetir mobil dengan keadaan mabuk seperti ini?"
__ADS_1
"Kamu hubungi Farel suruh dia datang kesini,"
Mau tak mau akhirnya Cika menghubungi Farel dan mengatakan jika Brian sedang berada di club dengan keadaan mabuk berat. Farel yang mendapat informasi itu segera menuju kesini, Farel merasa ada yang tidak beres dengan Brian, yang tiba-tiba datang ke club lalu minum-minuman beralkohol.
"Apa yang membuatmu sampai datang kesini, Brian?" tanya Cika mengelus punggung Brian.
"Oh apakah kamu sedang ada masalah dengan Amanda?"
"Ya benar sekali, diam-diam Amanda membohongiku kalau ternyata dia tanpa sepengetahuanku bertemu dengan pria sialan itu. dan kamu tahu pria itu adalah Reyhan, mantan rekan kerjaku dulu tapi sekarang sudah tidak lagi. Aku yakin kalau dia punya perasaan lebih sama istriku,"
Cika tersenyum puas mendengar penuturan dari Brian, karena rencananya ingin merusak kebahagiaan Brian dan Amanda sudah terkabul sedikit demi sedikit Cika yakin jika Brian akan membenci Amanda.
"Kamu harus berhati-hati, takutnya mereka akan bermain api di belakangmu Brian,"
Hingga akhirnya Brian tanpa sadar tidak menolak sentuhan-sentuhan yang di berikan Cika kepadanya. Hingga akhirnya Farel datang sambil tergesa-gesa karena khawatir dengan keadaan Brian. Brian dan Cika melihat kedatangan Farel dan segera Cika melepaskan pelukannya dari Brian.
"Bos, ayo saya antar pulang ini sudah laurt takut nona Amanda khawatir," ucap Farel sambil membopong tubuh Brian.
"Apa pedulinya dia mungkin saja dia sedang bersenang-senang dengan pria siapan itu," Brian berucap tanpa sadar.
Farel pun di buat bingung dengan apa yang di maksud Brian. Bahkan pria sialan yang Brian maksud Farel tidak tahu. Mungkin saja ada kesalah pahaman yang terjadi antara Brian dan Amanda. Tanpa menunggu lama akhirnya Farel membawa Brian keluar dari tempat haram itu menuju ke mansion.
__ADS_1
Di mansion Amanda terlihat mondar-mandir menunggu kepulangan sang suami, Brian sampai sekarang tak kunjung pulang dan sekarang sudah hampir jam 12 malam. Amanda takut jika terjadi sesuatu sama Brian. Tak lama Amanda mendengar suara mobil Brian, dengan segera ia membukakan pintu dan melihat kedatangan Farel yang membantu Brian yang penampilannya sedang kacau bahkan bau alkohol masuk di indra penciuman Amanda.
"Brian kok bisa seperti ini, Rel?" tanya Amanda.
"Brian mabuk nona,"
"Oh tuhan, bantu saya membawa Brian ke kamar."
Brian langsung di bawa ke kamar sama Farel dan Amanda. Setelah itu Farel berpamitan pulang. Brian yang masih setengah sadar mendorong Amanda untuk menjauh. Amanda berusaha membuka baju Brian, karena baju itu begitu bau alkohol sangat menyengat di hidung Amanda.
"Minggir dan jangan pernah menyentuhku," ucap Brian.
"Bi, aku ini istrimu aku hanya ingin membantumu. Apa yang salah?"
"Apa yang salah katamu, huh?"
"Kamu salah karena telah berani membohongiku demi bertemu dengan Reyhan, Amanda!"
Air mata Amanda lolos begitu saja karena bentakan dan kemarahan yang di luapkan Brian.
"Kamu salah paham Brian,"
__ADS_1
Kini Amanda pun melawan dan berdiri di hadapan Brian dengan tatapan marah dan kecewa karena Brian menuduhnya yang tidak-tidak dengan Reyhan.