Terjebak Cinta Seorang CEO

Terjebak Cinta Seorang CEO
PART 61


__ADS_3

Brian yang melihat Amanda melawannya, langsung mencengkram dagu Amanda membuat gadis itu meringis kesakitan karena di perlakukan kasar oleh Brian.


"Sakit Bi, lepasin!" ucap Amanda.


"Kenapa, hm? aku hanya menyentuhmu seperti ini bahkan aku bisa saja menyentuh tubuhmu yang lain,"


"Apa yang sudah kalian lakukan di belakangku, Amanda? apa kalian punya hubungan lain tanpa sepengetahuanku?"


"Hentikan omong kosongmu ini aku dan Reyhan tidak ada hubungan apa-apa berhentilah menuduhku seperti itu,"


Brian langsung mendorong Amanda sampai terjatuh di datas tempat tidur, Brian segera menindi tubuh mungil Amanda. Sedangkan gadis itu berusaha mendorong Brian karena tidak ingin Brian melakukan hal yang mungkin sudah wajar bagi mereka, tapi Amanda tidak ingin dengan keadaa seperti sekarang. Bahkan Brian tengah mabuk.


"Minggir Bi, apa yang kamu lakukan?" ucap Amanda dengan nada khawatir.


Brian hanya tersenyum miring.


"Aku ingin meminta hak ku sekaran," ucap Brian.

__ADS_1


"nggak aku belum siap dengan keadaanmu seperti ini Bi,"


"Aku menginginkanmu sekarang Amanda, aku ingin menjadikanmu milikku sepenuhnya."


Lalu Brian dengan mudahnya mencium bibir Amanda, gadis itu berusahan mendorong tubuh Brian tapi sayangnya tenaga Brian jauh lebih besar. Tanpa sadar Brian dan Amanda sudah sama-sama tidak memakai baju, Brian melempar sembarangan pakaian mereka berdua.


Brian begitu terpesona dengan setiap lekukan tubuh sang istri. Bahkan Brian sangat menikmati setiap inci tubuh gadis itu. Karena sudah tidak bisa menahan hasrat kelakiannya Brian segera melakukan penyatuan mereka berdua.


"Akh," suara Amanda terdengar.


Air mata Amanda lolos begitu saja saat Brian berhasil menerobos apa yang selama ini sudah di jaga. Brian melihat Amanda memberikan ciuman agar menghilangkan rasa sakit yang di bawah sana sedang di terobos Brian.


Pagi harinya, Amanda terbangun dan melihat ke samping disana ada Brian yang masih tertidur sangat nyenyak. Amanda mengingat kejadian semalam air matanya lolos begitu saja, entah rasa bahagia atau sedih saat kehormatannya sudah di renggut oaksa oleh suaminya.


Cepat-cepat Amanda menghapus jejak air mata lalu beranjak dari tempat tidur untuk ke kamar mandi membesihkan tubuhnya. Amanda meringis kesakitan di campur perih di bawah sana. Brian terbangun mendengar rintihan suara Amanda.


"Apakah masih sakit?" tanya Brian dengan suara khas orang bangun.

__ADS_1


Amanda hanya mengangguk malu sebagai jawabannya. Brian bangun dan segera menggendong Amanda ke kamar mandi. Setelah selesai membersihkan tubuhnya Amanda kembali ke kamar lalu gantian dengan Brian lelaki itu sudah masuk ke kamar mandi untuk bersih-bersih sebelum berangkat ke perusahaan.


Saat sudah di meja makan Amanda dan Brian hanya saling diam, Brian pun seolah tidak terjadi apa-apa semalam. Dia sibuk dengan makanannya sendiri sedangkan Amanda sibuk memperhatikan suaminya yang tak kunjung berbicara sekata pun setelah kejadian semalam.


Dalam hati Brian entah mengapa ragu untuk berbicara dengan Amanda, tanpa mengucapkan satu kata pun Brian beranjak dari tempat duduknya dan menuju ke parkiran mobil. Amanda segera menyusul Brian.


Amanda masih merasa jika Brian masih marah. Ada rasa sedih saat pria itu masih saja cuek dan bersikap dingin kepadanya. Setelah melihat mobil Brian meninggalkan rumah, Amanda kembali masuk ke dalam. Amanda sebenarnya masih sangat capek bahkan area sensitifnya masih terasa sangat perih


Sampainya di perusahaan Brian sudah di sambut oleh Farel dan beberapa karyawan lainnya. Brian dengan wajah datarnya hanya melewati tanpa membalas sapaan mereka. Farel pun mengikuti kemana tujuan Brian yang mana dia sebagai bawahan Brian.


"Apa jadwalku hari ini, Rel?" tanya Brian.


"Ada beberapa dokumen penting yang harus anda periksa dan beberapa data diri karyawan baru yang melamar pekerjaan di perusahaan ini,"


"Baiklah, dan hubungi HRD untuk mengurus karyawan itu,"


"Baik, Pak."

__ADS_1


Setelah mengatakan itu Farel keluar dari ruangan sedangkan Brian sudah sibuk menyelesaikan beberapa dokumen yang di berikan oleh Farel.


__ADS_2