
"Oh ya ampun apa kamu tidak tahu siapa aku, aku adalah model Internasional dan calon tunangannya Brian. Kamu jangan bermimpi bisa menjadi pacar Brian apa kamu tidak punya kaca di rumah, huh? mana mungkin Brian mau sama perempuan udik kayak kamu, mending jauh-jauh deh takut nanti kamu akan kecewa,"
"Jaga ucapan anda! ya aku mengakui kamu punya segala-galanya tapi sayang hati dan attitude mu tidaklah bagus nona, aku tidak menyangka jika seorang model yang terkenal bisa seburuk ini menilai seseorang,"
"Jaga omong-,"
Ucapan Cika terpotong dan tangan gadis itu terangkat berniat ingin memberikan tamparan kepada Amanda, tapi dengan cepat Brian menahan tangan Cika. Mata tajam Brian yang sedang menahan amarah membuat nyali Cika menciut, mereka sudah menjadi bahan tontonan saat ini juga. Dengan kasar Brian menghempaskan tangan Cika, perempuan itu meringis karena kesakitan.
"Jangan coba-coba tangan kotormu menyentuh gadisku jika kamu masih sayang dengan tubuhmu!" ucap Brian tak kalah tegas dengan tatapan membunuh.
"K-kamu kenapa membela perempuan murahan ini Brian, seberharga itukah dia?" suara Cika bergetar saat melihat perubahan sikap Brian.
"CUKUP CIKA! Gadisku tidak semurahan kamu,"
__ADS_1
DEG
Amanda dan Cika tentu saja kaget akan bentakan barusan yang lolos dari mulut Brian. Pria itu sangat marah karena Cika sudah kelewatan batas menghina gadisnya, Amanda pun memegang telapak tangan Brian berusaha menenangkan Brian agar bisa menahan amarahnya.
"Sayang tahan emosi kamu ini lagi di Mall, ayo kita pulang sekarang," ucap Amanda.
Dengan rasa terpaksa Brian pun menuruti keinginan Amanda lalu meninggalkan Cika yang tengah marah dan juga kesal, Brian awalnya ingin memberi pelajaran kepada Cika agar perempuan itu tidak mengusik kehidupannya dan orang-orang di sekita Brian.
"Berani-beraninya dia menghinaku, hmm aku akan membalasmu perempuan murahan," gumam Cika marah.
"Aku pulang dulu, nanti malam aku jemput dan jangan lupa dandan yang cantik sayang," ucap Brian.
"Iya siap Bos hehe," balas Amanda terkekeh.
__ADS_1
"Jangan tersenyum seperti itu, aku takutnya bakal ngurung kamu di kamar biar orang lain tidak melihat senyuman itu,"
"Kamu bisa saja, sudah pulanglah keburu malam,"
"Baiklah aku akan pulang sekarang sayang .... jangan lupa nanti malam ya, Mwah."
Setelah mengucapkan itu Brian mencium sekilas bibir Amanda lalu masuk ke dalam mobil dan segera meninggalkan halaman rumah gadis itu. Amanda tersenyum karena mendapat perlakuan manis dari Brian.
Di mobil Brian baru selesai mendapat panggilan dari sang bawahan yang memberitahukan jika persiapan untuk dinner sekalian dengan lamaran sudah selesai, bahkan Brian sengaja menyewa pantai dan menyuruh orang-orang untuk mendekor seindah mungkin pantai itu karena malam ini dia akan melamar Amanda untuk menjadi calon istrinya.
Setelah memutuskan panggilan dengan Farel Brian menancap gas agar secepatnya sampai ke mansion. Pria itu sudah tidak sabar melamar sang pujaan hati.
"Sebentar lagi kamu akan menjadi calon istriku sayang," gumam Brian tersenyum bahagia.
__ADS_1
Sayangnya kedua orang tua Brian tidak sempat menghadiri acara lamaran putranya di karenakan sang papa tengah di rawat. Brian pun sudah menghubungi sang mama untuk memberitahukan dia akan melamar Amanda, dengan senang hati mama Brian mendengar jika putranya akan melamar Amanda sosok gadis yang di idamkan menjadi menantu di keluarga besar Evanz.