Terjebak Cinta Seorang CEO

Terjebak Cinta Seorang CEO
PART 62


__ADS_3

Siang hari Amanda baru saja terbangun , Amanda tanpa sadar tertidur di sofa. Tak lama pelayan rumah menghampiri Amanda untuk mengajak Amanda makan siang.


"Non, sudah bangun?" tanya pelayan ramah.


"Eh Bi, ini sudah jam berapa ya saya ketiduran?"


"Sudah jam 12 Non, Non makan siang dulu saya sudah menyiapkan untuk Nona Amanda,"


"Hm baiklah Bi, tapi Bibi siapin bekal makanan siang untuk Brian ya nanti saya akan ke perusahaan untuk mengantarkan bekal makan siang Brian,"


"Siap Non."


Lalu Amanda berjalan menuju meja makan. Amanda memutuskan untuk datang ke perusahaan milik suaminya. Amanda akan mengantarkan bekal makan siang hari ini karena sebenarnya Amanda khawatir kalau Brian belum makan.


Selesai dengan makan siangnya, Amanda sudah rapi dan bersiap-siap untuk berangkat ke perusahaan suaminya. Setelah siap Amanda sudah masuk ke dalam mobil dan di antarkan oleh sopir pribadi mereka.


Di perjalanan menuju perusahaan milik sang suami Amanda terlihat sedikit bahagia karena baru kali ini dia akan mengantarkan langsung makan siang Brian. Cukup berapa lama di perjalanan akhirnya mereka sudah sampai. Amanda segera keluar dari mobil dan masuk ke dalam.


Banyak karyawan Brian sudah mengetahui jika yang datang adalah istri dari bos mereka. Salah satu karyawan menghampiri Amanda dan menuntun ke ruangan CEO. Tepat disana Farel baru saja keluar dari ruangan Brian, Amanda segera menghampiri Farel lalu karyawan yang mengantarnya sudah pergi.


Farel terkejut akan kedatangan istri bos-Nya disini. Amanda hanya tersenyum melihat ekspresi Farel yang menurutnya lucu. Saat mau masuk ke ruangan Farel langsung menghentikan pergerakan Amanda, Farel takut jika Amanda terjadi hal yang tidak di inginkan.


"Eh Nona, em--," ucap Farel gugup dan sedikit gelisah.


Amanda mengerutkan keningnya bingung dengan sikap Farel.


"Ada apa, Farel? apa suamiku ada di dalam? ini aku bawain makan siang untuknya,"


"Iya Nona Bos ada di dalam tapi,"


"Tapi apa, Rel?"


Farel tidak tahu harus berkata apa lagi, seketika lelaki itu kehabisan kata-kata.

__ADS_1


"Farel?" panggil Amanda kembali.


"Eh iya, Nona?"


"Brian ada di dalam kan?"


"I--iya Nona Pak Brian ada di dalam."


Amanda hanya mengangguk lalu segera membuka pintu ruangan Brian. Seketika makan siang yang di bawakan oleh Amanda jatuh. Brian dan juga perempuan yang berada di pangkuan-Nya ikut terkejut mendengar suara benda jatuh. Farel hanya menatap Brian dengan tatapan yang sulit di artikan, ada rasa iba melihat Amanda yang terlihat syok.


DEG!


Amanda menatap kecewa ke arah Brian dan Jessica. Ya perempuan itu adalah Jessica yang tiba-tiba datang ke perusahaan Brian dan tanpa rasa malu duduk di atas pangkuan Brian. Mata Amanda berkaca-kaca melihat suaminya yang tengah asyik berduaan dengan perempuan lain. Amanda memegang dadanya yang terasa sesak, tanpa menunggu jawaban dari Brian Amanda segera bergegas keluar.


"M-maaf mengganggu,"


Hanya itu yang keluar dari mulut Amanda lalu dia pergi dari ruangan tersebut. Farel hanya diam mematung tidak tahu harus berbuat apa. Brian beranjak dari tempat duduk membiarkan Jessica jatuh ke lantai. Brian panik dan berlari mengejar Amanda.


Banyak pasang mata yang melihat Amanda yang berlari kecil sambil menangis, karyawan tahu jika istri Bos pasti sudah melihat ada perempuan lain yang berada dalam ruangan Bos mereka, akan tetapi mereka tidak harus ikut campur urusan pribadi orang.


"Sayang tunggu!" teriak Brian sambil berlari mengejar Amanda.


