Terjebak Cinta Seorang CEO

Terjebak Cinta Seorang CEO
PART 38


__ADS_3

Tiba acara di salah satu gedung yang terletak di kota LA, terlihat begitu banyak para tamu undangan yang datang menghadiri acara malam ini. Terlihat sang pemilik acara sedang berbincang-bincang dengan beberapa orang tamu undangan.


Brian dan Farel baru tiba di gedung tersebut mereka berjalan sudah di sambut oleh para pelayan, banyak pasang mata yang menatap kagum kearah Brian terutama tamu undangan wanita. Ada juga anak dari para kolega yang memuji ketampanan Brian.


Mata tajam Brian tak sekali menanggapi tatapan memuja dari para wanita tersebut, dia berjalan menuju sang pemilik acara dan di ikuti oleh Farel di sampingnya.


"Pak Brian kalau di lihat dari jarak dekat ganteng banget,"


"Dad, aku mau Brian jadi suamiku,"


"Beruntung sekali wanita yang akan menjadi istrinya pak Brian,"


Begitulah kira-kira ucapan yang terdengar oleh Brian dan Farel. Mereka sudah terbiasa dengan pujian tersebut.


Sedangkan satu wanita yang melihat kedatangan Brian tersenyum.


"Apa itu Brian?" tanya-Nya pada diri sendiri.


"Aku nggak nyangka Brian ada disini,"


Lalu ia berjalan menghampiri Brian yang tengah berbicara dengan pemilik acara.


"Hai Brian," sapa Cika tersenyum.


Seketika Brian menoleh ke arah sumber suara yang menyapa-Nya. Pemilik acara tersebut setelah berbincang dengan Brian berpamitan karena ingin menyapa tamu undangan lain.

__ADS_1


"Maaf Pak Brian, anda bersenang-senanglah dulu saya akan menyapa tamu-tamu lainnya," ucapnya lalu meninggalkan Brian, Farel dan juga Cika.


"Aku nggak nyangka kamu bisa hadir di acara ini juga Brian," ucap Cika tersenyum kearah Brian.


"Senang bertemu denganmu nona Cika," sahut Farel.


Sedangkan Brian lebih memilih diam tidak menanggapi ucapan Cika.


Cika merasa sedikit kesal karena Brian terlalu cuek bahkan raut wajah pria itu sangat datar berbeda dengan yang barusan berbicara dengan pemilik acara .


"Farel bisakah kau tinggalkan kami berdua," ucap Cika pada Farel.


Farel pun pergi meninggalkan Cika dan Brian.


"Senang juga bertemu denganmu Cika," balas Brian.


"Bagaimana kabar Om dan Tante?"


"Mereka baik hanya saja mereka sedan berada di luar negeri,"


Cika mengangguk paham lalu tidak lama wanita itu menawarkan untuk ikut dansa dengannya. Terlihat para tamu undangan lain sudah mengambil pariasi dansa disana.


"Apa kamu ingin berdansa denganku?" tanya Cika.


"Maaf aku tidak bisa melakukannya, cari pria lain saja aku sibuk," tolak Brian.

__ADS_1


Bukan Cika namanya jika tidak memaksakan kehedaknya sendiri.


"Ayolah sekali ini saja Brian dan aku akan mengajarimu," Cika memaksa.


Lalu Cika menarik tangan Brian dan seketika tangan Brian di arahkan ke pinggang Cika sedangkan tangan cika berada di pundak Brian. Mereka melakukan dansa seperti yang lainnya.


Farel yang melihat kelakuan Cika hanya menggelengkan kepala.


"Hadeh Bos mau-mau aja di ajak tuh cewek," ucap Farel.


"Gimana kalau nona Amanda tahu soal ini yang ada nona pasti marah," lanjutnya.


Setelah selesai berdansa dengan Cika, Brian akan berencana kembali ke hotel bersama Farel akan tetapi Cika dengan sengaja bergelayut manja di lengan Brian dan meminta Brian untuk mengantarkan Cika pulang.


"Singkirkan tanganmu dariku Cika," ucap Brian tegas.


"Aku nggak akan lepasin sebelum kamu mengantarkan aku pulang ke apart," tolak Cika berusaha membujuk Brian.


"Aku sibuk tidak ada waktu untuk berbasa-basi denganmu,"


"Baiklah kalau begitu aku akan pulang saja dengan kalian,"


Brian menggeram kesal dengan sikap gadis di sampingnya ini. Farel memutarkan bola matanya dengan malas karena selalu saja melihat drama yang di buat oleh Cika.


"Terserah kamu saja," ucap Brian lalu membiarkan Cika pulang bersama mereka.

__ADS_1


__ADS_2