Terjebak Cinta Seorang CEO

Terjebak Cinta Seorang CEO
PART 42


__ADS_3

Setelah berapa menit membersihkan tubuhnya, Amanda di kagetkan dengan suara ketukan pintu. Amanda membuka pintu dan melihat kedatangan Farel yang tak lain adalah bawahan Brian. Amanda sedikit terkejut akan kedatangan bawahan Brian yang malam-malam sudah datang ke rumahnya.


"Malam nona Amanda," sapa ramah Farel.


"Iya malam, ada apa Pak Farel kesini?" tanya Amanda.


"Saya kesini di perintahkan untuk menjemput anda nona,"


"Menjemput saya? memangnya mau kemana?"


"Nanti nona bakal tahu sendiri, sebaiknya nona bersiap-siap saja lalu kita akan pergi,"


"B-baiklah tunggu sebentar,"


Farel pun mengangguk sebagai jawabannya, tak lama kemudian Amanda keluar dengan menggunakan baju yang terlihat sedikit memperlihatkan keanggunan gadis cantik itu bahkan Farel meneguk salivanya kasar karena gadis di depannya ini begitu cantik bahkan seperti putri kerajaan yang tak lain adalah kekasih Brian. Farel memuji Brian karena tipe gadis pria itu tidak seperti gadis-gadis di luar sana.


"Mari nona kita kesana sekarang,"


"Ayo,"


Lalu mobil itu meninggalkan halaman rumah Amanda dan segera menuju hotel X yang dimana Brian sudah menyiapkan suprise khusus untuk sang gadis. di kamar hotel itu sudah tertatag rapi dan terlihat desain yang elegan yang sudah di rancang oleh pelayan hotel bahkan ada dua meja dan kursi untuk dua orang kekasih melakukan dinner.


"Aku tidak sabar bertemu denganmu sayang," ucap Brian tersenyum bahagia.


Tak lama mobil yang di tumpangi Farel dan Amanda sampai di hotel tersebut. Farel langsung menuntun Amanda ke kamar yang dimana sudah ada Brian menunggu kedatangan Amanda. Sampainya di depan pintu kamar hotel Farel sudah menyuruh Amanda untuk masuk.


"Nona masuklah di dalam sudah ada Pak Brian menunggu anda," ucap Farel.

__ADS_1


"Tapi kenapa harus aku? apa kami tidak akan ikut masuk ke dalam?"


"Tidak nona,"


Dengan langkah ragu Amanda membuka pintu lalu masuk ke dalam, sedangkan Farel sudah kembali entah kemana pemuda tampan yang satu itu pergi.


Saat sudah di dalam kamar Amanda melihat di sekelilingnya kamar hotel itu sudah di tata rapi bahkan Amanda sempat kagum.


Tak lama Amanda kaget dengan suara bariton seseorang yang tak lain adalah Brian, lelaki itu tengah berdiri tak jauh dari Amanda tatapan rindu yang di lemparkan oleh Brian kepada Amanda membuat jantung Amanda berdegub kencang. Gadis itu merindukan Brian tapi ingatan yang sempat viral bahwa Brian sudah mempunyai hubungan dengan seorang model membuat Amanda berpura-pura agar terlihat baik-baik saja.


"Sayang," panggil Brian berjalan kearah Amanda dan saat itu juga lelaki itu memeluk Amanda.


Amanda hanya diam tanpa membalas pelukan dari pria di depannya ini. Setelah dirasa puas Brian melepaskan pelukannya lalu menatap rindu dengan Amanda.


"Apa kamu tidak merindukanku, Amanda?" tanya Brian tersenyum.


"Kita duduk dulu sayang disana sudah tersedia menu makanan untuk kita berdua,"


Brian menarik kursi untuk Amanda sedangkan gadis itu merasa sangat tidak enak karena di perlakukan begiti oleh Brian. Brian merasa ada yang aneh dengan sikap Amanda.


"Kenapa kamu diam saja, apa kamu tidak suka dengan kejutan yang aku kasih?" tanya Brian.


"Aku suka kok dan terima kasih sudah mengajakku kesini Brian," Amanda mencoba tersenyum walau di dalam hatinya sangat terpukul.


Mereka melanjutkan makan malam itu dengan sesekali Brian menatap Amanda yang entah kenapa gadisnya terlihat sangat cantik. Brian ingin sekali mengurung Amanda di kamar agar kecantikannya tidak di lihat oleh orang lain.


"Sayang aku ada sesuatu untukmu malam ini," ucap Brian sambil mengeluarkan kotak dari sakunya.

__ADS_1


"Apa itu?"


kemudian Brian membuka kotak cincin dan memegang tangan Amanda. Amanda sedikit terkejut ketika melihat kotak cincin yang di berikan oleh Brian.


"Will you marry me?" tanya Brian menatap serius Amanda.


"Maaf Brian aku tidak bisa," tolak Amanda jujur dia ingin sekali menerima itu tapi Amanda sadar karena pria di depannya sudah berbohong.


Deg


Brian merasa kecewa dengan penolakan Amanda, rahangnya mengeras ketika gadisnya tidak menerima lamaran Brian.


"Apa kamu menolakku, sayang? apa kamu tidak ingin menjalin hubungan lebih serius denganku hm?" tanya Brian dengan nada dingin.


"K-kamu tidak usah berpura-pura Brian aku sudah tahu semuanya, kamu sudah mempunyai pacar seorang model itu kan? bahkan kalian akan menikah lalu kenapa kamu seolah-olah memberikan harapan untukku hah? kenapa kamu tega ngecewain aku dengan berbohong dengan mengatakan kamu ingin menikahiku lalu menjalin hubungan dengan perempuan lain Brian apa kamu tidak mengerti perasaanku?"


"Dan untuk hubungan ini aku rasa sudah selesai saat aku tahu kamu ada hubungan sama model itu, aku sadar Brian aku tidak pantas denganmu,"


Amanda sudah tidak bisa menahan air matanya dan akhirnya Amanda menangis karena dadanya begitu sesak.


"Jangan pernah mengatakan itu sayang sampai kapan pun hubungan kita tidak akan berakhir, dan jangan pernah berpikir untuk meninggalkan aku," ucap Brian tegas.


"Apa kamu tidak mengerti perasaanku, huh? dimana otak dan pikiranmu Tuan Brian yang terhormat? kamu tidak ingin hubungan kita berakhir lalu kamu sendiri mempunyai pacar disana lalu kamu dengan seenaknya tidak ingin mengakhiri hubungan kita? hahaha jangan egois Brian!" ucap Amanda sambil tertawa tapi dengan isak tangisnya.


"Berita itu palsu Amanda! perempuan gila itu sudah memberitakan berita palsu kamu harus percaya sama aku, aku disana bekerja bukan main di belakangmu,"


"Ya aku egois, aku egois karena aku mau hubungan kita tidak berhenti karena berita sialan itu,"

__ADS_1


__ADS_2