Terjebak Cinta Seorang CEO

Terjebak Cinta Seorang CEO
PART 54


__ADS_3

Di tempat lain Cika meluapkan emosinya saat tahu dimana Brian sudah menikahi Amanda. Kamar sudah seperti kapal pecah yang terlihat sangat berantakan. Sang mama yang mendengar suara ricuh di kamar putrinya segera mengecek dan betapa terkejutnya dia melihat putrinya sedang mengamuk dan mengacak-acak isi kamar.


"Cika hentikan! apa yang kamu lakukan, nak?" tanya sang mama melihat keadaan putrinya saat ini sedang kacau.


"Brian Ma, Brian sudah menikahi perempuan lain," suara isak tangis Cika terdengar.


"Apa kamu masih mengejar, Brian?"


"Ya aku masih mengejarnya Ma, karena Brian hanya milik aku bukan perempuan itu!"


"Sudahlah lupakan Brian, sayang. Dia sudah punya kehidupan baru kamu jangan menyiksa diri kamu sendiri. Bagaimana jika Papamu tahu kamu berbuat seperti ini,"

__ADS_1


"Aku tidak peduli, Ma. Aku harus merebut Brian dia milikku ... dia hanya milikku!"


Sang mama mencoba menenangkan putrinya yang begitu kacau saat tahu jika Brian sudah menikah dini hari. Ada rasa kasihan melihat putrinya seperti ini tapi dia tahu cinta tidak bisa di paksakan. Mama Cika tahu jika putrinya hanya terobsesi kepada CEO muda itu.


"Sudahlah jangan menangis lagi masih banyak laki-laki diluar sana, nak. Jangan memaksakan keegoisanmu. Jika Papamu tahu pasti dia akan sangat marah karena tahu kamu masih mengejar Brian yang sudah jelas-jelas menolakmu tapi kamu masih sangat suka mengejarnya,"


"Tapi aku hanya butuh Brian, Ma. Buka yang lain,"


Cika tidak membalas ucapan mamanya lagi, dalam hatinya dia akan tetap membalaskan dendamnya kepada Amanda yang sudah merebut Brian.


Di perusahaan X yang terbilang hampir sama dengan perusahaan Brian yang sukses di kota ini, dia adalah Reyhan yang saat ini kaget mendengar jika Amanda sudah menikah dengan Brian Evanz. Gadis yang sudah berhasil membuat dia jatuh hati ternyata sudah menjadi seorang istri sekarang, Reyhan mengetahui dari salah satu asisten dia.

__ADS_1


Rasanya seperti teriris pisau saat gadis dambaan dia sudah menikah. Raut wajah Reyhan sudah tidak bisa di artikan lagi, ada rasa kecewa, sedih bercampur sudah. Asisten Reyhan paham betul dengan perasaan Reyhan saat ini karena dia juga tahu kalau istri dari Brian Evanz adalah gadis satu-satunya yang sudah mengisi hati atasannya, tapi apa boleh buat karena mungkin ini semua sudah takdir.


Malam harinya adalah acara resepsi pernikahan Brian dan Amanda, begitu banyak para tamu undangan yang saling bergantian memberikan ucapan selamat kepada pengantin baru. Dari jarak yang tidak terlalu jauh ada sepasang mata yang tidak suka dengan Amanda. Dia adalah Cika. Cika menghadiri acara pernikahan Brian dan Amanda, perempuan itu berjalan menghampiri pengantin tersebut.


Brian dan Amanda yang melihat kedatangan Cika seketika raut wajah Brian berubah. Cika berjabat tangan dengan Brian lalu berganti kepada Amanda. Saat bersalaman dengan Amanda Cika sedikit meremas tangan dan membisikkan sesuatu di telinga Amanda.


"Ingat kamu belum menang Amanda," bisik Cika tersenyum licik.


Amanda hanya diam tidak membalas ucapan Cika, dia harus berhati-hati dengan wanita di depannya ini. Karena Amanda tahu jika Cika adalah perempuan licik bahkan dia tidak mengetahui apa rencana Cika berikutnya.


Setelah kepergian Cika, Brian melihat kearah istrinya yang terlihat sangat kelelahan menerima tamu udangan dari pagi sampai malam. Akhirnya mereka memutuskan untuk masuk ke kamar, sedangkan Farel dia tengah mengobrol dekan beberapa tamu undangan Brian.

__ADS_1


Sampainya di kamar Brian sedang melepas setrlan jas yang ada di tubuhnya, lalu ia melirik ke arah Amanda yang saat ini kesusahan melepas gaun pengantin. Brian berjalan dan hendak membantu istrinya.


__ADS_2