
Sedangkan Amanda masih sibuk melayani para pembeli, Amanda merasa sangat senang karena toko bunga mereka selalu ramai dan banyak pula orang yang selalu memuji karena bunga di toko mereka sangatlah cantik-cantik.
Amanda yang sudah selesai melayani pembeli mengecek ponsel dan melihat ada beberapa pesan yang di kirim oleh Brian, Amanda pun sudah membalas pesan tersebut. Tak lama dari itu Amanda mendapat telpon dari Brian dan segera mengangkatnya.
📞
"Halo," ucap Amanda.
"Kenapa kami mengabaikan pesan saya, huh?"
"Sebegitu tidak pentingnya pesan saya sehingga kamu mengabaikannya,"
Amanda merasa heran mengapa lelaki itu marah-marah tidak jelas.
"Maaf tapi saya punya kesibukan sendiri, apa Tuan tidak ada pekerjaan selain menganggu saya?" balas Amanda tapi tutur katanya membuat Brian di seberang sana langsung terdiam.
"Dan yah apa urusannya jika saya mengabaikan pesan anda, anda bukan siapa-siapa saya jadi mohon jangan menganggu saya,"
Tanpa menunggu jawaban dari Brian dengan perasaan kesalnya Amanda langsung memutuskan sambungan telepon tersebut. Sedangkan Brian sudah setengah mati menahan emosi karena mendapat serangan dari Amanda.
"Awas kamu gadis nakal," Brian kesal sendiri.
"Berani sekali dia berbicara seperti itu, apa dia tidak tahu aku siapa,"
"Akh! lama-lama aku bisa gila kalau begini,"
Tak lama terdengar suara ketukan pintu dari luar, Brian kembali mengubah raut wajahnya seperti biasa. Farel menghampiri Brian lalu memberitahu jika ada tamu yang ingin bertemu dengan Brian.
Di toko bunga, Amanda baru saja kembali karena tadi Amanda sempat keluar untuk membeli makan siang. Amanda kepikiran dengan Brian yang entah kenapa langsung memarahi-nya bahkan cuman persoalan tidak membalas pesan.
__ADS_1
"Apa dia sinting? udah tahu jam kerja orang malah aneh," gumam Amanda
"Tapi kenapa harus aku sih, kan di luar sana pasti banyak yang antri untuk menjadi pacar bahkan calon istrinya,"
Amanda berbicara sendiri sudah di pastikan orang yang melihatnya mengira bahwa dia ada gangguan jiwa.
"Aku mengakuinya dia memang ganteng tapi sayang sikapnya terlalu pemaksa,"
"Semoga aku bukan jodohnya,"
Selesai dengan pertemuan tadi Brian kembali ke ruangan. Pria itu mendapat pesan dari sang mama bahwa orang tua Brian akan berangkan ke LA untuk bisnis mereka disana.
Papa Brian mendadak terbang kesana karena ada hal penting yang harus ia selesaikan disana secepatnya. Sedangkan Brian tidak bisa mengantar sampai ke bandara karena masih ada pekerjaan lain yang harus ia kerjakan.
"Apa aku harus menemuinya sekarang?" tanya Brian ke dirinya sendiri.
Akhirnya Brian memilih untuk menyibukkan diri kembali dengan pekerjaan, setelah selesai dengan kesibukan-nya dia akan menemui Amanda.
"Ah aku sangat lapar," keluh Amanda.
Amanda melirik jam di pergelangan tangannya, sekarang sudah menunjukkan pukul 12:35, dan sudah saat jam makan siang.
Amanda meninggalkan toko lalu pergi ke salah satu tempat makan terdekat dari tempat kerjanya. Sampainya disana Amanda memesan makan dan minuman. Karena sibuk sendiri sampai Amanda tidak sengaja menabrak seseorang.
"Eh maaf ak--," ucap Amanda terpotong.
"Eh Tuan," kaget Amanda melihat yang barusan adalah pemuda yang waktu itu membeli buket bunga.
Sedangkan pemuda itu hanya terkekeh kecil sambil melihat Amanda.
__ADS_1
"Kita ketemu lagi cantik," ucapnya.
Pemuda itu tidak lain adalah Reyhan.
"Maaf Tuan saya tidak sengaja menabrak anda," ucap Amanda sopan.
"Tidak masalah, tapi sebagai gantinya bagaimana kalau kita makan bersama. Kebetulan saya baru saja memesan makanan," tawar Reyhan tersenyum ramah.
"Oh baiklah,"
Amanda dan Reyhan sudah duduk bersama dan menikmati makanan yang di pesan mereka.
"Kalau boleh tau nama kamu siapa?" tanya Reyhan di sela-sela makannya.
"Amanda Tuan," Reyhan mengangguk lalu memperkenalkan dirinya.
"Aku Reyhan, jangan panggil Tuan,"
"Baiklah kalau itu mau anda,"
"Jangan terlalu formal santai saja,"
"Iya,"
Amanda mengangguk lalu kembali lanjut menyantap makanannya, karena Amanda begitu merasa lapar sampai Amanda tidak menyadari Reyhan selalu menatapnya kagum. Pemuda itu tersenyum melihat Amanda yang tengah makan seperti orang kelaparan saja.
Amanda yang merasa di tatap pun langsung melihat ke arah Reyhan, seketika Amanda melihat pemuda itu tengah tersenyum manis di depannya. Amanda merasa tidak enak di tatap seperti itu oleh Reyhan.
Reyhan tiba-tiba mencondongkan tubuhnya tepat di depat wajah Amanda, lalu tangan Reyhan membersihkan sisa makanan yang ada di atas dagu Amanda. Amanda menjadi malu karena makan belepotan.
__ADS_1
"Maaf lancang, tapi ada sisa makanan tadi makanya aku bersihkan," ucap Reyhan.
Karena asik sendiri sampai mereka tidak menyadari jika ada sepasang mata melihat kejadian itu, dan saat ini juga pria itu tengah menahan rasa amarahnya karena berani-beraninya ada yang berani menyentuh yang sudah menjadi milikinya.