
Sedangkan di mobil Brian, Amanda sudah menolak ajakan Brian tapi lelaki itu seperti tuli dan tidak peduli dengan ocehan Amanda.
"Kamu kenapa sampai ada di hotel ini?" tanya Brian dengan ekspresi datarnya.
"Bukan urusan anda saya disini atau enggak," ketus Amanda.
"Gadis pembangkang," gumam Brian tersenyum.
"Tuan, saya mohon biarkan saya pulang dengan teman saya," rengek Amanda.
"Kamu pulang bareng saya, dan kamu tau kan saya tidak suka dengan penolakan."
Amanda yang capek beradu argumen akhirnya memilih diam dan menatal keluar kaca mobil.
Brian sengaja tidak langsung mengantar Amanda pulang, sekarang Brian tengah menuju rumah-Nya. Brian sengaja mengajak Amanda untuk makan malam bersama orang tua Brian.
Amanda yang tahu betul ini bukan jalan kearah tempat tinggalnya. Seketika raut wajah Amanda panik gadis itu mulai berpikiran yang negatif.
"Ini bukan jalan ke rumah saya Tuan, ini kita mau kemana?" tanya Amanda sedikit cemas.
"Kamu diam saja disitu, nanti juga bakal tau," balas Brian sedikit melirik kearah Amanda yang terlihat panik.
"Tuan mau nyulik saya ya?"
__ADS_1
"Kalau iya kenapa, hm?"
Seketika Amanda membulatkan matanya dengan jawaban pria di sampingnya ini. Brian yang melihat reaksi Amanda rasanya ingin tertawa karena kepanikan gadis itu.
"Tuan saya mohon saya mau pulang, tolong jangan culik saya. Saya masih muda dan masih pengen menikah dengan pangeran saya," ucap Amanda dengan mata yang sudah mulai berkaca-kaca karena takut.
"Buang jauh-jauh pikiran kotor kamu itu Amanda, dan ya kamu akan merasakan menikah nanti dengan saya jadi diamlah dan duduk manis saja,"
"Bagaimana saya mau buang pikiran ini, saya saja tidak tau Tuan akan membawa saya kemana,"
"Siapa yang mau menikah dengan Tuan yang suka pemaksa seperti anda," ucap Amanda.
"Sayangnya saya tidak menerima penolakan Nona Amanda," ucap Brian dengan senyuman yang tidak bisa di artikan.
"Apa kamu mau di dalam mobil sampai besok?" tanya Brian yang membuyarkan lamunan Amanda.
"Eh i-iya Tuan Maaf," ucap Amanda dan segera keluar dari mobil.
Amanda dengan rasa ragu masuk ke dalam rumah itu, sedangkan Brian yang hendak masuk ke dalam berhenti karena dilihatnya Amanda masih setia berdiri di halaman rumahnya.
Alhasil Brian berjalan menghampiri lalu menggandeng tangan Amanda untuk segara masuk ke dalam rumahnya.
"Ini rumah siapa Tuan?" tanya Amanda.
__ADS_1
"Rumah saya Amanda, dan stop panggil saya Tuan karena kamu bukan pelayan saya," pinta Brian.
"T-tapi saya tidak enak dengan memanggil nama,"
"Biasakan, ayo masuk."
Amanda mengangguk lalu mengikuti langkah Brian dengan tangan mereka yang masih saling bergandengan.
Papa Brian yang sedang berada di ruang keluarga kaget dengan suara Brian dan juga Amanda.
"Assalamualaikum," ucap Brian dan Amanda bersamaan.
"Waalaikumsalam," jawab papa Brian.
"Sudah pulang, nak?" tanya papa Brian.
"Iya Pa, Mama mana?"
"Mama kamu lagi di dapur lagi masak buat makan malam,"
"Pa, kenalin ini Amanda," ucap Brian.
"Amanda Om," ucap Amanda sambil bersalaman dengan dengan papa Brian.
__ADS_1
Tak lama Mama Brian berjalan menghamipiri mereka yang sedang di ruang tamu, mama Brian melihat ada tamu dan yang gadis yang tengah duduk. Mama Brian kaget melihat ternyata gadis yang pulang bersama Brian adalah Amanda, sontak saja mama Brian menghampiri dan langsung duduk di samping Amanda sembari memeluk gadis itu.