
Amanda berusaha mendorong Brian akan tetapi Brian malah semakin menjadi. Brian yang merasa Amanda akan kehabisan nafas dengan sangat terpaksa menyudahi ciuman itu.
"Kamu milikku Amanda," ucap Brian sambil mengusap lembut wajah Amanda.
"M-maaf tapi,"
"Aku tidak ingin mendengarkan omong kosong yang kau berikan, yang aku tahu kau hanya milikku. Milik Brian Evanz,"
Amanda sudah tidak habis pikir dengan Brian, dirinya sendiri pun sudah tidak ada kata-kata yang harus ia keluarkan.
"Apa yang harus aku lakukan, cinta sama orang ini saja tidak," batin Amanda.
Brian menarik Amanda ke pelukannya, mencari kenyamanan disana. Wangi aroma tubuh Amanda membuat Brian makin mempererat pelukan itu. Amanda merasa geli ketika pria itu mendusel ke leher Amanda.
"Apa kau ingat dengan ucapanku barusan, sayang?" tanya Brian.
"I-iya Tuan eh maksudnya Brian," gugup Amanda.
"Good girl,"
Brian melepaskan pelukannya, Amanda menarik nafas lega. Karena jujur saja gadis itu sangat gugup jika berdekatan dengan Brian. Tapi Amanda juga sedikit merasa nyaman dengan pelukan yang Brian berikan.
"Jangan coba-coba jalan sama pria sialan itu bahkan pria manapun, kamu hanya boleh pergi denganku Amanda. Jika melanggar itu kau akan tau sendiri apa yang akan aku lakukan," ucap Brian sedikit mengancam.
"Iya, aku tidak akan kemana pun tanpa seizinmu," balas Amanda mencoba tersenyum meskipun kurang nyaman.
"Sekarang dan sampai seterusnya kamu sudah jadi pacarku bahkan calon istriku,"
"Tapi kenapa harus aku, Brian? di luar sana banyak cewek yang cantik bahkan setara denganmu, kenapa hanya memilihku. Aku hanya gadis yang sederhana bahkan tidak sebanding denganmu," ucap jujur Amanda dengan merasa tidak pantas untuk seorang Brian.
__ADS_1
Brian bukan sembarang orang, bahkan di luar sana banyak anak para kolega ingin di jodohkan dengan Brian, ada pun model yang begitu terobsesi kepada pria itu. Akan tetapi semua gadis yang berusaha mencuri hatinya di tolak mentah-mentah oleh Brian.
Maka dari itu Amanda merasa sangat jauh berbeda kasta dengan Brian.
"Aku tidak ada alasan untuk semua pertanyaanmu itu, tetapi yang aku tahu aku hanya ingin dirimu. Dan jangan pernah merendahkan diri di hadapanku, kau sangat berharga untukku Amanda Diandra,"
Setelah mengucapkan itu Brian mencium kening Amanda dengan lembut, Amanda mendapat perlakuan manis dari Brian sangat tersentuh bahkan tanpa sadar dia tersenyum.
Setelah dari Apartemen tadi Amanda dan Brian sekarang sudah dalam perjalanan pulang, tidak ada obrolan selama perjalanan itu. Sedangkan mereka sibuk dengan pikiran masing-masing.
"Sekalipun kamu belum mempunyai perasaan yang lebih aku akan tetap berusaha untuk membuatmu cinta dan nyaman sama aku, Amanda," batin Brian penuh percaya.
Brian melirik sekilas ke arah Amanda, dilihatnya gadis itu sibuk memperhatikan pemandangan dari luar kaca mobil.
"Apa kamu baik-baik saja?" tanya Brian.
"Iya, aku baik-baik saja." balas Amanda tersenyum.
"Kita makan dulu," ucap Brian.
"Baiklah,"
Sampainya disana, Brian dan Amanda berjalan masuk ke dalam. Tangan Brian seketika memegang tangan Amanda, disana banyak pasang mata yang melihat itu, ada juga yang mengabadikan moment itu.
Siapa yang tidak terkejut jika seorang anak dari pemilik restoran itu yang tak lain adalah pria tampan bak dewa yunani itu sedang berada disini bahkan dengan gadis yang sudah bisa di tebak semua orang kalau itu pacar Brian.
"OMG, Pak Brian kau sangat tampan,"
"Apa itu pacarnya Pak Brian ya?"
__ADS_1
dan masih banyak lagi pujian dari orang-orang disana, ada juga yang menjelekkan Amanda. Tapi sayangnya Brian tidak peduli dengan itu beda hal dengan Amanda.
"Sayang, kamu mau makan apa?" tanya Brian.
"Samain sama kamu aja, tapi jangan ada udang ya hehe," ucap Amanda memperingati Brian karena takut dengan kejadian kemarin.
"Iya sayang, untuk itu maafkan aku karena tidak sengaja,"
"Sudahlah tidak apa-apa,"
Tak lama pesanan mereka datang. Brian yang tidak begitu lapar hanya memperhatikan Amanda yang lagi makan, yang di tatap pun merasa risih dan malu.
"Jangan menatapku seperti itu," ucap Amanda.
"Habiskan makanannya, mubazir kalau nggak di habisin," lanjutnya.
"Udah kenyang," jawab Brian ngasal tapi masih tetap saja memperhatikan Amanda.
"Kenyang gimana coba, makannya aja cuman sedikit begitu," protes Amanda.
"Kenyang karena makan sambil liatin kamu sayang,"
Blush
Pipi Amanda seketika menjadi panas, Amanda sudah tidak bisa menyembunyikan rasa malunya itu. Bahkan dia menatap di sekelilingnya ada banyak pasang mata yang melihat mereka.
"Sudahlah jangan mencoba menggodaku, malu diliatin banyak orang,"
"Aku tidak peduli," ucap Brian.
__ADS_1
Brian terkekeh pelan saat tahu Amanda ternyata salting dengannya.