
Tak lama Mama Brian berjalan menghamipiri mereka yang sedang di ruang tamu, mama Brian melihat ada tamu dan yang gadis yang tengah duduk. Mama Brian kaget melihat ternyata gadis yang pulang bersama Brian adalah Amanda, sontak saja mama Brian menghampiri dan langsung duduk di samping Amanda sembari memeluk gadis itu.
"Loh gadis ini?" ucap mama Brian membulatkan matanya seketika melihat gadis di depannya adalah gadis yang waktu itu pernah menolong dia.
"Ibu kan yang waktu itu hampir ketabrak mobil kan? jadi," ucap Amanda tak kalah terkejutnya.
"J-jadi ibu ini adalah mamanya Tuan eh maksudnya Brian?" tanya Amanda.
"Iya, itu ibu saya dan terima kasih karena berkat kamu ibu saya tidak jadi ketabrak,"
Mama Brian begitu senang akhirnya gadis yang menolongnya saat itu kembali di pertemukan dengannga. Beda dengan papa Brian dia juga sedikit terkejut kalau gadis di hadapannya adalah gadis yang waktu itu di bicarakan oleh anak dan juga istrinya.
"Sekarang kita makan malam dulu, ayo mama sudah masak soalnya," ajak mama Brian kepada mereka.
"Ayo sayang kita makan malem bareng ya," ajak mama Brian kepada Amanda lalu menarik gadis itu menuju meja makan.
Brian tersenyum melihat sang mama begitu dekat dengan Amanda, dengan begitu dia mudah untuk meluluhkan hati Amanda gadis yang selama ini ia impikan.
Di meja makan hanya terdengar suara piring dan sendok beradu.
__ADS_1
"Kamu kerja dimana, nak?" tanya papa Brian.
"Saya kerja di toko bunga Om," sahut Amanda sopan.
"Orang tua kamu kerja dimana?"
"Ayah sama Bunda sudah lama meninggal," jawab Amanda tersenyum.
Refleks Mereka terdiam dan tangan Brian mengusap lembut tangan Amanda.
"Maaf nak, Om tidak tau jika orang tua kamu sudah tiada,"
"Amanda sayang, jadi kamu tinggal sendirian?" tanya mama Brian.
"Iya tante,"
"Amanda tinggal bareng kita aja ya, iyakan pa?" tawar mama Brian.
Seketika Amanda dan Brian kaget dengan ucapan wanita paruh baya itu.
__ADS_1
Seketika Amanda dan Brian kaget dengan ucapan wanita paruh baya itu.
"Eh nggak apa-apa tante, saya sudah biasa tinggal sendiri," ucap Amanda merasa tidak enak hati.
"Tidak masalah sayang, Om sama tante justru senang karena kamu akan jadi menantu kami," ucap mama Brian dengan senyum bahagianya.
"Mama ngomongnya apaan sih, pake acara menantu segala," potong Brian.
"Yang di katakan Mama kamu benar Brian, umur kamu sudah sangat matang untuk menikah dan Papa sama Mama tidak mempermasalahkan Amanda jadi menantu kami," jelas papa Brian.
"Iya sayang, kami dengan sangat bahagia merestui hubungan kalian,"
Brian yang mendapat lampu hijau begitu bahagia dalam hatinya bersorak gembira, sedangkan Amanda tidak bisa berkata-kata lagi dengan kedua orang tuanya Brian.
Selesai dengan acara makan malam itu Brian sudah mengantar Amanda pulang ke rumah, mama Brian sempat menahan Amanda dengan alasan menginap dulu di rumah mereka.
Di dalam perjalanan tidak ada pembicaraan mereka sibuk dengan pikiran masing-masing. Brian memikirkan bagaiman dia bisa mengungkapkan perasaan dia ke Amanda.
Tiba di rumah, Amanda segera turun dari mobil tak lupa mengucap terima kasih kepada Brian. Bahkan ia sempat minta maaf karena sudah berfikir lelaki itu akan menculiknya tapi ternyata dugaan dia itu salah, melainkan Brian mengajaknya untuk makan malam bersama keluarga Brian.
__ADS_1