Terjebak Cinta Seorang CEO

Terjebak Cinta Seorang CEO
PART 57


__ADS_3

Di perusahaan Brian baru saja selesai bertemu klien, dia berjalan kembali menuju ruang kerja dan di ikuti oleh Farel. Para karyawan pun menunduk hormat saat Brian melewati beberapa karyawan, mereka sudah mengetahui jika bos mereka sudah menikah. Pupus sudah harapan para karyawan wanita yang mengetahui jika Brian sudah tidak berstatus single.


Farel menyerahkan beberapa dokumen penting untuk di periksa Brian dan sekalian di tanda tangani langsung olehnya. Hari ini cukup menguras tenaga bahkan Brian setelah ini akan menuju salah satu universitas milik orang tua lebih tepatnya milik sang papa. Di rasa sudah selesai mereka segera bersiap-siap untuk datang menghadiri peresmian kampus milik papa Brian.


"Siapkan mobil dan kita segera menuju kesana," titah Brian.


"Baik Bos."


Di mansion, Amanda yang bosan karena tidak tahu harus berbuat apa dia memilih untuk ke taman dan melakukan pekerjaan ringan disana. Amanda memilih menyiram tanaman karena dia sangat mengukai bunga. Karena sudah menikah Amanda memutuskan untuk berhenti bekerja dan lebih fokus mengurus kebutuhan sang suami. Amanda juga sudah memberitahu kepada Feli sahabatnya.


Feli dan orang tuanga yang mendapat kabar jika Amanda telah menikah ikut bahagia, mereka mendoakan pernikahn Amanda dan Brian selalu bahagia.


Tiba di salah satu kampus yang ternama di kota itu, Farel dan Brian segera turun dari mobil. Nereka sudah di sambut oleh beberapa dosen dan ada juga sebagian mahasiswa selaku panitia acara tersebut. Dengan langkah dan juga pesona Brian tidak luput dari penglihatan para mahasisiwi yang menatap kagum ke arah mereka. Farel juga tak kalah tampannya dengan Brian, akan tetapi ekspresi muka Brian yang selalu di tunjukkan adalah ekspresi datar berbeda dengan Farel yang selalu tampil ramah.


"Wah ternyata Pak Brian lebih ganteng lagi kalau di lihat secara langsung,"


"Kalau nggak dapet Pak Brian tidak masalah jika asistennya saja hehe,"


Banyak ucapan yang terlontar dari mulut mahasiswi yang sangat terpesona dengan kedua pria tampan itu. Siapa yang tidak mengenal Brian Evanz sang pewaris tunggal perusahaan ternama dikota X bahkan sudah terkenal di mancanegara.


Di lain tempat Amanda tidak sadar jika dirinya ketiduran di sofa setelah menyiram tanaman tadi. Amanda terbangun dan dilihatnya jam sudah menunjukkan pukul 14:30. Amanda mengecek ponselnya dan mencari nama Brian untuk di hubungi.


Brian yang sudah selesai memberi kata sambutan meraih ponsel yang disana tertulis "Mine", seketika pria itu tersenyum lalu segera mengangkat panggilan dari Amanda.


📞

__ADS_1


"Halo, ada apa sayang?" ucap Brian lembut.


"Apa kamu sudah makan siang, Bi?"


"Maaf sayang aku belum sempat sekarang aku masih ada di kampus milik Papa, karena menghadiri acara peresmian di kampus ini. Setelah dari sini aku akan makan, kamu sendiri sudah makan?"


"Oh gitu aku tidak tahu, aku akan segera makan Bi ini saja aku ketiduran,"


"Maaf sayang aku tidak sempat memberitahumu soal ini, jangan sampai terlambat makan,"


"Iya Bi, "


"Aku boleh izin keluat sebentar nggak? aku mau beli beberapa kebutuhan dapur,"


"Boleh tapi harus pergi di temanin supir, aku tidak mengizinkanmu pergi sendirian,"


"Setelah urusanku selesai aku akan segera pulang,"


"Baiklah aku akan menutup teleponnya,"


Tanpa menunggu lama akhirnya panggilan itu sudah berakhir. Amanda segera menuju dapur disana sudah tersedia makanan yang sudah di siapkan oleh pelayan. Selesai makan Amanda segera menuju ke salah satu pusat perbelanjaan untuk membeli kebutuhan rumah, pelayan di rumah sebenarnya mau ikut bantuin Amanda akan tetapi Amanda menolak dengan alasan dia bisa sendiri, Amanda pergi dengan salah satu supir pribadi Brian tapi sang supir hanya menunggunya di mobil saja.


Asik dengan belanjaan sendiri seketika Amanda di buat kaget dengan orang yang memanggilnya dari belakang. Amanda pun melihat dan merasa tidak asing dengan muka wanita paruh baya itu. Seketika Amanda mengingat jika wanita paruh baya itu adalah mamanya Reyhan. Disana juga ada Reyhan yang mungkin sedang membantu sang mama berbelanja.


"Amanda, kamu apa kabar nak?" tanya mama Reyhan memeluk Amanda.

__ADS_1


Reyhan hanya memperhatikan gadis yang selalu berada dalam pikirannya.


"Aku baik tante, tante sendiri gimana kabarnya?"


"Tante baik juga, nak. Oh ya selamat ya atas pernikahan kamu sama Brian. Tante turut berbahagia sekalipun tante gagal menjadikanmu menantu tante,"


"Hah, maksud tante?" tentu saja Amanda kaget dengan yang di bicarakan mamanya Reyhan ini.


"Tidak usah di pikirin, Man. Mamaku hanya becanda saja," potong Reyhan.


"Ngomong-ngomong kamu disini belanja sendirian?" tanya Reyhan.


"Enggak kok aku kesini sama supir tapi supir aku suruh tunggu di mobil saja,"


"Suami kamu dimana memangnya?"


"Brian masih kerja Tante,"


Mama Reyhan pun mengangguk paham karena suami dari Amanda ini adalah orang yang sangat terkenal dengan kesibukan-Nya.


"Kalau begitu saya permisi Tante, kasihan supir nunggunya kelamaan," pamit Amanda tersenyum ramah.


"Biar aku bantu bawaain belanjanya Man,"


"Tidak perlu Rey, ini bisa aku bawa sendiri kok."

__ADS_1


Tapi Reyhan tidak mempedulikannya dia tetap saja meraih belanjaan Amanda yang cukup banyak. Amanda pun hanya pasrah dan mereka menuju mobil sedangkan mama Reyhan tersenyum. Mama Reyhan tahu jika putranya begitu mencintai gadis yang sekarang sudah berstatus istri orang. Ada rasa sedih saat tahu Amanda sudah menikah bahkan dia terlambat menjadikan Amanda menantu di keluarganya.


Amanda adalah sosok menantu impian dia dari dulu, karena perempuan yang selalu mendekati Reyhan adalah perempuan yang hanya mengincar harta kekayaan bahkan selalu bergonta ganti pasangan saja, tetapi beda dengan Amanda. Dia merasa jika Amanda adalah gadis yang jauh berbeda dengan yang lainnya. Bahkan dia mengakui jika putranya tidak salah dalam menaruh hati ke Amanda.


__ADS_2