Terjebak Cinta Seorang CEO

Terjebak Cinta Seorang CEO
PART 23


__ADS_3

"Kenapa kamu tidak memberitahu saya kalau kamu alergi sama udang?" lanjut Brian.


"Karena saya pun tidak tahu kalau ternyata di makanan itu ada udangnya," sahut Amanda.


Brian menghela nafas dengan jawaban Amanda.


"Aku mau pulang,"


"Eh kamu belum sembuh, Man. Kok minta pulang sih," ucap Feli yang menahan Amanda.


"Aku nggak mau di rawat disini Fel, aku nggak punya banyak uang untuk biaya rumah sakit ini," jelas Amanda dengan wajah sendu.


"Kamu tidak perlu memikirkan itu karena asisten saya Farel yang sudah membayar biaya rumah sakit ini, dan karena ini terjadi karena kecerobohan saya," jelas Brian.


"Benar nona, Anda tidak usah khawatir karena Bos saya ini orangnya tidak akan lari dari masalah," sindir Farel.


Mereka yang mendengar itu terutama Brian, langsung menatap Farel dengan tatapan mematikan, Alhasil Farel menahan tawanya tanpa menatap balik ke arah Brian.


Sekarang Amanda, Feli, Brian dan juga Farel sudah berada di rumahnya Amanda. Gadis itu bersih keras agar tidak menginap di rumah sakit, karena menurut Amanda di rumah sakit sangat membosankan.


"Karena ini sudah malam sebaiknya Tuan dan teman anda ini pulang, karena ada teman saya yang akan menemani saya disini," ucap Amanda menyuruh Brian dan Farel pulang.

__ADS_1


"Baiklah nona Amanda, segeralah masuk dan beristirahat yang cukup," balas Brian.


"Kami pamit dulu nona Amanda dan juga nona Feli," ucap Farel kemudian berlalu.


Hari ini Feli tidak mengijinkan Amanda untuk bekerja dulu karena kondisi Amanda belum terlalu pulih. Amanda yang terus merengek minta untuk tetap bekerja dengan alasan bosan kalau tidak melakukan apapun.


"Fel, aku masuk kerja ya hari ini. Bosan kalau diam diri dirumah nggak ngapa-ngapain," rengek Amanda dengan wajah lesuh.


"Kamu tuh belum sembuh total, masa mau masuk kerja sih"


"Aku udah baikan kok, cuma alergi doang Feli nggak serangan jantung,"


Feli masih ragu akan permintaan sahabatnya itu, akan tetapi Feli juga tidak tega melihat wajah memelas Amanda. Amanda mencoba terus agar Feli mau menginjikan dia.


"Ya kan sudah aku bilang, aku udah baikan kamu jangan khawatir," ucap Amanda tersenyum.


"Baiklah kalau kamu memaksa, tapi kalau kamu merasa kurang enak badan istirahat aja ya,"


"Nah gitu dong bebi Feli yang cantik,"


Amanda tersenyum lega kemudian bersiap-siap berangkat kerja bersama Feli. Feli menginap dirumahnya Amanda karena merasa tidak tega meninggalkan sahabatnya itu dengan kondisi yang drop.

__ADS_1


Di perusahaan J, terlihat Brian yang sedang sibuk menandata tangani dokumen-dokumen yang di atas meja kerjanya. Brian begitu fokus karena ada hal penting yang harus ia kerjakan.


Seminggu lagi dia akan berangkat ke London untuk memeriksa sesuatu disana. Tak lama asistennya Farel datang dengan membawa kopi.


"Nih bos saya bawakam kopi buatan saya di jamin kamu suka," tawar Farel dengan kekehan kecil.


"Terima kasih,"


Hanya itu yang keluar dari mulut Brian kemudian kembali ke dokumen.


"Farel, apa agenda saya hari ini?" tanya Brian.


"Hari ini ada pertemuan dengan pemilik hotel X, karena hari ini mereka sedang mengadakan perayaan atas keberhasilan hotel itu Pak," ucap Farel sembali melihat jadwal berikutnya.


"Yang lain?" tanya Brian lagi.


"Besok pagi kita ada rapat tentang pekerjaan yang ada di London pak,"


"Hmm, Baiklah. Siapkan mobil dan bentar lagi kita akan ke hotel X,"


"Baik Pak."

__ADS_1


__ADS_2