Terjebak Cinta Seorang CEO

Terjebak Cinta Seorang CEO
PART 56


__ADS_3

Besok paginya tepatnya di mansion yang berukuran sangat besar dan luas, terlihat dua pasangan yang masih berbahagia masih asyik tiduran di atas ranjang. Amanda samar-samar membuka matanya dan dilihat manusia yang sedang tidur pulas dengan wajah yang begitu tampan mirip seperti pangeran yang selalu ia baca di novel. Amanda bersyukur bisa menikah dengan pria yang sangat menyayangi dan mencintai dirinya.


Tatapan Amanda seketika beralih di bibir Brian, bibir itu terlalu menggoda. Tangan Amanda mengelus rahang lalu beralih ke pipi Brian. Sungguh indah makhluk ciptaan tuhan satu ini, pantas saja banyak perempuan di luar sana yang mengagumi bahkan tidak segan-segan untuk mengejar Brian karena pria ini begitu tampan dan pesonanya bisa membuat siapa saja ingin menaklukan hati seorang Brian Evanz.


"Sudah puas melihatku, sayang?" ucap Brian dengan suara khas orang yang baru bangun tidur.


Amanda terkejut karena seperti orang yang ketangkap basah karena memperhatikan suaminya.


"Eh- rupanya kamu sudah bangun Bi," Amanda berucap dengan sedikit gugup.


"Tentu saja, bahkan ada adik kecilku juga sudah ," ucap Brian tersenyum menggoda.


"Adik kecil? siapa?"


"Ini,"


Mata Amanda membulat seketika karena yang di maksud Brian adik kecilnya adalah Brian junior, refleks Amanda memukul pelan dada bidang Brian.


"Aku mau buatin sarapan untukmu dulu Bi,"


"Jangan repot-repot sayang di mansion sudah ada pelayan yang akan melayani kebutuhan kita, kau istirahat yang cukup,"

__ADS_1


"Tapi aku mau membuatkan kamu sarapan Bi, sebagaimana tugas seorang istri. Jadi lepasin dulu pelukannya,"


"Baiklah,"


Dengan rasa berat akhirnya Brian melepaskan pelukannya lalu Amanda beranjak dari tempat tidur dan membersihkan tubuhnya lebih dulu. Cukup lama Amanda melihat Brian masih berada di tempat tidur dia segera turun ke bawah untuk membuatkan sarapan pagi. Disana sudah ada pelayan yang sedang menyambut kedatangan Amanda.


"Selamat pagi Non," sapa pelayan.


"Pagi juga Bi, oh ya ... hari ini Bibi tidak perlu memasak ya karena saya sendiri yang akan membuat sarapan untuk suami saya," ucap Amanda ramah.


"Tidak perlu Non, biar bibi saja nanti Bibi kena marah sama Tuan,"


"Tidak Bi, saya sudah izin sama Brian kok,"


"Baiklah Bi."


Setelah itu Amanda pun memasak sesekali pelayan itu membantunya. Setelah semua masakan telah siap Amanda bergegas untuk naik ke atas membangunkan Brian yang masih tidur. Amanda berjalan menghampiri Brian dan segera membangunkan lelaki itu.


"Bi bangun dulu sarapan sudah siap,"


"Iya sayang,"

__ADS_1


Brian membuka matanya lalu duduk di atas ranjang. Brian lalu berjalan ke kamar mandi untuk bersih-bersih. Sedangkan Amanda tengah memilih pakaian yang akan di pakai Brian ke perusahaan. Brian sebenarnya ingin mengambil cuti beberapa hari tapi sayangnya perusahaan sedang membutuhkan dia.


Brian yang sudah selesai dengan aktivitas di kamar mandi, segera meraih beberapa pakaian dan juga jas yang sudah di siapkan oleh Amanda. Brian tersenyum senang karena pilihan Amanda begitu menarik.


"Bi, aku tunggu di meja makan ya,"


"Iya sayang aku akan segera menyusulmu."


Amanda akhirnya sudah berada di meja makan dan menyiapkan sarapan untuk Brian. Tak lama yang di tunggu sudah berjalan mendekat ke meja makan. Amanda dan Brian pun segera melakukan sarapan pagi dengan tenang.


"Bi, aku sudah menyiapkan bekal untuk makan siangmu,"


"Iya sayang, tapi kamu jangan terlalu kecapean karena ini sudah tugas pelayan,"


"Ya ini juga sudah menjadi tugasku Bi, semua keperluanmu aku yang akan megurusnya,"


"Liar biasa istriku ini, aku sudah selesai sayang. Aku akan segera berangkat karena ada rapat penting dengan klien ku pagi ini,"


"Iya Bi,"


Amanda mengantarkan Brian sampai ke depan, tanpa menunggu lama Amanda mencium punggung tangan Brian dan Brian juga mencium kening Amanda. Lalu segera masuk ke dalam mobil. Amanda melambaikan tangannya ke arah mobil sampai mobil Brian sudah meninggalkan halaman rumah.

__ADS_1


"Semoga tidak ada yang mengganggu hubungan kita Bi, aku takut." gumam Amanda dengan raut wajah sendu.


Karena Amanda masih kepikiran dengan apa yang di ucapkan Cika tempo lalu. Dia melihat ada aura kebencian perempuan itu terhadapnya. Amanda yakin jika Cika sedang merencanakan sesuatu yang akan membuat rumah tangga dengan Brian hancur.


__ADS_2