Terjebak Cinta Seorang CEO

Terjebak Cinta Seorang CEO
PART 52


__ADS_3

Farel menahan tawanya saat melihat Cika di tolak untuk kesekian kalinya oleh Brian. Entah mengapa perempuan itu tidak ada kapoknya mengejar Brian yang sudah jelas-jelas selalu menolaknya.


"Wah keren sekali drama barusan Boh hahaha,"


"Tutup mulutmu,"


"Lah bener kan, tapi saya heran entah kenapa nona Cika tidak pernah kapok mengejarmu apalagi sudah berapa kali Bos menolaknya,"


"Entahlah,"


Farel dengan masih tertawa melihat reaksi yang di tunjukkan Brian yang begitu tidak suka membahas tentang Cika. Padahal dulu Cika hanya di anggap seorang teman saja oleh Brian akan tetapi perempuan itu malah menaruh perasaan diam-diam ke Brian.


"Sepertinya aku harus secepatnya menikahi Amanda," gumam Brian tiba-tiba membuat Farel terkejut dengan ucapan dia.


"Buset gercep kali kau Bos, tapi ada bagusnya sih takutnya nona Amanda di ambil orang haha,"

__ADS_1


"Jangan mimpi, Amanda hanya milikku seorang milik Brian Evanz,"


"Lalu bagaimana dengan nona Cika?"


"Kamu urus dia dan perketat keamana untuk Amanda karena aku yakin jika Cika tidak akan tinggal diam untuk melukai gadisku, jika hal itu terjadi aku tidak akan segan-segan membalas gadis ular itu,"


"Baik, Bos. Lalu kapan rencana Bos akan menikahi nona Amanda,"


"Besok, aku tidak mau berjauhan sama Amanda dan mungkin pekerjaan lainnya akan aku tunda. Aku akan mempersiapkan keperluan yang di butuhkan dan tugasmu bantulah aku mempesiapkan semuanya. Nanti malam aku akan menemui Amanda untuk membicarakan soal ini,"


"Semoga berhasil Bos,"


Malam harinya Brian sudah siap-siap untuk ke rumah Amanda, dengan pakaian yang sudah terbilang cukup rapi dia segera bergegas keluar menuju mobil. Di rumah Amanda, gadis itu yang sudah tahu jika Brian akan datang segera turun ke bawah untuk menunggu sang kekasih akan tetapi Amanda tidak mengetahui alasan Brian malam-malam mau ke rumah.


Cukup lama akhirnya terdengar suara mesin mobil yang berhenti di depan rumah. Amanda segera membukakan pintu dan mempersilahkan Brian masuk ke dalam, disana sudah ada Farel. Sengaja Brian mengajak Farel sebagai saksi dimana dia akan mengajak Amanda menikah. Sayangnya orang tua Brian tidak bisa hadir karena suatu alasan.

__ADS_1


"Aku mau ngomong serius sama kamu sayang," ucap Brian serius.


"Mau ngomong apa, Bi? tumben banget,"


Brian sedikit menghilangkan rasa gugup karena harus di mulai dari mana untuk mengungkapkan apa yang mau ucapkan. Brian menarik nafas lalu membuangnya secara lembut.


"Aku akan menikahimu besok sayang dan aku sudah mempersiapkan semuanya,"


Sontak saja Amanda kaget dengan apa yang di ucapkan Brian.


"Apa itu tidak terlalu cepat, Bi?"


"Lebih cepat lebih baik sayang, maaf jika ini terlalu dadakan untukmu tapi yang pasti aku mempercepat semuanya karena nggak mau berjauhan denganmu aku bahkan tidak bisa berfikir jernih jika nanti aku terlambat untuk menikahimu pasti orang lain akan merebutmu dari aku, maaf kalau baru memberitahumu sekarang,"


"Apakah kamu siap untuk menikah denganku?"

__ADS_1


"Ya, aku bersedia."


Amanda dengan rasa bahagia campur haru menerima Brian untuk menjadi suaminya. Farel pun bersorak gembira dalam hatinya, tak lupa dia juga selalu memberitahukan informasi ini kepada tuan besar dan juga nyonya besar tentang putra mereka yang akan menikah besok tanpa hadirnya mereka. Tentu saja berita bahagia ini sudah sampai di telinga orang tua Brian, mereka hanya mengirimkan doa dan permohonan maaf jika tidak bisa hadir di acara pernikahan putra tunggal mereka.


__ADS_2