Amanda tidak mendengarkan panggilan dari Brian. Sedangkan dari arah belakanh Farel dan juga Jessica tengah berjalan menyusul Brian dan Amanda. Jessica kesal dengan Brian yang mendorongnya sampai terjatuh membuag bokongnya sedikit sakit.


Saat Amanda sudah di depan pintu perusahaan tiba-tiba Brian sudah memegang pergelangan tangan dan langsung memeluk Amanda. Amanda tidak berontak dia hanya diam dalam pelukan Brian.


"Maaf sayang maaf, dengerin penjelasan dari aku dulu. Jangan salah paham atas apa yang kamu lihat,"


Amanda hanya diam dengan matanya yang sembab.


"Sayang maafkan aku ini semua salah paham,"


"Lakukanlah apa yang membuatmu senang Bi, mungkin ini terdengar sedikit aneh tapi entah kenapa saat aku minta maaf atas kesalah pahaman antara aku dan Reyhan kamu begitu sangat marah dan aku sudah minta maaf berkali-kali namun kamu menghiraukan semua ucapanku. Kamu dengan sengaja mengabaikan keberadaanku Bi, dan sekarang kamu dengan mudahnya minta maaf atas kesalahan yang suda aku lihat dengan mata kepalaku sendiri kamu begitu mesra dengan perempuan itu. Hahaha kamu sangat minafik Bi," ucap Amanda tertawa sinis sambil melihat ke arah Jessica.

__ADS_1


Sedangkan Jessica merasa geram dengan Amanda, Farel pun menatap jijik ke arah Jessica.


"Dan untukmu Nona Jessica, aku tahu kamu seorang model ternama di kota ini. Tapi apakah begini sifat aslimu? menggoda pria yang sudah beristri, dimana rasa malu Nona?"


"Tutup mulutmu, Amanda! tahu apa kamu tentang aku!" bantah Jessica tidak terima.


"Hentikan omong kosongmu Jessica, apa yang di katakan istriku memanglah benar,"


"Brian apa kamu membela istrimu yang sudah jelas-jelas telah mengkhianatimu dengan pria lain?"


Amanda tertawa sinis mendengar penuturan dari Jessica, dan kini dia mengetahui siapa yang telah menghasut Brian dengan mengatakan jika Amanda dan Reyhan mempunyai hubungan lain di belakang Brian.


"Hahaha ... aku tidak menyangka kamu sangat licik Jessica, sayang sekali dengan rupamu yang begitu cantik tapi hatimu terlalu busuk. Tapi aku sangat berterima kasih kepadamu karena dengan ini semua orang tahu akan sifat aslimu itu ... kamu sangat tidak tahu diri Nona Jessica!" ucap sinis Amanda.


Brian dan Farel melihat sisi lain dari Amanda. Mereka tidak pernah melihat kemarahan dan kekecewaan di mata Amanda. Tapi saat ini mereka merasa jika Amanda bukanlah Amanda yang mereka kenal.


"Sayang jangan ladenin dia lagi ayo kita bicara di dalam saja disini banyak karyawanku,"


"Pergilah sendiri aku akan langsung pulang,"


Amanda segera berbalik dan belum sempat keluar pintu perusahaan sudah terkunci.


"Tutup semua pintu akses keluar yang ada di perusahaan ini dan jangan biarkan istri saya keluar!" suara tegas Brian menyuruh beberapa penjaga di perusahaan.


Amanda melongo melihat Brian yang melakukan semuanya. Dengan wajah kesalnya Amanda mengomeli Brian kembali.


"Apa yang kamu lakukan? buka pintunya Brian," protes Amanda.


"Aku nggak mau, kamu harus tetap berada disini bersamaku sayang. Maaf jika kecerobohanku selama ini,"


"Aku tidak peduli dan cepat buka pintunya."


Brian berjalan mendekat ke arah Amanda dan langsung saja Brian menarik tubuh Amanda dan membuat mereka saling berhadapan. Brian segera mencium bib*r Amanda membuat Amanda membulatkan matanya. Semua orang yang berada di dalam refleks terkejut dengan apa yang di lakukan Bos mereka, adapun yang mengambil moment itu.

__ADS_1


Rasa iri pasti ada. Tapi istri bos mereka sangat cantik dan mungkin tidak akan sebanding dengan mereka. Brian memanglah sangat ahli memilih pasangan. Sedangkan Jessica kesal melihat adegan romantis Brian dan Amanda.


__ADS_2