
Brian dan Amanda pun akhirnya makan makanan mereka dan tidak ada satu kata pun yang keluar dari mulut mereka. Tiba-tiba Amanda merasakan mual, pusing dan gatal-gatal di tubuhnya. Brian yang melihat gerak-gerik aneh dari Amanda langsung bertanya.
"Are you okay?" tanya Brian sambil melirik Amanda yang terlihat pucat bahkan tangan dan leher amanda terlihat ada bintik merah.
"A-apa dimakanan ini ada udangnya?" tanya Amanda panik dan sudah berkeringat.
"Iya ada, memangnya kenapa Amanda?"
Amanda tidak membalas ucapan Brian, tubuhnya terasa begitu panas dingin bahkan rasa mual, pusing dan gatal-gatal sudah menguasai dirinya. Brian panik dan beranjak dari tempat duduknya dan mendekat ke arah Amanda.
"Amanda, kamu kenapa?" Brian bertanya dan terlihat sedikit khawatir.
"Hei jawab saya,"
Brian memeluk pundak Amanda dari samping dan mengecek keadaan gadis itu. Amanda yang sudah tidak bisa menahan rasa pusing langsung pingsan.
Brian refleks langsung menggendong Amanda dan membawanya ke RS terdekat.
Semua para pengunjung di tempat itu melihat ke arah Brian yang menggendong Amanda. Banyak orang yang berpendapat bahwa gadis yang di pelukan Brian adalah pacar dari Brian.
Sekarang Brian sudah berada di rumah sakit, dan saat ini tengah melihat keadaan Amanda yang sedang di periksa oleh dokter wanita. Brian juga sudah menghubungi Farel dan sahabat Amanda Feli kalai sekarang Amanda sedang di rawat di RS X.
"Bagaimana keadaan-Nya, Dok?" tanya Brian sedikit cemas.
__ADS_1
"Pasien hanya mengalami alergi pada tubuhnya dan pasien mungkin merasakan ada gejala mual dan lain hal yang di rasa pasien, dan untungnya Bapak membawa pasien dengan tepat waktu. Pasien juga mengalami bintik merah pada kulitnya itu karena alergi makanan sejenis udang atau apapun yang tidak bisa dimakan oleh pasien," jelas dokter wanita itu.
"Apa sebelumnya pasien makan makanan yang tidak bisa dia makan, Pak?" tanya dokter itu lagi.
"Dia sempat makan udang Dok," ucap Brian.
"Pasien mengalami alergi udang, tapi anda tenang saja Pak saya sudah memberikan obat bahkan salep untuk pasien, untuk pembayaran obatnya lakukan di bagian administrasi. Kalau begitu saya permisi dulu,"
Dokter itu pun keluar dari ruangan setelah menjelaskan keadaan Amanda. Saat ini gadis itu belum sadar dari pingsannya. Brian merutuki kebodohan dirinya karena dia Amanda menjadi seperti ini. Brian tidak tahu jika Amanda alergi udang.
"Maaf, ini kesalahn saya Amanda." gumam Brian merasa bersalah.
Brian mengusap rambut Amanda bahkan tangan pria itu sedang menggenggam tangan lembut Amanda. Brian yang larut dengan pikirannya sendiri sampai tidak menyadari bahwa ada dua manusia tengah memperhatikan dirinya yang terlihat begitu lembut pada Amanda.
"Ekhem," Farel berdehem dan seketika Brian melirik ke arah belakang.
"Sejak kapan kalian disni?" tanya Brian dengan datar bahkan mukanya tidak ada ekspresi sedikit pun.
"Sejak anda mengelus kepala dan memegang tangan nona itu," sahut Farel.
Farel melihat moment langka yang tidak pernah terjadi sebelumnya pada Brian.
"Sejak anda mengelus kepala dan memegang tangan nona itu," sahut Farel.
__ADS_1
Feli menghampiri Amanda, terlihat dari raut wajahnya ada rasa khawatir yang terpancarkan dari wajah Feli.
"Kenapa bisa jadi begini sama sahabat saya, Tuan?" tanya Feli kepada Brian.
"Apa yang Tuan lakukan kepada sahabat saya?"
"Dia hanya alergi saja, kamu tidak perlu khawatir dokter sudah menanganinya,"
"Bos, apa nona ini akan di rawat inap?" tanya Farel.
"Hmm,"
Berapa menit kemudian akhirnya Amanda pun sadar, dia melihat sekelilingnya. Amanda melihat disana ada Feli, Brian dan ada satu pria yang pernah Amanda lihat sebelumnya.
"Feli," panggil Amanda.
Mereka semua sontak melirik Amanda yang ternyata baru sadar. Brian merasa lega akhirnya gadis itu sadae dari pingsan yang terbilang cukup lama.
"Man, kamu sudah sadar? gimana keaadaan kamu?" tanya Feli tersenyum lega.
"Aku sudah tidak apa-apa,"
"I-ini aku lagi dimana?"
__ADS_1
"Kamu sedang di rumah sakit, aku sengaja membawamu kesini karena melihat keadaanmu sebelumnya yang tidak sadar diri," ucap Brian panjang.