
Hari ini Brian sudah langsung berangkat ke kantor, Brian tidak sempat sarapan bersama orang tuanya. Karena, hari ini ada meeting dengan perusahaan X jadi pria tampan itu terlihat begitu buru-buru.
"Tidak sarapan dulu, sayang?" tanya sang mama yang melihat putranya melewati meja makan.
"Tidak, Ma. Brian buru-buru ada meeting penting soalnya,"
"Baiklah, hati-hati nak."
25 menit akhirnya mobil Brian sudah berada di perusahaan miliknya. Disana sudah ada Farel asistennya yang sudah menunggu kedatangan Brian.
"Selamat pagi, Pak. " sapa hormat Farel.
"Apa semua sudah berada di ruang meeting?" tanya Brian.
"Sudah, Pak. "
Brian tanpa membalas ucapan Farel langsung menuju ruang meeting, dan diikuti oleh Farel.
Di lain tempat, Amanda dan Feli tengah sibuk merangkai bunga pesanan orang. Mereka akhir-akhir mendapat pesanan bunga yang lumayan banyak dan juga keuntungan.
"Selesai, gimana cantik kan Fel?" ucap Amanda tersenyum lega.
"Wah bagus bangat, Man. Yaudah bentar aku selesaiin punya aku juga baru bisa langsung kita kirim ke customer," balas Feli semangat.
Butuh waktu berapa menit akhirnya beberapa buket bunga itu jadi, Amanda dan Feli sudah mengirim foto kepada customer agar mereka segera menjemput pesanan tersebut.
Di perusahaan Brian, lelaki itu baru saja selesai meeting dan telah kembali ke ruangannya. Brian seminggu lagi akan ke London untuk undangan dari perusahaan disana.
"Bos, anda tidak makan siang dulu?" tanya Farel.
"Kamu makan saja dulu, saya akan makan diluar," balas Brian langsung berdiri dan menyambar kunci mobilnya.
"Gini nih kalau udah punya pawang haha," sindir Farel tertawa
__ADS_1
"Bukan urusanmu." balas Brian meninggalkan Farel.
Mobil Brian sudah berada di depan toko bunga tempat dimana Amanda bekerja. Pria itu tengah memperhatikan Amanda yang sedang berbicara dengan sahabatnya Feli.
Brian mengambil ponselnya dan berniat untuk menghubungi Amanda untuk diajak makan siang bersama.
Tutt ... tutt ... tutt
Suara dering ponsel Amanda terdengar, membuat gadis itu mengalihkan perhatiannya. Amanda yang bingung dengan Brian yang tiba-tiba menghubunginya segera mengangkat panggilan tersebut.
"Halo, ada apa Tuan menelpon saya?" tanya Amanda.
"Ayo makan bersama," ajak Brian dengan suara khas-nya yang datar.
"Makasih atas tawaran, Tuan. Tapi saya akan makan bersama sahabat saya,"
"Jangan banyak membantah nona Amanda, cepat keluar saya sekarang ada di depan tokoh bunga kamu,"
Amanda langsung membulatkan matanya dan berjalan mengecek keberadaan lelaki itu apa benar dia ada di depan atau tidak.
Dan benar saja ada mobil mewah Brian tengah terpakir rapih di depan tokoh itu.
"T-tuan, tidak bisakah lain kali saja?" ucap Amanda ragu.
"Sekarang,"
Brian langsung mematikan sambungan telepon tanpa menunggu balasan dari Amanda. Sedangkan Amanda menahan kekesalannya karena ulah dari Brian yang suka memaksa.
"Ih dasar es kutub, suka banget maksa orang" ucap Amanda kesal.
"Kamu kenapa, Man? es kutus siapa yang kamu maksud?" tanya Feli bingung.
"Itu tuh cowok yang sukanya maksa orang,"
__ADS_1
"Iya siapa cowoknya, Manda?
"Nanti aku ceritain ya, sekarang aku ijin mau makan siang di luar dulu,"
"Idih kamu mah PHP in aku manda,"
"Janji, setelah ini aku ceritain deh bye."
Amanda segera berjalan keluar dari tokoh bunga dan menghampiri mobil Bria. Tak lama Brian membuka kaca mobil dan menyuruh Amanda segera masuk.
"Saya hampir lumutan nunggu kamu disini," ucap Brian.
"Ya itu salah, Tuan. Kenapa tidak pergi saja," balas Amanda.
Brian hanya tersenyum tanpa melirik Amanda dan secepatnya ia mengemudikan mobil dan meninggalkan tokoh bunga.
Sesampainya di tempat makan milik orang tuanya Brian, lebih tepatnya rumah makan ini adalah milik papa-Nya Brian.
"Mau pesan apa?" tanya Brian.
Amanda yang di tanya hanya fokus dengan menatap sana-sini sekelilingnya, Amanda begitu takjub dengan tempat makan yang terlihat begitu mewah dan bernuansa eropa.
"Kamu mau pesan apa nona Amanda?" tanya Brian kembali.
suara Brian yang sedikit keras refleks membuat gadis di depannya ini sadar, Amanda hanya menampilkan senyum kakunya.
"Jujur Tuan, saya tidak mengerti cara pesannya seperti apa. Karena disini menu makanan-Nya bahasa inggris semua hehe,"
"Dan satu lagi Tuan, saya baru pertama kali makan di tempat mewah seperti ini. Jadi samakan saja sama makanan Tuan,"
"Baiklah kalau begitu," balas Brian yang di angguki oleh Amanda.
Amanda berkata jujur kepada Brian karena memang benar dia tidak pernah menginjakkan kaki di tempat makan yang begitu mewah seperti ini, bahkan mungkin makanan disini mahal-mahal semua.
__ADS_1